Ahok Bebas, Ahli Pidana: Kalau Ada yang Mengelu-elukan Berarti Tidak Paham Persoalan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa selesainya masa tahanan Ahok menunjukkan bahwa dia benar-benar bersalah. Maka, ia membantah jika hal itu kriminalisasi.

“Secara hukum dia jelas bersalah, buktinya dia bersalah dengan vonis itu. Upaya hukum juga dilakukan, banding dan sebagainya. Bukan kriminalisasi,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (23/01/2019).

“Jadi kalau ada orang yang mengelu-elukan itu salah kaprah terhadap persoalan karena vonisnya jelas,” sambungnya.

Nasrullah juga menegaskan bahwa tidak perlu berlebihan dalam meyambut kebebasan Ahok. Kalaupun ada euforia, kata dia, lebih baik digunakan untuk instropeksi.

“Yang penting tidak melakukan hal yang sama ketika mengantarkan Ahok ke Cipinang sampai jam 12 malam, tidak perlu ada sampai di jalan raya. Saya rasa itu berlebihan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan bebas pada Kamis, 24 Januari. Ahok akan keluar dari Rutan Mako Brimob setelah menjalani masa pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan 15 hari karena terbukti menistakan agama Islam.

“Jatuh tempo berakhirnya masa pidana yang bersangkutan adalah tanggal 24 Januari 2019 atau Kamis yang akan datang. Insyaallah akan dibebaskan di lokasi Mako Brimob Kelapa Dua,” ujar Kalapas Cipinang Andika Dwi Prasetya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat