... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS: TNI Belum Relevan Perang Kota untuk Tanggulangi Teroris

Foto: Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Feri Kusuma

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) tidak setuju dengan pernyataan Panglima TNI yang ingin menggelar latihan perang kota bagi TNI untuk menghadapi teroris.

Deputi Bidang Koordinator KontraS, Feri Kusuma menegaskan bahwa perang kota TNI untuk menghadapi teroris belum relevan. Sebab, ini masuk ke dalam ranah penegakan hukum.

“Belum relevan dan untuk pelibatan TNI saja kita tidak setuju. Ini kan penanggulangan, penegakan hukum dan TNI bukan aparat penegak hukum,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (24/01/2019).

“Yang menjadi kekhawatiran kita, apa relevansinya pelibatan TNI dalam pelibatan penanganan teorisme. Sejauh ini apa ancaman yang paling besar dari terors sehingga perlu melibatkan TNI?,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini KontraS menyoroti akuntabilitas dalam penangulangan terorisme. Karena selama penanggulangan terorisme oleh para Densus 88, kata dia, kesulitan bagi para korban untuk meminta pertanggungjawaan atas penyalahgunaan oleh aparat keamanan.

“Misalnya terkait orang salah tangkap, yang belum terbukti terlibat tapi sudah dieksekusi dan sebagainya. Kemudian rehabilitasi bagi orang yang distigma sebagai teroris,” ucapnya.

Menurutnya, jika penanggulangan terorisme selalu menggunakan pendekatan keamanan itu tidak aakan menyelesaikan persolan. “Justru memunculkan persoalan baru,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ini Perjalanan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Keluar Masuk Penjara

KIBLAT.NET- Penguasa telah mengumumkan pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan. Namun kemudian, keputusan...

Jum'at, 25/01/2019 15:28 0

Philipina

MILF Akan Lanjutkan Perlawanan Jika RUU Otonomi Bangsamoro Ditolak

"Menjadi tugas pemerintah untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Kami hanya mitra, tetapi tanggung jawab utama adalah dengan pemerintah," kata pemimpin MILF, Murad Ebrahim.

Jum'at, 25/01/2019 15:19 0

Afghanistan

Ini Sosok Negosiator Taliban dalam Perundingan dengan AS

Juru bicara taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa Baradar akan memperkuat dan menangani dengan baik proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Jum'at, 25/01/2019 14:43 0

Amerika

Kelompok Teror “White Rabbit” Bom Masjid di Minnesota, 2 Anggota Disidang

Dua pelaku mengakui bahwa tujuan aksi sebagai teror kepada warga muslim agar meninggalkan AS.

Jum'at, 25/01/2019 14:18 0

Arab Saudi

Saudi Bebaskan Ayah Syaikh Abdullah Al-Muhaisini

Beliau ditahan selama delapan bulan tanpa penjelasan kesalahan yang dilakukannya

Jum'at, 25/01/2019 09:31 0

Suriah

Serangkaian Bom Motor Guncang Wilayah Oposisi Dukungan Turki

"Ada banyak korban. Sebuah sepeda motor meledak di dekat persimpangan utama," kata Ibrahmi Sabra, pedang yang berjualan di dekat lokasi.

Jum'at, 25/01/2019 08:00 0

Opini

Pertarungan Dua Harga Mati

Lakon dari drama pembebasan ini bukan ABB, bukan Jokowi, bukan Yusril, bukan Wiranto, bukan Tito, bukan pula tentang upaya pencitraan Pilpres 2019. Ini tentang pertarungan abadi antara dua harga mati, NKRI harga mati melawan Islam harga mati

Kamis, 24/01/2019 18:35 0

China

Cina Tangkapi Siswa dan Buruh yang Memprotes Kebijakan Pemerintah

Sekitar selusin aktivis buruh Cina dan mahasiswa telah hilang atau ditahan oleh polisi minggu ini.

Kamis, 24/01/2019 17:25 0

Afghanistan

AS Masih Beri Dukungan Pemerintah Afghanistan Meski Tarik Pasukan

Abdullah mengatakan AS masih dapat mempertahankan beberapa misi termasuk melatih pasukan, sebagai penasihat di lapangan dan melancarkan serangan udara terhadap Taliban dan militan lainnya.

Kamis, 24/01/2019 16:54 0

Timur Tengah

Kondisi Iklim Mempengaruhi Gelombang Pengungsi Arab Spring

Kekeringan yang diprediksi semakin kuat akibat pemanasan global memperburuk situasi konflik di negara-negara yang mengalami Arab Spring.

Kamis, 24/01/2019 15:22 0

Close