... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Keluarga: Ada yang Memaksa Ustadz ABB Harus Bebas Bersyarat

Foto: Abdurrahim Baasyir

KIBLAT.NET, Jakarta – Kabar Ustadz Abu Bakar Baasyir tidak jadi dibebaskan telah sampai ke pihak keluarga. Abdurrahim, selaku putra bungsu, menjelaskan bahwa upaya pembebasan untuk ayahnya sejak awal adalah bebas murni, bukan bersyarat. Namun, ada pihak-pihak pemerintah yang tidak setuju.

“Melihat perkembangan di media, tampaknya beberapa kalangan kabinet pemerintah berusaha memaksakan bahwa pembebasan Abu Bakar Baasyir adalah pembebasan bersyarat,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (23/01/2019) dini hari.

Abdurrahim lalu menceritakan lebih lanjut tentang lobi yang dilakukan oleh Yusril Ihza Mahendra setelah mengunjungi Ustadz ABB.

“Yusril prihatin dengan kondisi Ustadz ABB. Lalu Yusril mengatakan, ‘Ustadz, saya akan mengusahakan semoga ustadz Abu Bakar Baasyir bisa bebas ke rumah’,” ujar Abdurrahim menceritakan pertemuan Yusril dengan ayahnya.

“Sampai pada tanggal 18 hari Jumat kemarin, Prof. Yusril kembali membesuk Ustadz Abu Bakar Baasyir kebetulan kami juga hadir. Saya dan kakak saya hadir, kemudian di situ kami duduk bersama, dan Prof. Yusril menyampaikan bahwasanya dia sudah berhasil melobi Presiden, Kapolri, Menkumham dan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Upaya bebas murni diupayakan karena bebas bersyarat diharuskan menandatangani beberapa surat-surat tertentu dan sebagainya. Abdurrahim mengatakan bahwa Yusril mengetahui Ustadz ABB tidak ingin menandatanganinya.

“Makanya kemudian dia berusaha untuk melobi pihak-pihak yang bisa mengambil kebijakan seputar masalah ini. Dia melihat bahwasannya Presiden bisa mengambil kebijakan ini, asalkan Presiden bisa sinkron dengan Kapolri, dengan Menkopolhukam, dengan Menkumham dan sebagainya,” terangnya.

BACA JUGA  Larangan Kampanye Libatkan Anak Dinilai Persulit Caleg Perempuan

Abdurrahim menekankan bahwa sebelum adanya kunjungan Yusril, sama sekali tidak ada pembicaraan soal pembebasan bersyarat. “Tidak ada sama sekali, pembebasan bersyarat tidak ada sama sekali pembicaraa soal itu,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Abdurrahim, di kemudian hari berkembang yang diberikan kepada Ustadz ABB adalah pembebasan bersyarat. Sehingga Ustadz ABB dipaksa menandatangani surat-surat tertentu.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Mayoritas Muslim Memilih untuk Menerima Otonomi Bangsamoro

Mayoritas suara “ya” datang dari provinsi Maguindanao dan Basilan di Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM).

Rabu, 23/01/2019 14:16 1

Opini

The Most Expensive Man

Faktanya dalam hitungan hari isu pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, membuat Amerika, Australia dan lainnya langsung bereaksi

Rabu, 23/01/2019 13:32 0

Suriah

Erdogan dan Putin Bertemu Pasca Trump Umumkan Tarik Pasukan

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan tentang Suriah di Moskow.

Rabu, 23/01/2019 11:18 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Salah dan Benar dalam Menyikapi Perselisihan Para Sahabat Nabi ﷺ

KIBLAT.NET - Al-Qur'an banyak menyebut keutamaan para sahabat Nabi ﷺ. Pada kenyataannya, di antara para sahabat pernah terjadi perselisihan, bahkan yang paling tajam sampan pada peperangan, seperti perang Jamal. Bagi umat Muslim belakangan seperti kita, ada sikap dan Erika berbicara yang benar. Masalah tersebut, dan beberapa pokok-pokok ajaran Islam yang disepakati oleh Ahli Sunnah wal Jamaah, dibahas dalam kajian ini. Redaktur: Salem

Rabu, 23/01/2019 11:12 0

Timur Tengah

Yordania Tingkatkan Hubungan Diplomatik dengan Rezim Assad

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, mengatakan bahwa diplomat akan segera bekerja di kedutaan besar di Damaskus.

Rabu, 23/01/2019 10:46 0

China

OKI Kembali Bahas Isu-isu Keislaman dengan China

Diskusi ini merupakan bagian kedua dari putaran pembicaraan politik antara OKI dan China. Diskusi pertama digelar di ibukota China, Beijing, pada akhir April 2015.

Rabu, 23/01/2019 09:32 0

Arab Saudi

Musik dan Nyanyian Sekarang Legal di Restoran di Arab Saudi

“Mulai hari ini, Badan Hiburan melegalkan pemutaran musik dan lagu di semua restoran di seluruh Saudi. Yang paling prioritas untuk warga Saudi,” kata Turki dalam peresmian pelegalan musik di kafe seperti dilansir Arabi21.com.

Rabu, 23/01/2019 08:40 0

Afghanistan

126 Tentara Tewas dalam Serangan Tiga Pejuang Taliban di Wardak

Setelah ledakan, dua pria bersenjata masuk kamp. Mereka membunuhi banyak tentara Afghanistan yang panik sebelum akhirnya ditembak mati.

Rabu, 23/01/2019 07:30 0

Philipina

Referendum Bangsamoro: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

BOL mengidentifikasi orang-orang Bangsamoro dianggap sebagai penduduk asli atau penduduk asli Mindanao, kepulauan Sulu dan pulau-pulau di sekitarnya pada saat munculnya penjajahan Spanyol

Selasa, 22/01/2019 12:25 0

Suriah

Ini yang Dilakukan Erdogan di Suriah Jika Rusia dan AS Tak Penuhi Janji

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta komitmen kepada Amerika Serikat dan Rusia atas janji yang mereka buat tentang Suriah.

Selasa, 22/01/2019 09:58 0

Close