... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ustadz ABB Batal Bebas, Moeldoko: Presiden Minta Syarat Harus Dipenuhi

Foto: Kepala Staf Kantor Kepresidenan, Moeldoko

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyampaikan, upaya pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir tertunda karena tak dipenuhinya beberapa syarat dari sisi hukum. Syarat yang dimaksud yakni prinsip tetap setia kepada NKRI dan juga Pancasila.

“Intinya itu, Presiden memberikan pendekatan kemanusiaan tapi ada prinsip yang harus dipenuhi,” katanya, seperti dikutip dari Republika.co.id, Selasa (21/01/2019).

Moeldoko lalu menyebutkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

“Jadi presiden menekankan bahwa persyaratan itu harus dipenuhi. Bagaimana pendekatan hukumnya, bagaimana kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945, pada NKRI.‎ Persyaratan ini tidak bisa dinegosiasi,” katanya.

Dia menyampaikan bahwa alasan kesehatan dan usia telah menjadi pertimbangan Presiden. Kendati demikian, Presiden tetap mempertimbangkan persyaratan pembebasan lainnya, termasuk dari sisi hukum.

“Dari Presiden lebih jelas lagi bahwa dari sisi kemanusiaan, beliau sangat memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Tapi dari sisi yang lain Presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak bisa dikurangi,” jelas Moeldoko.

Meskipun pembebasan Ust. ABB ditunda, Moeldoko mengungkapkan pemerintah akan memastikan fasilitas kesehatan bagi Ust. ABB tetap dijamin dan tak akan berubah.

“Itu standar. Bahkan kita akan lebihkan kalau bisa dilebihkan. Untuk urusan kesehatan ya, ini urusan kemanusiaan, nggak bisa dikurangi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Jelang Hitung Akhir KPU, KAMMI Desak Bawaslu Selesaikan Pelanggaran Pemilu

Terkait pembebasan Ustadz ABB, Prof. Yusril Ihza Mahendra pada Sabtu (19/01/2019), mengungkapkan bahwa Presiden setuju untuk membebaskan tanpa syarat.

Yusril, yang menjadi kuasa hukum Jokowi menemuinya menjelang debat putaran pertama capres-cawapres. Dia mengungkapkan bahwa Jokowi meminta dirinya mencarikan solusi terkait pembebasan Ustadz ABB, karena syarat pembebasan tidak dipenuhi.

Yusril mengusulkan mengambil jalan tengah yaitu dengan mengendurkan syarat pembebasan. Menurutnya, sikap Ustadz ABB yang taat kepada Islam juga sama dengan menerima Pancasila.

“Saya bilang gini , ini namanya pembebasan bersyarat ada syaratnya, bagaimana kalau kita lunakkan, syaratnya. Ustadz Abu bilang kalau memang harus taat kepada pancasila, dan pancasila sejalan dengan Islam, kenapa tidak taat kepada Islam saja, beliau taat kepada Islam, dia menerima pancasila, selesai urusan,” ujar Yusril.

“Kita laksanakan saja itu prof,” ujar Yusril mengutip Jokowi saat menanggapi usulan yang ia sampaikan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Ustadz ABB Batal Bebas, Moeldoko: Presiden Minta Syarat Harus Dipenuhi”

  1. Raficacao80

    Hati hati php in orang tua apalagi ulama bisa kwalat lho,segera minta maaf.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

The Most Expensive Man

Faktanya dalam hitungan hari isu pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, membuat Amerika, Australia dan lainnya langsung bereaksi

Rabu, 23/01/2019 13:32 0

Suriah

Erdogan dan Putin Bertemu Pasca Trump Umumkan Tarik Pasukan

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan tentang Suriah di Moskow.

Rabu, 23/01/2019 11:18 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Salah dan Benar dalam Menyikapi Perselisihan Para Sahabat Nabi ﷺ

KIBLAT.NET - Al-Qur'an banyak menyebut keutamaan para sahabat Nabi ﷺ. Pada kenyataannya, di antara para sahabat pernah terjadi perselisihan, bahkan yang paling tajam sampan pada peperangan, seperti perang Jamal. Bagi umat Muslim belakangan seperti kita, ada sikap dan Erika berbicara yang benar. Masalah tersebut, dan beberapa pokok-pokok ajaran Islam yang disepakati oleh Ahli Sunnah wal Jamaah, dibahas dalam kajian ini. Redaktur: Salem

Rabu, 23/01/2019 11:12 0

Timur Tengah

Yordania Tingkatkan Hubungan Diplomatik dengan Rezim Assad

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, mengatakan bahwa diplomat akan segera bekerja di kedutaan besar di Damaskus.

Rabu, 23/01/2019 10:46 0

China

OKI Kembali Bahas Isu-isu Keislaman dengan China

Diskusi ini merupakan bagian kedua dari putaran pembicaraan politik antara OKI dan China. Diskusi pertama digelar di ibukota China, Beijing, pada akhir April 2015.

Rabu, 23/01/2019 09:32 0

Arab Saudi

Musik dan Nyanyian Sekarang Legal di Restoran di Arab Saudi

“Mulai hari ini, Badan Hiburan melegalkan pemutaran musik dan lagu di semua restoran di seluruh Saudi. Yang paling prioritas untuk warga Saudi,” kata Turki dalam peresmian pelegalan musik di kafe seperti dilansir Arabi21.com.

Rabu, 23/01/2019 08:40 0

Afghanistan

126 Tentara Tewas dalam Serangan Tiga Pejuang Taliban di Wardak

Setelah ledakan, dua pria bersenjata masuk kamp. Mereka membunuhi banyak tentara Afghanistan yang panik sebelum akhirnya ditembak mati.

Rabu, 23/01/2019 07:30 0

Philipina

Referendum Bangsamoro: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

BOL mengidentifikasi orang-orang Bangsamoro dianggap sebagai penduduk asli atau penduduk asli Mindanao, kepulauan Sulu dan pulau-pulau di sekitarnya pada saat munculnya penjajahan Spanyol

Selasa, 22/01/2019 12:25 0

Suriah

Ini yang Dilakukan Erdogan di Suriah Jika Rusia dan AS Tak Penuhi Janji

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta komitmen kepada Amerika Serikat dan Rusia atas janji yang mereka buat tentang Suriah.

Selasa, 22/01/2019 09:58 0

Suriah

Bom Kembali Hantam Konvoi Pasukan Koalisi Internasional, Satu Tentara AS Terluka

Media lokal Hasakah menyebutkan, bom bersumber dari mobil Hyundai tahun 1998. Lokasi mengalami kerusakan parah akibat ledakan itu.

Selasa, 22/01/2019 08:00 0

Close