... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Prof. Euis: Ruh RUU P-KS, Memisahkan Agama dari Kehidupan

Foto: Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Euis Sunarti

KIBLAT.NET, Bandung – Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah diusulkan sejak 26 Januari 2016. Menurut ketua Perkumpulan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia, Prof. Euis Sunarti, RUU ini memiliki satu masalah serius, yaitu memisahkan agama dari keseharian masyarakat.

“Pasal bermasalah itu sedikit, namun itu ruh dari RUU tersebut, karena di dalam pasal itu tidak mengenali agama, bahkan memisahkan kehidupan beragama dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dia (RUU) menegasikan falsafah dan nilai agama dalam kehidupan,” ujar Euis kepada Kiblat.net, Ahad (27/01/2019) melalui sambungan telepon.

Ketika dirinya dipanggil ke DPR untuk Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Januari 2018, Euis membaca draft dan naskah akademik RUU ini. Ia mendapati penyusunnya adalah Komnas Perempuan. Jika masyarakat hanya membaca draftnya saja, seringkali tidak melihat ada masalah dalam pasalnya. Masalah terlihat ketika mencermati definisinya.

“Pasal-pasalnya tidak terlalu bermasalah, hanya ada beberapa yang bermasalah yang paling inti. Nama RUU ini kan bagus, Penghapusan Kekerasan Seksual, siapa yang nggak setuju, semua harus setuju. Masalahnya, RUU ini tidak memenuhi harapan dari masyarakat kebanyakan di Indonesia, yaitu soal kekerasan seksual itu tidak dipisahkan dari penyimpangan seksual,” ujar Euis.

Keanehan itu dirasakan Euis karena kekerasan seksual diatur dalam RUU ini, namun penyimpangannya tidak diakomodir. Padahal harapan masyarakat adalah ketika dirumuskan satu undang-undang, tidak hanya menyoal kekerasan, tetapi juga kejahatan dan penyimpangan seksual.

BACA JUGA  Kemensos: Ahli Waris Korban Covid-19 Terima Santunan 15 Juta

Euis menilai RUU P-KS terasa lebih fokus kepada kekerasan, namun perilaku seksnya tidak. Ia mencontohkan terkait pelacuran. Di dalam RUU, yang dipersoalkan adalah jika terjadi kekerasan di dalam praktek tersebut, bukan pelacurannya. Sama halnya dengan aborsi, yang dipersoalkan adalah kekerasannya, bukan aborsinya.

“RUU ini, tidak mengenal tentang penyimpangan seksual seperti homoseks. Padahal itu kan persoalan yang patut diatur, dan masyarakat mengharapkan itu diatur. Nah RUU ini menegasikan itu, jadi menegasikan tentang perilaku-perilaku yang menurut masyarakat perlu (diatur), lebih fokus kepada kekerasannya,” jelasnya.

Dia pun kembali mengungkit siapa penyusun RUU ini. Diakuinya bahwa penyusunnya merupakan pihak yang tidak setuju terhadap pengaturan zina dan LGBT. Sehingga hal yang bermasalah bagi masyarakat umum, malah dianggap tidak bermasalah.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Dua Bom Meledak di Filipina Selatan, Pelaku Belum Terdeteksi

"Waktu (pemboman) mencurigakan, karena pekan lalu ada referendum, dan pulau Jolo memilih untuk tidak menjadi bagian dari pemerintahan otonomi baru yang sedang dibuat."

Ahad, 27/01/2019 14:30 0

Afrika

Soroti Krisis Sudan, IUMS: Pejabat atau Rakyat yang Bersalah Harus Diadili

IUMS juga memperingatkan adanya pihak-pihak tertentu dengan agenda berbeda yang berencana menyeret Sudan ke masa depan yang tidak pasti dengan merusak persatuan, keamanan dan stabilitasnya.

Ahad, 27/01/2019 14:00 0

Timur Tengah

Perempuan Tunisia Serukan Demo Mendukung Poligami

Tunisia berada di peringkat keempat di dunia Arab dan pertama di Afrika utara dalam persentase wanita lajang.

Ahad, 27/01/2019 13:32 0

Artikel

Teungku Chik di Tiro, Pewaris Tiga Generasi Pengobar Perang Sabil

Keluarga dan keturunan Teungku Chik di Tiro adalah bukti tiga generasi syuhada yang hidup dalam jihad fi sabililah di Perang Aceh.

Sabtu, 26/01/2019 17:59 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kesetiaan Hanya Kepada Allah- Ust. Miftahul Ihsan, Lc.

KIBLAT.NET- Kesetiaan kepada Allah, Rasulullah, dan agama adalah jalan keselamatan seseorang di akhirat. Kisah kesetiaan...

Sabtu, 26/01/2019 10:08 0

Malaysia

Soal Pelarangan Atlet Israel, Mahathir: Trump Saja Larang Muslim Masuk AS

"Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa warga lima negara Muslim tidak dapat memasuki negaranya," katanya.

Sabtu, 26/01/2019 09:10 0

Turki

Soal Kebijakan di Suriah, AS dan Turki Dapat Banyak Manfaat dari NATO

“Menteri Danford menegaskan kembali komitmen Washington terhadap keamanan Turki,” kata Reider.

Sabtu, 26/01/2019 08:00 0

Philipina

Hasil Referendum Bangsamoro, 88 Persen Pilih “Ya”

Sekitar 1.700.000 orang memberikan suara pada fase pertama referendum.

Sabtu, 26/01/2019 07:26 0

Turki

Badan HAM PBB Bentuk Tim Penyelidik Internasional Usut Kematian Jamal Khashoggi

Badan HAM PBB Bentuk Tim Penyelidik Internasional Usut Kematian Jamal Khashoggi

Jum'at, 25/01/2019 21:17 0

Close