Rusia: Situasi Terkini di Idlib Ancam Militer Suriah dan Pangkalan Hmeimim

KIBLAT.NET, Moskow – Departemen Luar Negeri Rusia menyebut bahwa situasi di Idlib semakin memburuk. Hal itu terjadi setelah Jabhah Nusrah (baca: Hai’ah Tahrir Al-Syam/HTS) mengukuhkan kontrol atas provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan juru bicara Deplu Rusia, Maria Zakharova, seperti dilansir Reuters pada Rabu (23/01). Perkembangan ini membahayakan kepentingan negaranya dan militer Suriah.

“Idlib saat ini di bawah kendali penuh Jabhah Nusrah,” kata Zakharova.

Ia menyebut bahwa provokasi yang terus menerus terjadi di Idlib menimbulkan ancaman bagi “warga sipil”, militer Suriah dan pangkalan udara Rusia Hmeimim di Lattakia.

Seperti diketahui, Rusia saat ini sedang menerapkan kesepakatannya dengan Turki terhadap Idlib. Di antara kesepakatan itu, membentuk zona demiliterisasi. Turki dianggap memiliki pengaruh terhadap oposisi di Idlib karena dukungannya terhadap sejumlah faksi oposisi Suriah.

Namun, insiden yang terjadi pada awal bulan ini di pedesaan Idlib barat mempengaruhi kesepakatan dua Negara tersebut. HTS mengusir faksi-faksi yang mendapat dukungan Turki melalui ancaman militer. HTS termasuk faksi oposisi yang keras menolak kesepakatan Turki Rusia.

Wilayah-wilayah yang direbut HTS dari faksi oposisi dukungan Turki saat ini diserahkan kepada Pemerintah Penyelamat. Namun pemerintahan itu dianggap sebagai kepanjangan dari HTS. Sejumlah faksi oposisi, khususnya yang mendapat dukungan asing, menolak keberadaan pemerintahan tersebut.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat