... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hasil Referendum Bangsamoro, 88 Persen Pilih “Ya”

KIBLAT.NET, Moro – Referendum yang digelar di wilayah Muslim Filipina peka ini menghasilkan sebanyak 1.540.017 suara mendukung perluasan otonomi kepada Muslim Moro yang tinggal di selatan Negara itu.

Menurut CNN Filipina yang dilansir Anadolu Agency pada Jumat (25/01, pemungutan suara berakhir Jumat, dengan 1.540.171 suara (88,57 persen) pilihan “ya” untuk mendukung otonomi wilayah Muslim diperluas. Sementara suara yang mengatakan “tidak” hanya 198.750 suara (11,43 persen).

Menurut hasil referendum di kota Cotabato, 36.682 pemilih memberikan suara untuk pemberian otonomi Muslim Moro, dibandingkan dengan 24.994 yang menentang.

Kota Isabella, di luar wilayah Mindanao, memilih “tidak” untuk mendukung perluasan otonomi Muslim. Ini merupakan wilayah Mindano yang tersisa di luar wilayah otonomi Muslim.

Sekitar 1.700.000 orang memberikan suara pada fase pertama referendum.

Berdasarkan hasil referendum, Daerah Otonomi Mindanao (selatan) akan dihapuskan dan digantikan dengan Daerah Otonomi Bangsamoro, wilayah yang lebih luas di Mindanao.

Tak hanya itu, wilayah –wilayah Muslim lainnya di luar daerah otonom yang ingin bergabung Daerah Bangsamoro berhak menggelar referendum serupa. Dijadwalkan daerah itu akan menggelar pemungutan bulan depan.

Berdasarkan kesepakatan, setiap tahun pemerintah Filipina akan mengalokasikan dana untuk daerah otonom. Hasil pajak daerah akan dikelola sendiri dan hasilnya dibagi dengan pemerintah pusat. Mereka juga berhak menerap perda syariat.

Muslim Moro akan dengan bebas menikmati urusan dalam negeri mereka, tetapi akan mengikuti pemerintah pusat dalam urusan luar negeri, dengan beberapa fasilitas.

Front Pembebasan Islam Moro (MILF) secara bertahap akan menyerahkan senjatanya, bersamaan dengan selesainya perjanjian otonomi, untuk menyelesaikan proses pada tahun 2022 dan mengubah MILF menjadi entitas politik yang diatur oleh hukum partai.

Salah satu file paling menonjol yang akan muncul dengan pembentukan pemerintahan sendiri adalah bagaimana menangani kelompok-kelompok yang menentang proses perdamaian.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bawaslu Temanggung Himbau Warga Tak Ikut Sebarkan Tabloid Indonesia Barokah

Tabloid Indonesia Barokah dinilai menyudutkan salah satu pasangan capres-cawapres.

Jum'at, 25/01/2019 22:22 0

Video News

Kiblat Review: Polemik Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

KIBLAT.NET- Isu yang menggemparkan tidak hanya dalam negeri saja namun sampai menarik perhatian dunia internasional...

Jum'at, 25/01/2019 20:24 0

Kolom

Stop Bully Golputers!!!

Golput juga merupakan hak konstitusional.

Jum'at, 25/01/2019 20:16 0

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Batal Dibebaskan, Ini Pesan UBN Untuk Pemerintah

KIBLAT.NET- Pesan Ustadz Bachtiar Nasir kepada pemerintah terkair batalnya pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir. Yuk...

Jum'at, 25/01/2019 19:19 0

Indonesia

Jokowi Beri Remisi ke Pembunuh Wartawan Bali, KontraS: Ini Kesalahan Fatal

Deputi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS),

Jum'at, 25/01/2019 19:15 1

Indonesia

Pemprov Sulsel Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 29 Januari

Pemprov Sulsel Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 29 Januari

Jum'at, 25/01/2019 18:50 0

Indonesia

Ternyata Anggota KPK yang Diteror Air Keras Bukan Cuma Novel Baswedan

Anggota KPK ada yang disiram air keras, yang dibom molotov, rumahmya dipasangi bom, ada yang diintimidasi macam- macam

Jum'at, 25/01/2019 18:17 0

Video News

Ini Komentar UBN Terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

KIBLAT.NET- Ustadz Bachtiar Nasir turut angkat suara terkait Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS)...

Jum'at, 25/01/2019 16:48 0

Indonesia

Ikut Tanggulangi Terorisme, KontraS Minta TNI Kembali ke Fungsinya

seharusnya TNI kembali ke fungsi yang sesuai UU 34 tahun 2004.

Jum'at, 25/01/2019 16:17 0

Indonesia

KontraS: TNI Belum Relevan Perang Kota untuk Tanggulangi Teroris

Feri Kusuma menegaskan bahwa perang kota TNI untuk menghadapi teroris belum relevan.

Jum'at, 25/01/2019 15:36 0

Close