... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ternyata Anggota KPK yang Diteror Air Keras Bukan Cuma Novel Baswedan

Foto: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif membeberkan ancaman-ancaman yang ditujukan kepada anggota lembaganya. Teror air keras seperti yang dialami Novel Baswedan, misalnya, ternyata bukan satu-satunya yang terjadi.

Hal itu diungkapkan Laode dalam acara Diskusi Melawan Korupsi di Sektor Sumber Daya Alam di Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan. Dia menyebut beragam serangan tror yang ditujukan kepada anggota KPK.

“Ada yang disiram air keras, yang dibom molotov, rumahmya dipasangi bom, ada yang diintimidasi macam- macam,” ungkapnya, Jumat (25/01/2019).

Dia menambahkan teror air keras kepada anggota KPK bukan cuma Novel Baswedan, namun juga terjadi pada beberapa staf lainnya. “Yang disiram air keras itu bukan cuma Novel, tapi ada juga yang disiram air keras mobilnya,” imbuh Laode.

Serangan terhadap KPK lainnya berupa teror kalajengking. Hal itu terjadi saat KPK menempati kantor yang lama.

Meski kerap menjadi target teror, Laode menegaskan pihaknya tak akan pernah mundur dalam upaya pemberantasan korupsi. menurutnya, anggota KPK tak takut ancaman-ancaman yang mereka dapat. Namun dia meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mau sama-sama peduli dalam penanganan korupsi yang ada di Indonesia.

“Bukan kami takut, tidak. Tapi kerja di KPK itu butuh bantuan masyarakat, butuh support dari kalian warga indonesia,” pungkas Laode.

Reporter: Syuja Assadullah
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ini Komentar UBN Terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

KIBLAT.NET- Ustadz Bachtiar Nasir turut angkat suara terkait Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS)...

Jum'at, 25/01/2019 16:48 0

Video News

Ini Perjalanan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Keluar Masuk Penjara

KIBLAT.NET- Penguasa telah mengumumkan pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan. Namun kemudian, keputusan...

Jum'at, 25/01/2019 15:28 0

Philipina

MILF Akan Lanjutkan Perlawanan Jika RUU Otonomi Bangsamoro Ditolak

"Menjadi tugas pemerintah untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Kami hanya mitra, tetapi tanggung jawab utama adalah dengan pemerintah," kata pemimpin MILF, Murad Ebrahim.

Jum'at, 25/01/2019 15:19 0

Afghanistan

Ini Sosok Negosiator Taliban dalam Perundingan dengan AS

Juru bicara taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa Baradar akan memperkuat dan menangani dengan baik proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Jum'at, 25/01/2019 14:43 0

Amerika

Kelompok Teror “White Rabbit” Bom Masjid di Minnesota, 2 Anggota Disidang

Dua pelaku mengakui bahwa tujuan aksi sebagai teror kepada warga muslim agar meninggalkan AS.

Jum'at, 25/01/2019 14:18 0

Arab Saudi

Saudi Bebaskan Ayah Syaikh Abdullah Al-Muhaisini

Beliau ditahan selama delapan bulan tanpa penjelasan kesalahan yang dilakukannya

Jum'at, 25/01/2019 09:31 0

Suriah

Serangkaian Bom Motor Guncang Wilayah Oposisi Dukungan Turki

"Ada banyak korban. Sebuah sepeda motor meledak di dekat persimpangan utama," kata Ibrahmi Sabra, pedang yang berjualan di dekat lokasi.

Jum'at, 25/01/2019 08:00 0

Opini

Pertarungan Dua Harga Mati

Lakon dari drama pembebasan ini bukan ABB, bukan Jokowi, bukan Yusril, bukan Wiranto, bukan Tito, bukan pula tentang upaya pencitraan Pilpres 2019. Ini tentang pertarungan abadi antara dua harga mati, NKRI harga mati melawan Islam harga mati

Kamis, 24/01/2019 18:35 0

China

Cina Tangkapi Siswa dan Buruh yang Memprotes Kebijakan Pemerintah

Sekitar selusin aktivis buruh Cina dan mahasiswa telah hilang atau ditahan oleh polisi minggu ini.

Kamis, 24/01/2019 17:25 0

Afghanistan

AS Masih Beri Dukungan Pemerintah Afghanistan Meski Tarik Pasukan

Abdullah mengatakan AS masih dapat mempertahankan beberapa misi termasuk melatih pasukan, sebagai penasihat di lapangan dan melancarkan serangan udara terhadap Taliban dan militan lainnya.

Kamis, 24/01/2019 16:54 0

Close