... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perilaku Seks Menyimpang Tidak Diatur dalam RUU P-KS 

Foto: LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Perkumpulan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia, Prof. Euis Sunarti mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam Rancangan Undang-undangan Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Menurutnya, di dalam RUU itu memang disebutkan penanganan terhadap kekerasan seksual, namun tidak menyebut satupun tentang perilaku seksual menyimpang.

“RUU ini tidak mengenal tentang penyimpangan seksual seperti homoseks. Padahal itu kan persoalan yang patut diatur, dan masyarakat mengharapkan itu diatur. Nah RUU ini menegasikan itu,” ujar Euis kepada Kiblat.net, Ahad (27/01/2019) melalui sambungan telepon.

Euis yang juga dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mencontohkan bahwa kekerasan seks terhadap laki-laki saat ini juga semakin marak. Namun, di dalam RUU itu, tidak disebutkan informasi tentang kekerasan seks terhadap laki-laki, padahal kekerasan itu terjadi akibat perilaku homoseksual.

“Itu tidak diinformasikan di dalam naskah akedemik, maupun yang mendasari RUU ini. Mengapa?” ujarnya mempertanyakan. “Padahal dengan sangat gamblang, RUU ini menjelaskan tentang perilaku seksual.”

Ia pun mengungkapkan bahwa hal yang sangat mendasar di dalam RUU ini bukan terletak pada pasalnya semata. Euis menjelaskan, persentase pasalnya tidak banyak yang bermasalah, karena lebih banyak pasal yang sifatnya penanganan, perlindungan korban, kemudian penanganan untuk korbannya.

“Hal yang penting justru masalah definisi kekerasan seksual, kemudian tentang lingkup kekerasan seksual, asasnya. Dan paling penting adalah berkaitan dengan lembaga yang menangani pengawasan. Itu hal yang patut dicermati, dikritisi dalam draft RUU itu,” tukasnya.

BACA JUGA  RUU P-KS Dinilai Mengabaikan Adat

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern, Menjauhkan Manusia dari Hukum Allah

Abul A’la Al-Maududi berkata, “Jahiliyah adalah setiap cara pandang yang tidak sesuai dengan cara pandang Islam, yang dari cara pandang yang tidak islami tersebut lahirlah perbuatan-perbuatan jahiliyah.”

Ahad, 27/01/2019 15:15 0

Philipina

Dua Bom Meledak di Filipina Selatan, Pelaku Belum Terdeteksi

"Waktu (pemboman) mencurigakan, karena pekan lalu ada referendum, dan pulau Jolo memilih untuk tidak menjadi bagian dari pemerintahan otonomi baru yang sedang dibuat."

Ahad, 27/01/2019 14:30 0

Afrika

Soroti Krisis Sudan, IUMS: Pejabat atau Rakyat yang Bersalah Harus Diadili

IUMS juga memperingatkan adanya pihak-pihak tertentu dengan agenda berbeda yang berencana menyeret Sudan ke masa depan yang tidak pasti dengan merusak persatuan, keamanan dan stabilitasnya.

Ahad, 27/01/2019 14:00 0

Timur Tengah

Perempuan Tunisia Serukan Demo Mendukung Poligami

Tunisia berada di peringkat keempat di dunia Arab dan pertama di Afrika utara dalam persentase wanita lajang.

Ahad, 27/01/2019 13:32 0

Artikel

Teungku Chik di Tiro, Pewaris Tiga Generasi Pengobar Perang Sabil

Keluarga dan keturunan Teungku Chik di Tiro adalah bukti tiga generasi syuhada yang hidup dalam jihad fi sabililah di Perang Aceh.

Sabtu, 26/01/2019 17:59 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kesetiaan Hanya Kepada Allah- Ust. Miftahul Ihsan, Lc.

KIBLAT.NET- Kesetiaan kepada Allah, Rasulullah, dan agama adalah jalan keselamatan seseorang di akhirat. Kisah kesetiaan...

Sabtu, 26/01/2019 10:08 0

Malaysia

Soal Pelarangan Atlet Israel, Mahathir: Trump Saja Larang Muslim Masuk AS

"Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa warga lima negara Muslim tidak dapat memasuki negaranya," katanya.

Sabtu, 26/01/2019 09:10 0

Turki

Soal Kebijakan di Suriah, AS dan Turki Dapat Banyak Manfaat dari NATO

“Menteri Danford menegaskan kembali komitmen Washington terhadap keamanan Turki,” kata Reider.

Sabtu, 26/01/2019 08:00 0

Philipina

Hasil Referendum Bangsamoro, 88 Persen Pilih “Ya”

Sekitar 1.700.000 orang memberikan suara pada fase pertama referendum.

Sabtu, 26/01/2019 07:26 0

Close