... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muncul Isu Aksi Terorisme Pasca Ustadz ABB Batal Bebas, Ini Kata Pengamat

Foto: Harits Abu Ulya

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Intelijen, Harits Abu Ulya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai isu-isu tentang ancaman terorisme pasca batalnya pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir. Menurutnya, isu tersebut dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok oportunis untuk mendesain adanya aksi teror.

“Tujuannya dari kelompok oportunis ini adalah untuk membenarkan persepsi soal ancaman terorisme masih besar dan Ustadz ABB masih besar pengaruhnya,” ujar Haris melalui pesan singkat kepada Kiblat.net, Kamis (24/01/2019).

Harits menegaskan, tidak sepatutnya prakiraan intelijen terkait ancaman-ancaman keamanan diumbar ke publik. “Karena tanpa sadar mendorong terciptanya kondisi psikis masyarat menjadi cemas. Padahal belum tentu itu benar,” imbuhnya.

Selanjutnya, jika memang produk intelijen itu 100% benar, tentunya hal yang lebih penting dilakukan adalah mereduksi ancaman tersebut. Harits tak mempungkiri biasanya di tahun politik selalu saja banyak isu liar. Menurutnya hal itu sengaja didesain oleh pihak-pihak opurtunis.

“Pendesain isu liar ini aktornya bisa domestik maupun asing, untuk mengambil keuntungan di balik kegaduhan. Desain (teror) itu akan diberi cover berupa ‘rasa kecewa atas batalnya pembebasan Ustadz ABB’,” katanya.

“Publik perlu pencerahan, sementara Ustadz ABB sendiri menolak, tidak setuju dengan aksi terorisme. Waspadalah!” imbuh Harits.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Di Balik Referendum di Wilayah Mayoritas Muslim Mindanao

Di bawah Rodrigo Duterte yang merupakan presiden pertama Filipina yang berasal dari Mindanao, kemungkinan sejarah tersebut akan berubah.

Kamis, 24/01/2019 09:39 0

Suriah

Ribuan Orang Dievakuasi dari Kantong Terakhir ISIS di Deir Zour

mayoritas mereka keluarga pejuang ISIS. Mereka dipindahkan menggunakan puluhan truk milik milisi Pasukan Demokratik Suriah. Sebagian menaiki mobil pribadi.

Kamis, 24/01/2019 08:50 0

Afghanistan

Taliban dan AS Kembali Bernegosiasi di Qatar

Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat mengkonfirmasi pertemuannya secara langsung.

Kamis, 24/01/2019 07:47 0

Suriah

Rusia: Situasi Terkini di Idlib Ancam Militer Suriah dan Pangkalan Hmeimim

“Idlib saat ini di bawah kendali penuh Jabhah Nusrah,” kata Zakharova.

Kamis, 24/01/2019 06:44 0

Philipina

Mayoritas Muslim Memilih untuk Menerima Otonomi Bangsamoro

Mayoritas suara “ya” datang dari provinsi Maguindanao dan Basilan di Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM).

Rabu, 23/01/2019 14:16 1

Opini

The Most Expensive Man

Faktanya dalam hitungan hari isu pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, membuat Amerika, Australia dan lainnya langsung bereaksi

Rabu, 23/01/2019 13:32 0

Suriah

Erdogan dan Putin Bertemu Pasca Trump Umumkan Tarik Pasukan

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan tentang Suriah di Moskow.

Rabu, 23/01/2019 11:18 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Salah dan Benar dalam Menyikapi Perselisihan Para Sahabat Nabi ﷺ

KIBLAT.NET - Al-Qur'an banyak menyebut keutamaan para sahabat Nabi ﷺ. Pada kenyataannya, di antara para sahabat pernah terjadi perselisihan, bahkan yang paling tajam sampan pada peperangan, seperti perang Jamal. Bagi umat Muslim belakangan seperti kita, ada sikap dan Erika berbicara yang benar. Masalah tersebut, dan beberapa pokok-pokok ajaran Islam yang disepakati oleh Ahli Sunnah wal Jamaah, dibahas dalam kajian ini. Redaktur: Salem

Rabu, 23/01/2019 11:12 0

Timur Tengah

Yordania Tingkatkan Hubungan Diplomatik dengan Rezim Assad

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, mengatakan bahwa diplomat akan segera bekerja di kedutaan besar di Damaskus.

Rabu, 23/01/2019 10:46 0

China

OKI Kembali Bahas Isu-isu Keislaman dengan China

Diskusi ini merupakan bagian kedua dari putaran pembicaraan politik antara OKI dan China. Diskusi pertama digelar di ibukota China, Beijing, pada akhir April 2015.

Rabu, 23/01/2019 09:32 0

Close