... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Otak Pembunuhan Wartawan Diberi Remisi, Wakil Ketua TKN: Dia Berhak Kok

Foto: Sekjen PPP Arsul Sani

KIBLAT.NET, Jakarta – Menkuham menolak desakan pencabutan remisi bagi otak pembunuhan berencana terhadap wartawan di Bali. Menurut anggota Komisi III DPR Arsul Sani hal itu telah menjadi bagian dari sistem hukum di Indonesia.

Arsul Sani mengatakan sistem warga binaan pemasyarakatan di Indonesia sudah baku. “Bahkan untuk semua kasus narapidana, dengan aturan yang berbeda-beda,” ujarnya di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (28/01/2019).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu menambahkann perlakuan berbeda hanya berlaku untuk tiga jenis pidana. Narapidana korupsi, narkotika, dan terorisme memiliki aturan tersendiri.

Sehingga, sepanjang aturannya sudah dijalankan, maka mau tak mau aturan terhadap narapidana bisa diberlakukan. Atas dasar itu, remisi juga berlaku bagi I Nyoman Susrama, yang menjadi otak pembunuhan wartawan Anak Agung Gede Narendra Prabangsa di Bali.

“Katakanlah yang dibunuh itu seorang teman media, kan sistem berlaku,” ujarnya.

Menurut Arsul, yang harus disoroti adalah Susrama berhak atau tidak mendapat remisi tersebut. Ukurannya adalah apakah dia berpelakuan baik atau tidak selama menjadi warga binaan permasyarakatan.

Jika syarat berperilaku baik dipenuhi, maka pemberian remisi tak memandang jumlah korban yang dibunuh. Bahkan, kata Arsul, jika yang dibunuh berpuluh-puluh dia tetap berhak dapat remisi. “Dia berhak kok. Soalnya dia kan ada disitu, sistem kan harus berjalan,” tandasnya.

BACA JUGA  Sebelas Kementerian/Lembaga Negara Bentuk Satgas Penanganan Radikalisme ASN

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Mempelajari Sebab Kemunduran Umat Islam

Inilah yang membuat umat Islam mengalami kemerosotan. Ketika mereka jauh dari keislamaman, secara otomatis mereka kembali kepada kehidupan Jahiliyah, entah Jahiliyah di Timur maupun di Barat.

Senin, 28/01/2019 19:29 0

Philipina

BIFF Takkan Ganggu Referendum, Meski Tolak RUU Otonomi Bangsamoro

Juru bicara BIFF, Abu Misri Mama, mengatakan akan terus melanjutkan visi misi pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Salamat Hashim.

Senin, 28/01/2019 19:08 0

Malaysia

Soal Penolakan Kontingen Renang Israel, Menpora Malaysia: Saya Mendukung Saudara Palestina Saya

Bagi Syed Saddiq, Israel selalu melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Palestina.

Senin, 28/01/2019 18:24 0

Video News

Wawancara Eksklusif Putra Ust. Abu Bakar Ba’asyir

KIBLAT.NET- Aparat hukum telah berulang kali menangkap Ust. Abu Bakar Ba’asyir. Namun dalam proses persidangan,...

Senin, 28/01/2019 10:50 0

Afghanistan

Utusan AS: Negosiasi dengan Taliban Raih Kemajuan Signifikan

Hal senada juga disampaikan Taliban dalam pernyataannya

Senin, 28/01/2019 09:52 0

Rusia

Rusia: Turki Belum Sepenuhnya Terapkan Kesepakatan Idlib

Pernyataan Biskov datang dua pekan setelah Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) memperluas kontrol di Idlib atas faksi-faksi dukungan Turki.

Senin, 28/01/2019 07:48 0

Philipina

‘Amaq Sebut ISIS Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom di Filipina Selatan

Hal itu sebagaimana dilansir Reuters. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai klaim tersebut.

Senin, 28/01/2019 07:03 0

Tarbiyah Jihadiyah

Awas!!! Sifat Lalai Bisa Menyeretmu ke Api Neraka

Yang bersahabat dengan orang lalai pun terancam api neraka.

Ahad, 27/01/2019 20:29 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern, Menjauhkan Manusia dari Hukum Allah

Abul A’la Al-Maududi berkata, “Jahiliyah adalah setiap cara pandang yang tidak sesuai dengan cara pandang Islam, yang dari cara pandang yang tidak islami tersebut lahirlah perbuatan-perbuatan jahiliyah.”

Ahad, 27/01/2019 15:15 0

Philipina

Dua Bom Meledak di Filipina Selatan, Pelaku Belum Terdeteksi

"Waktu (pemboman) mencurigakan, karena pekan lalu ada referendum, dan pulau Jolo memilih untuk tidak menjadi bagian dari pemerintahan otonomi baru yang sedang dibuat."

Ahad, 27/01/2019 14:30 0

Close