... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Italia: Prancis Penyebab Kemiskinan di Benua Afrika

Foto: Tentara Prancis di Afrika

KIBLAT.NET, Paris – Menteri Pembangunan Ekonomi Italia, De Mayo, menuduh Prancis penyebab kemiskinan di Afrika. Atas pernyataan itu, Paris memanggil kedutaan Italia untuk melayangkan protes keras.

Prancis dan Italia sama-sama negara “penjajah” Afrika. Mereka mengeruk sumber daya alam di benua hitam tersebut melalui perusahaan masing-masing. Namun wilayah jajahan Prancis lebih luas dan lebih besar.

De Mayo mengatakan, seperti dilansir Sky News Arabia pada Senin (21/01), bahwa ia berharap UE akan memberlakukan “sanksi” terhadap negara-negara yang menurutnya berada di belakang tragedi migran di Mediterania dengan “memindahkan” warga dari Afrika, dimulai dengan Prancis.

“Jika hari ini ada orang-orang yang pergi karena beberapa negara Eropa, Prancis pertama dan terutama penyebabnya karena belum berhenti menjajah puluhan negara Afrika,” kata De Mayo pejabat partai berkuasa sayap kanan ekstrim pimpinan Matteo Salveni.

Ia menambahkan bahwa Prancis membuatkan mata uang lokal untuk puluhan Negara di Afrika. Dengan uang tersebut, Prancis dapat mengendalikan ekonomi dan dapat digunakan untuk membayar utang-utang Negaranya.

“Jika Prancis tidak memiliki koloni Afrika, karena ini adalah sebutan yang tepat, Afrika akan menjadi negara ekonomi ke-15 di dunia, sementara koloni tersebut di antara yang pertama untuk melakukan apa yang dilakukannya di Afrika,” katanya.

Atas pernyataan ini, Kementerian Luar Negeri Perancis memanggil duta besar Italia untuk Prancis untuk memprotes pernyataan De Mayo. Menteri Perancis yang bertanggung jawab atas urusan Eropa, Natalie Lozou, mengatakan bahwa direktur kantor Kemenlu memanggil Iriza Castaldo, dubes Italia, setelah pernyataan yang tidak dapat diterima dan tidak dibenarkan yang dibuat oleh pejabat Italia.

Hubungan antara Roma dan Paris tegang sejak partai ekstrem mulai berkuasa di Italia pada Juni 2018.

De Mayo dan Menteri Dalam Negeri Italia Salveni sangat mendukung aksi protes “jaket kuning” terhadap kebijakan sosial Presiden Emmanuel Macron.

Salveni menuduh Macron berkuasa “melawan rakyatnya” dan bertindak lebih jauh dengan mengharapkan kepergiannya. “Semakin dekat dia pergi, semakin baik,” katanya.

Prancis menempatkan ribuan pasukannya di Mali setelah pejuang Islamis merebut wilayah luas di Negara itu pada 2012. Sementara Italia juga menerjunkan pasukannya untuk menjaga sumur-sumur minyak yang dikelolanya di Libya.

Sumber: Sky News Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pembebasan Ustadz ABB, Menko Polhukam: Presiden Perintahkan Kaji Lebih Mendalam

"Presiden memerintahkan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan kajian secara lebih mendalam dan komprehensif guna merespon permintaan tersebut,"

Senin, 21/01/2019 22:26 1

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Dianggap Anti NKRI, Ini Jawaban Putranya

KIBLAT.NET- Pasca pembebasan Ust. Abu Bakar Baasyir, banyak sekali isu miring yang beredar tentang kebebasan...

Senin, 21/01/2019 20:39 0

Video News

Beredar Isu Miring Pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir, Ini Kata Putranya

KIBLAT.NET- Pasca pembebasan Ust. Abu Bakar Baasyir, banyak sekali isu miring yang beredar tentang kebebasan...

Senin, 21/01/2019 20:23 0

Indonesia

Teknis Kepulangan Ustadz Abu Bakar Baasyir Ada di Pemerintah

"Ini semua ketentuan Allah, jika saya bebas ini ketentuan, kalau gak jadi, maka ini juga ketentuan Allah. Saya akan terima dengan sabar," kata Ustadz Abu.

Senin, 21/01/2019 20:07 0

Indonesia

TPM: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Tidak Pernah Dipidana Kasus Bom

"Jika dikaitkan degan Bom Bali, saya katakan Ustadz tidak pernah terbukti dalam bom mana pun. Jika tuduhan sudah, didakwa sudah, tapi tidak terbukti"

Senin, 21/01/2019 19:32 0

Indonesia

TPM Tegaskan Kabar Ustadz ABB Minta Dibebaskaan Usai Pilpres Hoaks

Ustadz Abu hanya meminta waktu pembebasannya diundur satu sampai dua hari, untuk membereskan barang-barang pribadinya di Lapas

Senin, 21/01/2019 18:31 0

Feature

Tahun 2018, Pendapatan App Store Ungguli Google Play

Namun pertumbuhan Google Play lebih pesat.

Senin, 21/01/2019 17:07 0

Indonesia

Bicara Diskriminasi Hukum, Mudzakir Singgung Kasus Bendera Tauhid

Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Mudzakir menilai bahwa penindakan pidana umum di era kepemimpinan Joko Widodo terjadi diskriminasi.

Senin, 21/01/2019 16:37 0

Video News

Kiblat Review: Nafsu Kekuasaan

KIBLAT.NET- Isu yang hangat di media pemberitaan dan media social saat ini adalah terkait dengan...

Senin, 21/01/2019 14:34 0

Indonesia

ISAC Sambut Baik Pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Tindakan mengubah status bebas bersyarat menjadi bebas murni terhadap UABB adalah langkah yang berani.

Senin, 21/01/2019 14:19 0

Close