Ditahan di Mako Brimob, Ahli Pidana Ini Pertanyakan Pembinaan yang Didapat Ahok

KIBLAT.NET, Jakarta – Ahli Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Rahardjo mempertanyakan pembinaan yang didapat Ahok selama ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sebab, selama ini Ahok tidak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan.

“Bila hukumannya di Mako Brimob, pembinaan apa yang didapat (Ahok) selama ada dalam lembaga pemasyarakatan tersebut? Adakah kunjungan dari para ahli pemasyarakatan dalam tugas pembinaan?,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (23/01/2019).

Ia menegaskan bahwa warga binaan sebagai narapidana perlu mengikuti program program yang terstruktur dan tranasparan. Jadi bagaimana model pelaksanannya, kata dia, apa privat dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pembinaan tersebut, dan masuk dalam anggaran siapa. Semua itu harus jelas.

“Harusnya transparan, apalagi bila ada yang khusus. Sehingga dapat dinilai kemanfaatannya. Dan tidak terkesan diskriminatif dalam pelaksanan hukuman,” tegasnya.

Trisno juga menekankan bahwa pembinaan sangat penting karena untuk mencapai tujuan pemidanaan dan menyiapkan narapidana kembali kemasyarakat. Semakin pendek masa penahanan, kat dia, maka pembinaan harus semakin kuat dan terstruktur metode pelaksanannya.

“Hal ini dilakukan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama warga binaan dapat memahami program pembinaan yang dilaksanakan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat