... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Utusan AS: Negosiasi dengan Taliban Raih Kemajuan Signifikan

Foto: Zalmy Khalilzad, utusan khusus AS di Afghanistan

KIBLAT.NET, Doha – Utusan AS untuk bernegosiasi dengan Taliban, Zalmy Khalilzad, Ahad (27/01), mengatakan bahwa negosiasi yang digelar di Doha membuat kemajuan luar biasa. Negosiasi yang berlangsung beberapa hari itu berakhir pada Ahad sore.

Dalam sejumlah posting di akun Twitter, mantan Dubes AS di Afghanistan ini mengatakan negosiasi enam hari “lebih produktif daripada negosiasi sebelumnya antara kedua pihak.”

Khalilzad mengatakan bahwa ia saat ini dalam perjalanan ke ibukota Afghanistan Kabul untuk berkonsultasi dengan pemerintah Afghanistan mengenai hasil perundingan.

“Kami akan membangun momentum dan kami akan segera melanjutkan pembicaraan, kami masih memiliki sejumlah masalah untuk dikerjakan,” tulisnya di Twitter.

Khalilzad tidak memberikan perincian lebih lanjut. Namun di antara poin penting yang dibahas antara Taliban dan AS, penarikan pasukan AS dengan jaminan Taliban tidak melindungi “ekstremis” asing, yang menjadi alasan AS berperang di Negara itu.

Pada bagiannya, Taliban mengatakan bahwa sudah ada kemajuan dalam perundingan. Akan tetapi, tetapi masih ada putaran pada masalah-masalah yang belum disepakati. Taliban juga tidak mengungkap kesepakatan yang diteken dalam negosiasi itu.

Taliban menolak berunding langsung dengan pemerintah Afghanistan, yang dianggapnya sebagai “kumpulan boneka Washington.”

Kantor berita Reuters melansir dari sumber anonim dari pejabat Taliban mengatakan bahwa Taliban menyepakati sejumlah poin dengan Washington yang akan menjadi kesepakatan akhir.

BACA JUGA  Trump Batalkan Negosiasi Damai AS dengan Taliban

Masih menurut sumber, Reuters menambahkan bahwa salah satu klausa menggarisbawahi penarikan pasukan asing dari Afghanistan dalam waktu 18 bulan setelah penandatanganan perjanjian sebagai imbalan atas jaminan Taliban bahwa Al-Qaidah dan ISIS tidak akan diizinkan menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan terhadap Amerika Serikat.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membantah sudah ada penentuan tanggal penarikan.

Sumber-sumber itu melanjutkan, kedua pihak juga sepakat untuk bertukar tahanan dan mencabut larangan perjalanan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat pada para pemimpin Taliban.

Kekuatan militer Taliban meningkat di Afghanistan sejak sebagian besar pasukan tempur asing mundur pada 2014.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan 45.000 tentara telah tewas di negara itu sejak ia menjabat pada tahun 2014.

Diperkirakan sekitar 15 juta orang, setengah dari populasi di Afghanistan, baik tinggal di daerah yang dikuasai Taliban atau di mana elemen-elemennya aktif dan tidak dibatasi serta secara teratur menyerang.

Pada akhir tahun lalu, media Amerika melaporkan bahwa pemerintah di Washington berencana untuk menarik 7.000 pasukan dari 14.000 pasukannya di Afghanistan.

Beberapa analis dan pakar memperingatkan bahwa langkah itu bisa memberi Taliban kemenangan besar untuk digunakan dalam propaganda melawan Washington.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Awas!!! Sifat Lalai Bisa Menyeretmu ke Api Neraka

Yang bersahabat dengan orang lalai pun terancam api neraka.

Ahad, 27/01/2019 20:29 0

Indonesia

Hujan Sejak Sabtu Malam, Banjir Genangi Wilayah Pantura Jateng

Banjir terjadi di sejumlah titik di jalur utama pantai utara (pantura) Jawa Tengah, mulai dari Kabupaten Kendal hingga Kota Pekalongan

Ahad, 27/01/2019 17:34 0

Indonesia

Warga Sipil Serang Kamp Militer Turki di Irak Utara, Sejumlah Kendaraan Dibakar

Kemarahan warga yang menyerang kamp militer itu diduga dipicu oleh serangan udara Turki, yang menewaskan warga sipil setempat

Ahad, 27/01/2019 16:21 0

Indonesia

Perilaku Seks Menyimpang Tidak Diatur dalam RUU P-KS 

Di dalam RUU itu, tidak disebutkan informasi tentang kekerasan seks terhadap laki-laki, padahal kekerasan itu terjadi akibat perilaku homoseksual.

Ahad, 27/01/2019 15:46 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern, Menjauhkan Manusia dari Hukum Allah

Abul A’la Al-Maududi berkata, “Jahiliyah adalah setiap cara pandang yang tidak sesuai dengan cara pandang Islam, yang dari cara pandang yang tidak islami tersebut lahirlah perbuatan-perbuatan jahiliyah.”

Ahad, 27/01/2019 15:15 0

Indonesia

Prof. Euis: Ruh RUU P-KS, Memisahkan Agama dari Kehidupan

"RUU ini, tidak mengenal tentang penyimpangan seksual seperti homoseks. Padahal itu kan persoalan yang patut diatur," ujar Euis.

Ahad, 27/01/2019 14:50 0

Indonesia

Ustadz Abu Rusydan: Batal Bebasnya Ustadz ABB adalah Takdir

"dari awal sampai hari ini, saya melihat kata kuncinya ini semua adalah takdir,"

Ahad, 27/01/2019 12:17 2

Indonesia

Ada Perbedaan Pilihan Capres di Internal PBB, MS. Kaban: Tidak Masalah

MS. Kaban mengatakan tidak masalah jika terdapat perbedaan di internal partainya

Ahad, 27/01/2019 11:49 0

Indonesia

Ratusan Caleg PBB Deklarasikan Gerakan Poros Makkah, Tegas Dukung Ijtima’ Ulama

Ratusan Caleg PBB Deklarasikan Gerakan Poros Makkah, Tegas Dukung Ijtima’ Ulama

Ahad, 27/01/2019 11:32 0

Close