... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AILA: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Jebakan bagi Kaum Hawa

Foto: Aliansi Cinta Keluarga

KIBLAT.NET, Jakarta – Aliansi Cinta Keluarga (AILA) memberikan kritik tajam terkait Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Ketua bidang media AILA Suci Susanti mengatakan bahwa sejatinya RUU tersebut justru menjadi jebakan bagi kaum hawa.

Ia menjelaskan, cacatnya RUU tersebut sudah terlihat dari judul yang diberikan. Suci mengatakan, harusnya RUU tersebut diberi nama RUU Kejahatan Seksual. Hal ini menurutnya dikarenakan, frasa jahat berarti telah melanggar norma yang berlaku di masyarakat.

“Tapi mereka mengambilnya kata ‘Kekerasan Seksual’. Kekerasan menurut KBBI adalah sesuatu yang dipaksakan. Berarti kalau tidak dipaksa berarti diperbolehkan,” terang Suci dalam pemapaarannya di AQL Islamic Centre, Jakarta pada Kamis (24/01/2019) malam.

Lebih lanjut Suci pun menjelaskan, RUU juga berpotensi memberikan ruang bagi prostitusi di Indonesia. Dalam naskah akademik RUU disebutkan, salah satu poin dari kekerasan seksual adalah prostitusi paksa.

“Berarti kalau tidak dipaksa, sukarela gitu gimana? Boleh? Sekarang kalau PSK ditangkap biasanya diapain? Sekedar diberi penyuluhan kan. Tidak pernah dipenjara kan, tidak pernah diapa-apain. Apalagi nanti kalau RUU ini sah, PSK akan bilang ke Satpol PP kalau yang dia lakukan didasari suka sama suka,” ujar Suci.

Selain itu, yang menjadi sorotan lain AILA adalah soal aborsi. Dalam draf RUU P-KS disebutkan bahwa salah satu poin kekerasan seksual adalah aborsi paksa. AILA menilai hal ini justru akan meningkatkan aborsi hasil perzinaan akibat seks bebas suka sama suka.

BACA JUGA  BJ Habibie Wafat, Ulama dan Tokoh Sampaikan Duka Cita

“Berarti (jika RUU sah menjadi UU) kalau aborsi dengan sukarela, boleh. Jadi nanti misalkan sudah ada kebebasan seksual sukasama suka, maka aborsi tidak akan dikenai pasal pembunuhan lagi. Karena sukarela,” kata Suci.

Suci menyebut, RUU P-KS tersebut sangat menjebak. Karena banyak dari poin yang diajukan telah terakomodir dan diatur dalam undang-undang yang lain. Misalnya kekerasan dalam rumah tangga, hal itu telah diatur dalam undang-undang KDRT. Begitu juga soal tindak pemerkosaan, sudah ada pasal yang mengatur hal tersebut.

Di sisi lain, AILA juga menilai RUU ini mengakomodir perilaku LGBT. Hal ini telihat dari yang tercantum dalam RUU yang menyebut bahwa kekerasan seksual tidak hanya berbasis pada gender, namun juga berbasis pada orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender.

Gender itu apa? Gender itu seksual. Jenis kelamin itu seks. (Penggunaan kata gender itu) Sekarang kalo kita bikin email pilihannya ada Male, Female, dan Others. Others itu apa? Nah itu mereka masukkan di sini. Identitas gender, ekspresi gender. Seakan judulya berpihak pada kita, tapi nyatanya menjebak,” tandas Suci.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Saudi Bebaskan Ayah Syaikh Abdullah Al-Muhaisini

Beliau ditahan selama delapan bulan tanpa penjelasan kesalahan yang dilakukannya

Jum'at, 25/01/2019 09:31 0

Suriah

Serangkaian Bom Motor Guncang Wilayah Oposisi Dukungan Turki

"Ada banyak korban. Sebuah sepeda motor meledak di dekat persimpangan utama," kata Ibrahmi Sabra, pedang yang berjualan di dekat lokasi.

Jum'at, 25/01/2019 08:00 0

Opini

Pertarungan Dua Harga Mati

Lakon dari drama pembebasan ini bukan ABB, bukan Jokowi, bukan Yusril, bukan Wiranto, bukan Tito, bukan pula tentang upaya pencitraan Pilpres 2019. Ini tentang pertarungan abadi antara dua harga mati, NKRI harga mati melawan Islam harga mati

Kamis, 24/01/2019 18:35 0

China

Cina Tangkapi Siswa dan Buruh yang Memprotes Kebijakan Pemerintah

Sekitar selusin aktivis buruh Cina dan mahasiswa telah hilang atau ditahan oleh polisi minggu ini.

Kamis, 24/01/2019 17:25 0

Afghanistan

AS Masih Beri Dukungan Pemerintah Afghanistan Meski Tarik Pasukan

Abdullah mengatakan AS masih dapat mempertahankan beberapa misi termasuk melatih pasukan, sebagai penasihat di lapangan dan melancarkan serangan udara terhadap Taliban dan militan lainnya.

Kamis, 24/01/2019 16:54 0

Timur Tengah

Kondisi Iklim Mempengaruhi Gelombang Pengungsi Arab Spring

Kekeringan yang diprediksi semakin kuat akibat pemanasan global memperburuk situasi konflik di negara-negara yang mengalami Arab Spring.

Kamis, 24/01/2019 15:22 0

Rusia

Pasca Kontrol HTS Meluas, Erdogan dan Putin Bahas Langkah Baru di Idlib

Ankara dan Moskow harus mengambil langkah lebih lanjut untuk menghilangkan apa yang dilakukan kelompok-kelompok “teroris”.

Kamis, 24/01/2019 10:46 0

Philipina

Di Balik Referendum di Wilayah Mayoritas Muslim Mindanao

Di bawah Rodrigo Duterte yang merupakan presiden pertama Filipina yang berasal dari Mindanao, kemungkinan sejarah tersebut akan berubah.

Kamis, 24/01/2019 09:39 0

Suriah

Ribuan Orang Dievakuasi dari Kantong Terakhir ISIS di Deir Zour

mayoritas mereka keluarga pejuang ISIS. Mereka dipindahkan menggunakan puluhan truk milik milisi Pasukan Demokratik Suriah. Sebagian menaiki mobil pribadi.

Kamis, 24/01/2019 08:50 0

Afghanistan

Taliban dan AS Kembali Bernegosiasi di Qatar

Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat mengkonfirmasi pertemuannya secara langsung.

Kamis, 24/01/2019 07:47 0

Close