Yordania Tingkatkan Hubungan Diplomatik dengan Rezim Assad

KIBLAT.NET, Amman – Yordania telah menunjuk duta besar pengganti untuk Suriah dalam upaya peningkatan hubungan diplomatik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, mengatakan bahwa diplomat akan segera bekerja di kedutaan besar di Damaskus.

“Keputusan itu sejalan dengan sikap Yordania sejak revolusi Suriah meletus pada 2011,” katanya, seperti dikutip Arab News, Selasa (22/01/2019).

Yordania menarik duta besarnya pada tahun 2011, tetapi hubungan diplomatik tidak pernah sepenuhnya terputus. Yordania juga memberikan dukungan kepada kelompok oposisi anti-Assad.

Dalam beberapa bulan terakhir telah ada tanda-tanda peningkatan hubungan. Pada Oktober, Yordania membuka kembali jalur perbatasan dengan Suriah yang telah ditutup selama tiga tahun. Rute ini pernah menghasilkan miliaran dolar perdagangan setiap tahun.

Pada bulan November, sebuah delegasi anggota parlemen Yordania melakukan perjalanan ke Damaskus dan bertemu Assad ntuk membahas cara-cara peningkatan hubungan.

Keputusan Yordania menjadi langkah terbaru dari negara-negara Arab untuk meningkatkan hubungan dengan rezim Bashar Assad. Bulan lalu, UEA membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus setelah tujuh tahun.

Muncul wacana bahwa Suriah akan diizinkan kembali ke liga Arab setelah diusir pada 2011. Bahrain juga berencana untuk membuka kembali kedutaan besarnya di ibu kota Suriah.

Presiden Sudan, Omar Al-Bashir, menjadi pemimpin negara Arab pertama yang mengunjungi Damaskus ketika ia melakukan perjalanan ke sana pada bulan Desember.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat