... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wilayah Mayoritas Muslim di Filipina Memilih untuk UU Otonomi Bangsamoro

Foto: Bangsamoro.

KIBLAT.NET, Mindanao – Lebih dari dua juta orang Filipina dari wilayah selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim akan memutuskan undang-undang otonomi baru yang lebih untuk Bangsamoro.

Referendum tahap pertama digelar hari ini, Senin 21 Januari 2019. Diikuti oleh orang-orang di Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), Kota Isabela di Basilan, dan Kota Cotabato.

Sementara penduduk Lanao del Norte, Lanao del Norte, Tagoloan, Balo-i, Pantar, Munai, Tangcal, Nunungan, Cotabato utara (Aleosan, Carmen, Kabacan, Midsayap, Pigkawayan, Pikit, Tulunan) akan memilih pada 6 Februari mendatang.

UU Otonomi Bangsamoro bertujuan untuk menegakkan perjanjian damai tahun 2014 antara pemerintah dan MILF. Kelompok Islamis itu bersumpah untuk berhenti bertempur dengan Pemerintah Filipina dan menonaktifkan 30.000 pejuangnya sebagai imbalan.

Di bawah UU tersebut, sebuah entitas politik baru yang disebut Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) akan menggantikan Daerah Otonomi di Muslim Mindanao saat ini (ARMM) yang didirikan setelah kesepakatan tahun 1996 dengan kelompok pemberontak lain, Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).

BARMM akan menjadi bagian integral dari Filipina, wilayahnya akan memiliki pemerintahan parlementer yang beberapa orang anggap sebagai sejajar dengan pemerintah nasional, yang secara efektif membuatnya menjadi negara dalam sebuah negara.

Sumber: Inquirer
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ustadz ABB kepada Yusril: Saya Hanya Setia dan Patuh kepada Allah

"Saya hanya setia kepada Allah, saya hanya patuh kepada Allah, jadi tidak akan patuh kepada selain itu.

Senin, 21/01/2019 13:15 0

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Dibebaskan Tanpa Syarat, Ini Penjelasan Yusril

KIBLAT.NET- Penjelasan dari Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra terkait Ust. Abu...

Senin, 21/01/2019 12:37 0

Fikih

Syaikh Utsaimin: Boleh Meminta Jabatan, Asalkan…

di dalam Islam larangan meminta jabatan tidak berlaku mutlak, ada kondisi di mana seseorang diperbolehkan meminta jabatan, dan ini dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin

Senin, 21/01/2019 04:18 0

Wawancara

[Wawancara] Pernyataan Tidak Intervensi Hukum Timbulkan Efek Buruk Bagi Jokowi

Di era pemerintahan Jokowi ada bagian-bagian tertentu yang malah memperlemah proses penegakan hukum

Ahad, 20/01/2019 21:51 0

Konsultasi

Hukum Memindahkan Kuburan, Bolehkah?

Assalamualaikum, kepada redaksi Kiblat.net, apa hukumnya memindahkan kuburan karena perbedaan pilihan politik, sebagaimana yang ramai diberitakan?

Ahad, 20/01/2019 21:16 0

Opini

Formulasi Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

Dihubungkan dengan kenyataan usia ABB yang telah menginjak 80 (delapan puluh) tahun dan dengan kondisi kesehatan tidak stabil, menjadi relevan pertimbangan kemanusiaan untuk dijadikan alasan adanya kepentingan Negara

Ahad, 20/01/2019 19:53 0

Editorial

Menapaki Jejak Politik Yusuf Alaihissalam

Yusuf alaihissalam telah mengambil peluang jabatan di sebuah sistem yang tidak menerapkan hukum Allah.

Ahad, 20/01/2019 16:01 0

Indonesia

Jawab Tudingan Alumni Suriah, ACT: Sangat Tidak Berdasar

"Mereka kan ada di Damaskus, mungkin mereka cukup nyaman berada di wilayah kekuasaan Assad, sehingga kita paham juga kondisi mereka," kata Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur.

Ahad, 20/01/2019 14:30 3

Indonesia

Muslim Uighur Donasikan 5 Kapal untuk Nelayan Korban Tsunami di Lampung

Bantuan uang tunai ini diterima oleh AQL Peduli yang kemudian mempercayakan kepada One Care Lampung untuk pendistribusiannya.

Ahad, 20/01/2019 13:54 0

Indonesia

Kapan Sebenarnya Ust. ABB Akan Dibebaskan? Ini Jawaban TPM

Ustadz Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor, dalam waktu dekat.

Ahad, 20/01/2019 12:08 0

Close