... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ustadz ABB kepada Yusril: Saya Hanya Setia dan Patuh kepada Allah

Foto: Ustadz Abu Bakar Baasyir dan Yusril Ihza Mahendra.

KIBLAT.NET, Jakarta – Yusril Ihza Mahendra menjelaskan proses komunikasinya dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB). Menjelang pembebasannya, pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki tersebut menolak menandatangai pernyataan setia kepada Pancasila sebagai kelengkapan pembebasan bersyarat dan menegaskan hanya patuh kepada Allah.

Kabar pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berhembus kencang. Pembebasan kali ini digagas ahli hukum kondang Yusril Ihza Mahendra. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo, dan menyatakan telah ada kesepakatan pembebasan Ustadz ABB atas dasar kemanusiaan.

Dalam konferensi pers bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) di Jakarta Selatan Yusril menerangkan undang-undang Indonesia mengatur hak-hak narapidana, antara lain hak mendapatkan remisi, hak untuk mendapatkan bebas bersyarat, hak untuk mendapatkan cuti menjelang bebas. Ustadz ABB sudah memenuhi syarat mendapatkan haknya mendapat remisi pembebasan bersyarat.

“Haknya itu wajib ditunaikan oleh pemerintah, itu dari sisi hukumnya. Jadi tidak bisa dihalang-halangi hak-haknya,” ujar Yusril, Sabtu (19/01/2019).

Ustadz ABB, lanjut Yusril, sudah berhak mendapat pembebasan bersyarat karena sudah lebih dari 2/3 menjalani masa pidananya. Sepanjang menjalani masa pidana terorisme yang dijeratkan kepadanya, Ustadz ABB beberapa kali mendapatkan remisi, dengan total sekitar 36 bulan. Dia mendapat remisi karena berkelakuan baik, dan ABB berhak mendapatkan remisi itu sekaligus mendapat pembebasan bersyarat.

“Terlepas debat bahwa dia melakukan teror atau bukan, tapi secara hukum beliau sudah diputuskan inkrah dipidana karena kejahatan terorisme. Saya sendiri, hati saya tidak yakin beliau teroris. Ini keyakinan saya,” tegas Yusril.

BACA JUGA  Akhir Nasib Penguasa Tiran

Masalah pembebasan bersyarat ini menjadi panjang, karena ada syarat yang harus disetujui. Salah satu syaratnya adalah pernyataan setia kepada Pancasila, dan syarat ini ditolak Ustadz ABB

“Ustadz Abu katakan, saya tidak mau teken lebih baik saya tetap saja di tahanan sampai tahanan penjara berakhir. Nah inilah materi masalahnya,” ungkap Yusril.

Atas pendirian Ustadz ABB yang tidak mau meneken syarat itu, maka Yusril menghormati pendiriannya. Ketika Yusril mendatangi ABB di Lapas Gunung Sindur, Ustadz Abu juga mengatakan hal yang sama. “Pak Yusril, kalau saya disuruh bebas bersyarat disuruh tanda tangan setia kepada Pancasila, saya tidak akan tanda-tangani,” ujar Yusril menirukan pernyataan ABB.

Ketika ditanya Yusril terkait alasan penolakan tersebut, Ustadz ABB menjawab, “saya hanya setia kepada Allah, saya hanya patuh kepada Allah, jadi tidak akan patuh kepada selain itu. Saya hanya menyembah Allah saja, tidak kepada selainnya. Inilah jalan yang datang dari Tuhanmu, ikutilah jangan mengikuti jalan yang lain,” terang Yusrul, kembali menirukan penuturan Ustadz ABB.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu sempat menyampaikan argumen kepada Ustadz ABB bahwa Pancasila merupakan falsafah negara Indonesia. Pancasila, kata Yusril, sepanjang ditafsirkan sesuai dengan premis-premis Islam, makan sesuai dengan Islam.

“Kalau Pancasila sejalan dengan Islam, kenapa tidak patuh kepada Islamnya saja,” jawab ABB, sebagaimana diungkapkan Yusril.

BACA JUGA  Akhirnya, Fahri Hamzah Dirikan Partai Politik

Yusril pun mengaku paham dengan pikiran Ustadz ABB, karenanya dia tidak mau mendebat pemikiran itu. Atas pembicaraan tersebut dengan Ustadz ABB, Yusril pun menghadap ke Presiden Joko Widodo menjelang debat putaran pertama Capres-cawapres. Jokowi lantas meminta Yusril mencarikan solusinya, dan diusulkan jalan tengah dengan mengendurkan syarat pembebasan. Menurutnya, sikap Ustadz Abu yang taat kepada Islam juga sama dengan menerima Pancasila.

Setelah itu Yusril kembali mendatangi Ustadz ABB di Lapas Gunung Sindur. Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngurki itu kembali menanyakan perihal status pembebasannya, apakah jadi tahanan rumah. Yusril pun menjawab bahwa status Ustadz ABB bukan tahanan rumah. “Ustadz dibebaskan dengan syarat yang dimudahkan, bahkan tidak ada syaratnya. Dibebaskan, itu saja,” pungkas Yusril.

Reporter: Muhmmad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Dibebaskan Tanpa Syarat, Ini Penjelasan Yusril

KIBLAT.NET- Penjelasan dari Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra terkait Ust. Abu...

Senin, 21/01/2019 12:37 0

Afrika

Gerilyawan Sergap Pasukan PBB di Mali Utara, 10 Tewas

Pasukan penjaga perdamaian di bawah payung PBB dan pasukan Prancis ditempatkan di Mali utara untuk memerangi kelompok-kelompok pejuang Islam, yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di Sahel.

Senin, 21/01/2019 08:18 0

Palestina

Atas Permintaan AS, Otoritas Palestina Bebaskan Napi Kasus Jual Tanah Palestina

Ia divonis seumur hidup. Dia terbukti menjual tanah Palestina ke Israel secara ilegal

Senin, 21/01/2019 07:47 0

Fikih

Syaikh Utsaimin: Boleh Meminta Jabatan, Asalkan…

di dalam Islam larangan meminta jabatan tidak berlaku mutlak, ada kondisi di mana seseorang diperbolehkan meminta jabatan, dan ini dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin

Senin, 21/01/2019 04:18 0

Wawancara

[Wawancara] Pernyataan Tidak Intervensi Hukum Timbulkan Efek Buruk Bagi Jokowi

Di era pemerintahan Jokowi ada bagian-bagian tertentu yang malah memperlemah proses penegakan hukum

Ahad, 20/01/2019 21:51 0

Konsultasi

Hukum Memindahkan Kuburan, Bolehkah?

Assalamualaikum, kepada redaksi Kiblat.net, apa hukumnya memindahkan kuburan karena perbedaan pilihan politik, sebagaimana yang ramai diberitakan?

Ahad, 20/01/2019 21:16 0

Opini

Formulasi Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

Dihubungkan dengan kenyataan usia ABB yang telah menginjak 80 (delapan puluh) tahun dan dengan kondisi kesehatan tidak stabil, menjadi relevan pertimbangan kemanusiaan untuk dijadikan alasan adanya kepentingan Negara

Ahad, 20/01/2019 19:53 0

Suriah

Brigade Abu Amara Kembali Bergerak, Koyak Benteng Assad di Damaskus

Abu Amara juga mengumumkan telah meledakkan gudang utama milisi Syiah Brigade Al-Quds, yang berperang bersama milisi Assad di Aleppo.

Ahad, 20/01/2019 16:38 0

Editorial

Menapaki Jejak Politik Yusuf Alaihissalam

Yusuf alaihissalam telah mengambil peluang jabatan di sebuah sistem yang tidak menerapkan hukum Allah.

Ahad, 20/01/2019 16:01 0

Afghanistan

Hekmatyar Maju dalam Pencalonan Presiden Afghanistan

"Situasi negara kita membutuhkan pemerintahan pusat yang kuat yang dipimpin oleh presiden terpilih yang didukung oleh mayoritas orang," katanya dalam konferensi pers di Kabul.

Ahad, 20/01/2019 15:12 0

Close