... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Koruptor Musuh Bersama Masyarakat, Remisi 77 Bulan Eks Bos Century Dinilai Aneh

Foto: Mantan Bos Bank Century, Robert Tantular

KIBLAT.NET, Jakarta – Pembebasan bekas bos Bank Century, Robert Tantular yang dipenjara terkait kasus korupsi dinilai aneh. Pemberian remisi 77 bulan kepada koruptor yang divonis 15 tahun penjara itu memunculkan dugaan adanya mafia.

Pakar hukum Nasrulloh Nasution menilai remisi atau pemotongan masa tahanan 77 bulan kepada Robert Tantular tak wajar. Pasalnya kejahatan korupsi adalah persoalan besar di Indonesia, dan menjadi perhatian publik.

“Cukup aneh. Bila dikategorikan, 77 bulan itu setara mungkin hampir 7 tahun lah ya. Hampir separuh dari masa penahanan dia,” kata Nasrullah saat dihubungi Kiblat, Selasa (22/01/2019).

Menurutnya, para koruptor adalah musuh bersama bagi masyarakat Indonesia, sehingga sangat mengherankan jika remisi 77 bulan diberikan kepada Robert yang terlibat dalam korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp689,39 miliar.

Dia menambahkan kewenangan pemberian remisi ada pada Kementrian Hukum dan HAM. Karenanya, perlu ada evaluasi proses penerbitan remisi-remisi kepada narapidana korupsi.

Menurut Nasrullah, koruptor merupakan musuh bersama bagi masyarakat Indonesia, sehingga remisi panjang tersebut menimbulkan pertanyaan. Hal itu juga memunculkan dugaan adanya mafia di balik putusan remisi tersebut.

“Sekarang jangan-jangan ada mafia-mafia juga yang ada dibalik itu semua itu ya,” imbuh Nasrullah.

Remisi sebenarnya hal yang lumrah, yang biasa diberikan kepada narapidana setiap 17 Agustus dan di saat-saat tertentu. Meski begitu, proses remisi tersebut harus dipublikasikan, agar masyarakat tahu bagaimana prosesnya dan apa yang telah dilakukan oleh narapidana bersangkutan sehingga dia berhak mendapatkannya.

BACA JUGA  GP Ansor: Penanganan Terorisme Harus Libatkan Masyarakat

“Itu hak, tapi perlu dievaluasi secara ketat,” tandas Nasrullah.

Reporter: Syuja Assadullah
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Referendum Bangsamoro: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

BOL mengidentifikasi orang-orang Bangsamoro dianggap sebagai penduduk asli atau penduduk asli Mindanao, kepulauan Sulu dan pulau-pulau di sekitarnya pada saat munculnya penjajahan Spanyol

Selasa, 22/01/2019 12:25 0

Suriah

Ini yang Dilakukan Erdogan di Suriah Jika Rusia dan AS Tak Penuhi Janji

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta komitmen kepada Amerika Serikat dan Rusia atas janji yang mereka buat tentang Suriah.

Selasa, 22/01/2019 09:58 0

Suriah

Bom Kembali Hantam Konvoi Pasukan Koalisi Internasional, Satu Tentara AS Terluka

Media lokal Hasakah menyebutkan, bom bersumber dari mobil Hyundai tahun 1998. Lokasi mengalami kerusakan parah akibat ledakan itu.

Selasa, 22/01/2019 08:00 0

Suriah

White Helmets Tak Terpengaruh Perubahan Peta Kontrol Militer di Idlib

Seperti diketahui, HTS semakin mencekram Idlib setelah berhasil mengusir faksi-faksi lainnya

Selasa, 22/01/2019 07:06 0

Eropa

Italia: Prancis Penyebab Kemiskinan di Benua Afrika

Prancis menempatkan ribuan pasukannya di Mali setelah pejuang Islamis merebut wilayah luas di Negara itu pada 2012. Sementara Italia juga menerjunkan pasukannya untuk menjaga sumur-sumur minyak yang dikelolanya di Libya.

Selasa, 22/01/2019 06:21 0

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Dianggap Anti NKRI, Ini Jawaban Putranya

KIBLAT.NET- Pasca pembebasan Ust. Abu Bakar Baasyir, banyak sekali isu miring yang beredar tentang kebebasan...

Senin, 21/01/2019 20:39 0

Video News

Beredar Isu Miring Pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir, Ini Kata Putranya

KIBLAT.NET- Pasca pembebasan Ust. Abu Bakar Baasyir, banyak sekali isu miring yang beredar tentang kebebasan...

Senin, 21/01/2019 20:23 0

Afrika

Sergap Tentara PBB, AQIM: Ini Reaksi untuk Kunjungan Netanyahu ke Chad

Dalam serangan itu, 10 tentara berkebangsaan Chad tewas.

Senin, 21/01/2019 20:12 0

Eropa

Jerman Blokir Maskapai Iran Karena Diduga untuk Bantu Assad

Sumber senior pemerintah Jerman mengatakan, bahwa Berlin telah mencabut hak pendaratan Marhan Air karena dicurigai telah digunakan untuk tujuan militer oleh Garda Revolusi Iran.

Senin, 21/01/2019 19:31 0

Arab Saudi

Syaikh Ahmad al-Amari Meninggal Setelah Ditahan Pemerintah Saudi

Syaikh al-Amari ditangkap oleh otoritas Saudi pada Agustus lalu sebagai langkah kampanye penangkapan terhadap rekan-rekan Syaikh Safar al-Hawali.

Senin, 21/01/2019 17:58 0

Close