OKI Kembali Bahas Isu-isu Keislaman dengan China

KIBLAT.NET, Beijing – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan menggelar diskusi selama sepakan dengan pemerintah komunis China. Diskusi ini membahas masalah Palestina, situasi di Afrika Utara dan Afghanistan, fenomena Islamofobia dan situasi minoritas Muslim.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan resmi OKI yang dikeluarkan pada Selasa (22/01). Diskusi ini merupakan bagian kedua dari putaran pembicaraan politik antara OKI dan China. Diskusi pertama digelar di ibukota China, Beijing, pada akhir April 2015.

OKI menjelaskan bahwa delegasinya yang dipimpin oleh Duta Besar sekaligus penasihat Sekretaris Jenderal Oki, Yousuf al-Dubaie, akan mengikuti diskusi putaran kedua di Beijing pada Rabu ini.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa tim delegasi ini akan membahas sejumlah persoalan dengan para pejabat Cina. Terutama mengenai perkembangan di Timur Tengah, khususnya Palestina, Al-Quds dan konflik Arab-Israel.

Pembicaraan juga akan membahas situasi di Afrika Utara dan Afghanistan, serta situasi komunitas Muslim dan komunitas di negara-negara non-anggota, masalah hak asasi manusia, Islamophobia dan perang melawan terorisme dan ekstremisme.

Delegasi OKI dalam putaran ini melibatkan Penasihat Sekretaris Jenderal untuk Urusan Politik, para pejabat dari Departemen Urusan Politik, minoritas dan komunitas Muslim, tim negosiator dan komunikasi, dan media.

Dalam putaran pertama dua tahun lalu, menurut pernyataan OKI, kedua pihak sepakat menindaklanjuti isu-isu minoritas Muslim di dunia, tanpa mencampuri urusan negara mereka.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat