... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Masih Beri Dukungan Pemerintah Afghanistan Meski Tarik Pasukan

Foto: Pasukan AS di Afghanistan.

KIBLAT.NET, Kabul – Kepala Eksekutif Afghanistan Abdullah Abdullah, Rabu (23/01/2019), mengatakan Amerika Serikat telah meyakinkan pemerintah Afghanistan bahwa penarikan pasukan tidak akan memengaruhi kemampuan tempur pasukan yang tersisa.

Bulan lalu Presiden Donald Trump berencana untuk menarik 5.000 tentara AS. Abdullah mengungkapkan keputusan itu menyebabkan pemerintah gelisah karena menghadapi pasukan Taliban yang menguasai kembali sebagian besar negara.

Namun, para pejabat AS mengatakan bahwa tidak ada keputusan akhir yang dibuat. Washington tetap berkomitmen untuk mendukung lembaga pertahanan dan keamanan Afghanistan.

“Tentu saja pada awalnya terjadi beberapa keprihatinan bagi kita semua,” kata Abdullah kepada Reuters di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di resor Davos Swiss.

“Kemudian, melalui keterlibatan dengan utusan dan perwakilan mereka, kami mengetahui bahwa jika (AS) menarik diri, itu hanya sebagian, tidak akan berdampak pada kemampuan tempur,” katanya.

Abdullah mengatakan AS masih dapat mempertahankan beberapa misi termasuk melatih pasukan, sebagai penasihat di lapangan dan melancarkan serangan udara terhadap Taliban dan militan lainnya.

Sejauh ini lebih dari 2.400 pasukan AS dilaporkan tewas. AS mengirim pasukan ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001, karena menganggap Taliban melindungi Usamah bin Ladin.

Lebih dari 100.000 tentara pernah dikerahkan di Afghanistan, tetapi Washington menarik sebagian besar pasukannya pada 2014. Saat ini sekitar 14.000 tentara berada di negara itu dalam misi NATO.

BACA JUGA  Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

Abdullah, yang berdiri dalam pemilihan presiden Afghanistan pada Juli, membela aliansinya dengan Jenderal Abdul Rashid Dostum, yang disebut telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Ia mengatakan, partai Dostum Junbish-i Milli mendapat dukungan kuat di Afghanistan utara.

“Anda tidak dapat mengabaikan bagian dari populasi karena ada tuduhan terhadap orang ini atau orang itu,” katanya. “Kita tidak bisa hanya berharap orang pergi.”

Abdullah menantang Presiden Ashraf Ghani, yang mengalahkannya dalam pemilihan umum 2014 yang menurut Abdullah dinodai oleh penipuan. Mereka kemudian sepakat untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional dengan Ghani sebagai presiden dan Abdullah sebagai Kepala Eksekutif.

Sumber: Tolo News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fahri Hamzah: Enam Bulan Pasca Gempa, Korban Belum Dapat Rumah yang Dijanjikan Presiden

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa para korban gempa belum mendapat rumah yang dijanjikan.

Kamis, 24/01/2019 15:58 0

Indonesia

Update Banjir Sulsel: Puluhan Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa hingga saat ini puluhan orang meninggal akibat banjir di Sulawesi Selatan.

Kamis, 24/01/2019 15:45 0

Indonesia

Muncul Isu Aksi Terorisme Pasca Ustadz ABB Batal Bebas, Ini Kata Pengamat

Menurutnya, isu tersebut dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok oportunis untuk mendesain adanya aksi teror.

Kamis, 24/01/2019 10:14 0

Indonesia

Ditahan di Mako Brimob, Ahli Pidana Ini Pertanyakan Pembinaan yang Didapat Ahok

Ahli Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Rahardjo mempertanyakan pembinaan yang didapat Ahok selama ditahan di Mako Brimob

Rabu, 23/01/2019 23:31 0

Indonesia

Tim Advokasi GNPF Ulama: Setelah Bebas, Semoga Ahok Sadar

Ketua Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrullah Nasution berharap Ahok sadar setelah menjalani pidana karena menistakan agama Islam.

Rabu, 23/01/2019 23:17 0

Indonesia

Kemenag Tegaskan Kebijakan Biometrik Persulit Jamaah Haji Indonesia

Polemik penggunaan Biometrik untuk mendapatkan visa haji dan umrah terus berlanjut.

Rabu, 23/01/2019 23:08 0

Indonesia

Tidak Konsisten Soal Pembebasan Ustadz ABB, Pengacara dan Keluarga Adukan Jokowi ke DPR

Putra Abu Bakar Ba'asyir (ABB) bersama Tim Pengacara Muslim mendatangi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat bidang Polhukam, Fadli Zon, Rabu (23/01/2019) sore.

Rabu, 23/01/2019 22:59 0

Indonesia

Ustadz ABB Batal Bebas, Pengurus Ponpes Al-Mukmin Ngruki Kecewa

Ketua Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Islam Al Mukmin, Ngruki Ustadz Ibnu Chanifah menyatakan bahwa pihak pesantren dan warga sekitar sangat kecewa terkaitĀ  batalnya status bebas Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Rabu, 23/01/2019 22:11 0

Indonesia

Menag: Tidak Ada Pesantren Radikal

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan tak ada pondok pesantren radikal.

Rabu, 23/01/2019 21:56 0

Indonesia

Banjir Besar Landa Sulawesi Selatan, 53 Kecamatan Terendam

Banjir Besar Landa Sulawesi Selatan, 53 Kecamatan Terendam

Rabu, 23/01/2019 21:45 0

Close