... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

TPM: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Tidak Pernah Dipidana Kasus Bom

Foto: Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bersama Mahendradatta dan Ahmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM) (sumber foto; Twitter)

KIBLAT.NET, Jakarta – Tim Pengacara Muslim (TPM) memberi penjelasan terkait pemberitaan yang menyebut Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) terkait dengan teror bom di Indonesia. Dia tidak pernah dipidana terkait dengan aksi teror bom mana pun, meski beberapa kali dituduh terlibat.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Dewan Pembina TPM, M. Mahendradatta. “Jika dikaitkan degan Bom Bali, saya katakan Ustadz tidak pernah terbukti dalam bom mana pun. Jika tuduhan sudah, didakwa sudah, tapi tidak terbukti,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (21/01/2019).

Mahendradatta lantas menyebutkan sejumlah tuduhan di pengadilan yang mengaitkan Pengasuk Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu dengan serangan bom. Pertama, Ustadz ABB dituduh mendalangi Bom Bali 1. Setelah persidangan berakhir dia ditahan. Bukan karena terbukti mendalangi Bom Bali, namun Ustadz ABB saat itu dipenjara karena tersangkut masalah KTP di imigrasi. Pengadilan menjatuhkan vonis selama 18 bulan atau satu setengah tahun.

Tuduhan kedua adalah terkait teror bom JW Marriott. Ustadz ABB kembali menjalani pengadilan, namun di pengadilan kasasi pria yang kini berusia 81 tahun itu menang dan dinyatakan tidak terbukti bersalah.

“Ustadz (ABB) tidak pernah terbukti terhadap peristiwa teror pengeboman apapun. Memang kemarin-kemarin dikaitkan dengan teror Thamrin, namun kenyataannya selama ini ustadz berada di penjara super maksimum,” tandas Mahendradatta.

BACA JUGA  PKS Soroti Penggunaan Dana Abadi Pendidikan untuk Anggaran Penanganan Covid-19

Mahendradatta menambahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berbeda pendapat dengan trio bomber Bali. Dalam persidangan terdakwa ustadz Mukhlas, Ustadz ABB memberi pernyataan bahwa tidak akan memberi izin jika dirinya dimintai izin terkait aksi itu.

Sementara, penahanan yang dijalaninya saat ini terkait dituduh mendanai pelatihan militer di hutan Jalin, Janto, Aceh pada 2009. Belakangan instruktur kegiatan itu terlibat aksi terorisme. Mahendra menyebut Ustadz Abu pun tidak mengenalnya.

“Niat Ustadz (ABB) mendanai pelatihan itu adalah untuk latihan ke Palestina,” imbuh Mahendradatta.

Melengkapi penjelasan Mahendra, anggota TPM Ahmad Michdan menjelaskan bahwa Ustadz Abu memang menghimpun dana untuk disalurkan ke Palestina. Sekitar 500 Juta yang terkumpul disalurkan untuk membangun rumah sakit Indonesia di Palestina.

“Ada yang minta sumbangan waktu itu, sama Ustadz diberikan sekitar lima puluh juta untuk latihan mereka yang akan berangkat berjihad di Palestina,” tutur Michdan.

Aparat mengaitkan dana itu sebagai pendanaan gerakan teror. Dalam proses persidangan, pengadilan menjatuhkan vonis hukuman 15 tahun penjara kepada Ustadz Abu.

Terkait sikap Ustadz Abu yang menyatakan tak bersedia membuat dokumen pernyataan sebagai kelengkapan pelepasan bersyarat, Mahendradatta menegaskan penolakannya bukan semata karena harus menyatakan setia kepada Pancasila. Lebih dari itu, karena dokumen itu di dalamnya mencakup pernyataan dirinya harus mengakui bahwa telah menyesal dan tidak akan mengulangi lagi.

BACA JUGA  Surat Telegram Kapolri Soal Penginaan Presiden Berpotensi Penyalahgunaan Kekuasaan

“Disini Ustadz Abu sampai kapanpun tidak akan mengakui, karena dia merasa tidak bersalah,” kata Mahendradatta.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Jerman Blokir Maskapai Iran Karena Diduga untuk Bantu Assad

Sumber senior pemerintah Jerman mengatakan, bahwa Berlin telah mencabut hak pendaratan Marhan Air karena dicurigai telah digunakan untuk tujuan militer oleh Garda Revolusi Iran.

Senin, 21/01/2019 19:31 0

Arab Saudi

Syaikh Ahmad al-Amari Meninggal Setelah Ditahan Pemerintah Saudi

Syaikh al-Amari ditangkap oleh otoritas Saudi pada Agustus lalu sebagai langkah kampanye penangkapan terhadap rekan-rekan Syaikh Safar al-Hawali.

Senin, 21/01/2019 17:58 0

Feature

Tahun 2018, Pendapatan App Store Ungguli Google Play

Namun pertumbuhan Google Play lebih pesat.

Senin, 21/01/2019 17:07 0

Video News

Kiblat Review: Nafsu Kekuasaan

KIBLAT.NET- Isu yang hangat di media pemberitaan dan media social saat ini adalah terkait dengan...

Senin, 21/01/2019 14:34 0

Afghanistan

Taliban Kepung Ibukota Provinsi Sar-e Pol, Afghanistan Utara

“Situasi kemanan di provinsi Sar-e Pol umumnya kritis. Taliban berusaha menyerang daerah-daerah di dekat ibukota provinsi,” katanya seperti dilansir Reuters pada Ahad (20/01).

Senin, 21/01/2019 14:10 0

Suara Pembaca

Pangan Impor Petani Tekor

Impor bahan pangan di saat negara surplus bahan pangan dinilai mencekik petani.

Senin, 21/01/2019 13:35 0

Philipina

Wilayah Mayoritas Muslim di Filipina Memilih untuk UU Otonomi Bangsamoro

Lebih dari dua juta orang Filipina dari wilayah selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim akan memutuskan undang-undang otonomi baru yang lebih untuk Bangsamoro.

Senin, 21/01/2019 13:27 0

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Dibebaskan Tanpa Syarat, Ini Penjelasan Yusril

KIBLAT.NET- Penjelasan dari Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra terkait Ust. Abu...

Senin, 21/01/2019 12:37 0

Afrika

Gerilyawan Sergap Pasukan PBB di Mali Utara, 10 Tewas

Pasukan penjaga perdamaian di bawah payung PBB dan pasukan Prancis ditempatkan di Mali utara untuk memerangi kelompok-kelompok pejuang Islam, yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di Sahel.

Senin, 21/01/2019 08:18 0

Palestina

Atas Permintaan AS, Otoritas Palestina Bebaskan Napi Kasus Jual Tanah Palestina

Ia divonis seumur hidup. Dia terbukti menjual tanah Palestina ke Israel secara ilegal

Senin, 21/01/2019 07:47 0

Close