... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kondisi Iklim Mempengaruhi Gelombang Pengungsi Arab Spring

Foto: Musim kering di Tunisia.

KIBLAT.NET, Timteng – Kekeringan yang diprediksi semakin kuat akibat pemanasan global memperburuk situasi konflik di negara-negara yang mengalami Arab Spring. Menurut para peneliti, Rabu (23/01/2019), kondisi buruk tersebut memaksa orang-orang untuk mengungsi atau melarikan diri.

Para peneliti menggunakan data dari aplikasi suaka di 157 negara selama rentang waktu 2006-2015. Data itu disandingkan dengan indeks kondisi kekeringan, serta angka-angka yang melacak kematian akibat pertempuran, untuk menilai hubungan antara perubahan iklim, konflik, dan migrasi.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Global Environmental Change, menunjukkan korelasi khusus antara tekanan iklim dan konflik di sebagian Timur Tengah dan Afrika Utara dari 2010-2012, ketika banyak negara sedang mengalami transformasi politik selama konflik Arab Spring. Negara-negara di antaranya Tunisia, Libya, Yaman, dan Suriah.

Para peneliti juga membangun hubungan iklim dengan konflik yang memicu migrasi di Afrika sub-Sahara selama tiga tahun yang sama.

“Perubahan iklim tidak akan menyebabkan konflik dan arus pencarian suaka berikutnya di mana-mana,” kata Jesus Crespo Cuaresma dari Institut Internasional untuk Analisis Sistem Terapan dan Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina.

Disandingkan dengan analisis perang lainnya di Suriah, penelitian juga menyoroti catatan tentang kekeringan yang membuat keluarga petani pedesaan berpindah ke pusat-pusat kota.

Raya Muttarak, seorang dosen di Sekolah Pembangunan Internasional Universitas Anglia Timur, mengatakan penelitian ini menemukan bahwa kekeringan meningkatkan aliran pencari suaka sebesar 95 hingga 146 persen dibandingkan dengan kondisi iklim normal.

BACA JUGA  Uni Emirat Arab Tetapkan Libur Empat Hari saat Idul Adha

Penelitian ini berdasarkan catatan masuknya imigran ke Eropa, yang memuncak pada tahun 2015 dengan lebih dari 1 juta pencari suaka.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatnya migrasi dapat dikurangi dengan pengelolaan sumber daya yang langka seperti air, serta menghindari eksploitasi perbedaan etnis,” kata Muttarak.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Muncul Isu Aksi Terorisme Pasca Ustadz ABB Batal Bebas, Ini Kata Pengamat

Menurutnya, isu tersebut dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok oportunis untuk mendesain adanya aksi teror.

Kamis, 24/01/2019 10:14 0

Indonesia

Ditahan di Mako Brimob, Ahli Pidana Ini Pertanyakan Pembinaan yang Didapat Ahok

Ahli Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Rahardjo mempertanyakan pembinaan yang didapat Ahok selama ditahan di Mako Brimob

Rabu, 23/01/2019 23:31 0

Indonesia

Tim Advokasi GNPF Ulama: Setelah Bebas, Semoga Ahok Sadar

Ketua Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrullah Nasution berharap Ahok sadar setelah menjalani pidana karena menistakan agama Islam.

Rabu, 23/01/2019 23:17 0

Indonesia

Kemenag Tegaskan Kebijakan Biometrik Persulit Jamaah Haji Indonesia

Polemik penggunaan Biometrik untuk mendapatkan visa haji dan umrah terus berlanjut.

Rabu, 23/01/2019 23:08 0

Indonesia

Tidak Konsisten Soal Pembebasan Ustadz ABB, Pengacara dan Keluarga Adukan Jokowi ke DPR

Putra Abu Bakar Ba'asyir (ABB) bersama Tim Pengacara Muslim mendatangi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat bidang Polhukam, Fadli Zon, Rabu (23/01/2019) sore.

Rabu, 23/01/2019 22:59 0

Indonesia

Ustadz ABB Batal Bebas, Pengurus Ponpes Al-Mukmin Ngruki Kecewa

Ketua Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Islam Al Mukmin, Ngruki Ustadz Ibnu Chanifah menyatakan bahwa pihak pesantren dan warga sekitar sangat kecewa terkait  batalnya status bebas Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Rabu, 23/01/2019 22:11 0

Indonesia

Menag: Tidak Ada Pesantren Radikal

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan tak ada pondok pesantren radikal.

Rabu, 23/01/2019 21:56 0

Indonesia

Banjir Besar Landa Sulawesi Selatan, 53 Kecamatan Terendam

Banjir Besar Landa Sulawesi Selatan, 53 Kecamatan Terendam

Rabu, 23/01/2019 21:45 0

Indonesia

Pemerintah Godok RUU Pesantren, Apa Isinya?

Pemerintah masih dalam proses penyempurnaan draft Rancangan Undang-Undang tentang Pondok Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Rabu, 23/01/2019 21:36 0

Indonesia

Rupiah Melemah, Biaya Haji Diprediksi Naik

BPIH diperkirakan akan mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun ini.

Rabu, 23/01/2019 21:27 0

Close