... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenag Tegaskan Kebijakan Biometrik Persulit Jamaah Haji Indonesia

Foto: Salah satu suasana thawaf pada Haji 2017 (foto: Tony/Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Jakarta – Polemik penggunaan Biometrik untuk mendapatkan visa haji dan umrah terus berlanjut. Kementerian Agama mengatakan, pihaknya terus berusaha meyakinkan pemerintah Saudi untuk menunda pelaksanaan kebijakan tersebut di Indonesia.

“Kami terus meyakinkan pemerintah Saudi Arabia, tidak hanya kementrian luar negeri mereka, tapi juga kementrian Haji dan semua pihak yang memiliki keterkaitan dengan persoalan ini untuk menunda pelaksanaan biometriks sebagai syarat terbitnya Visa,” ujar Menteri Agama, Lukman Hakim kepada media pada Rabu sore.

Sebagai informasi, kebijakan biometrik adalah kebijakan pemerintah Saudi Arabia untuk proses identifikasi setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji ataupun umrah. Di negara lain kebijakan ini belum diterapkan. Hal ini karena Indonesia menjadi negara uji coba pertama kebijakan ini.

Tak hanya form nama seperti sebelumnya, pendaftaran biometrik juga menuntut calon jamaah untuk memindai sidik jari dan retina mata. Pemerintah Saudi berdalih, kebijakan ini demi keamanan dan penjamin identitas yang tidak bisa dipalsukan.

Lukman mengatakan, kebijakan tersebut sangat menyusahkan bila diterapkan di Indonesia. Pasalnya, rekam biometrik tak bisa dilakukan di semua Ibukota Provinsi.

“Yang dalam konteks Indonesia, ditengah wilayah yang sangat luas dan negara kepulauan seperti ini, itu amat sangat menyulitkan, menyusahkan jamaah-jamaah kita. Karena hanya untuk penerbitan visa dia harus melakukan perjalanan yang sangat jauh, sedang tidak di setiap ibukota provinsi tempat Biomatrik ini bisa dilakukan,” tutur Lukman

BACA JUGA  Muhammadiyah Tak Larang Anggotanya Ikut Reuni 212

Pemerintah Indonesia melalui kementerian Agama memang beberapa kali meminta kepada pemerintah Saudi untuk menunda kebijakan yang sepenuhnya menjadi otoritas Saudi tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu, pihak kementerian Agama juga sampai mendatangi Kementerian Urusan Haji Kerajaan Saudi di Makkah.

Saat ditanya mengenai respon Saudi, Lukman menyebut bahwa Kerajaan mengatakan akan mempertimbangkan ulang kebijakan tersebut.

“Mereka mempertimbangkan, mereka mendengar permintaan kita dan sekarang sedang mengkaji, mudah-mudahan pemerintah Saudi Arabia betul-betul memahami kesulitan jamaah haji kita, atau jamaah umroh kita ini,” tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Mayoritas Muslim Memilih untuk Menerima Otonomi Bangsamoro

Mayoritas suara “ya” datang dari provinsi Maguindanao dan Basilan di Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM).

Rabu, 23/01/2019 14:16 1

Opini

The Most Expensive Man

Faktanya dalam hitungan hari isu pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, membuat Amerika, Australia dan lainnya langsung bereaksi

Rabu, 23/01/2019 13:32 0

Suriah

Erdogan dan Putin Bertemu Pasca Trump Umumkan Tarik Pasukan

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan tentang Suriah di Moskow.

Rabu, 23/01/2019 11:18 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Salah dan Benar dalam Menyikapi Perselisihan Para Sahabat Nabi ﷺ

KIBLAT.NET - Al-Qur'an banyak menyebut keutamaan para sahabat Nabi ﷺ. Pada kenyataannya, di antara para sahabat pernah terjadi perselisihan, bahkan yang paling tajam sampan pada peperangan, seperti perang Jamal. Bagi umat Muslim belakangan seperti kita, ada sikap dan Erika berbicara yang benar. Masalah tersebut, dan beberapa pokok-pokok ajaran Islam yang disepakati oleh Ahli Sunnah wal Jamaah, dibahas dalam kajian ini. Redaktur: Salem

Rabu, 23/01/2019 11:12 0

Timur Tengah

Yordania Tingkatkan Hubungan Diplomatik dengan Rezim Assad

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, mengatakan bahwa diplomat akan segera bekerja di kedutaan besar di Damaskus.

Rabu, 23/01/2019 10:46 0

China

OKI Kembali Bahas Isu-isu Keislaman dengan China

Diskusi ini merupakan bagian kedua dari putaran pembicaraan politik antara OKI dan China. Diskusi pertama digelar di ibukota China, Beijing, pada akhir April 2015.

Rabu, 23/01/2019 09:32 0

Arab Saudi

Musik dan Nyanyian Sekarang Legal di Restoran di Arab Saudi

“Mulai hari ini, Badan Hiburan melegalkan pemutaran musik dan lagu di semua restoran di seluruh Saudi. Yang paling prioritas untuk warga Saudi,” kata Turki dalam peresmian pelegalan musik di kafe seperti dilansir Arabi21.com.

Rabu, 23/01/2019 08:40 0

Afghanistan

126 Tentara Tewas dalam Serangan Tiga Pejuang Taliban di Wardak

Setelah ledakan, dua pria bersenjata masuk kamp. Mereka membunuhi banyak tentara Afghanistan yang panik sebelum akhirnya ditembak mati.

Rabu, 23/01/2019 07:30 0

Philipina

Referendum Bangsamoro: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

BOL mengidentifikasi orang-orang Bangsamoro dianggap sebagai penduduk asli atau penduduk asli Mindanao, kepulauan Sulu dan pulau-pulau di sekitarnya pada saat munculnya penjajahan Spanyol

Selasa, 22/01/2019 12:25 0

Suriah

Ini yang Dilakukan Erdogan di Suriah Jika Rusia dan AS Tak Penuhi Janji

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta komitmen kepada Amerika Serikat dan Rusia atas janji yang mereka buat tentang Suriah.

Selasa, 22/01/2019 09:58 0

Close