... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Syaikh Utsaimin: Boleh Meminta Jabatan, Asalkan…

Foto: Meminta Jabatan

KIBLAT.NET – Di era modern hari ini kita sering menyaksikan efek buruk meminta jabatan oleh mereka yang tidak pantas mengemban jabatan tersebut. sehingga yang terjadi kerusakan agama, rakyat dan timbul berbagai macam malapetaka lantaran diurusnya urusan kaum muslimin oleh orang-orang yang tidak layak.

Namun, di dalam Islam larangan meminta jabatan tidak berlaku mutlak, ada kondisi di mana seseorang diperbolehkan meminta jabatan, dan ini dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin. Berkata Syaikh Utsaimin rahimahullah terkait firman Allah tentang Nabi Sulaiman ‘alaihis salam :

وَهَبْ لِي مُلْكًا

“Dan berilah kepadaku kerajaan.” (QS. Shad : 35)

Terkait meminta jabatan para ulama berbeda pendapat, apakah boleh seseorang meminta jabatan, kedudukan atau yang semisalnya? Sebagian ulama ada yang mengatakan boleh meminta jabatan, sebagian yang lain mengatakan haram meminta jabatan, dan sebagian lain merincinya.

Pendapat mengatakan boleh, mereka berdalil dengan kisah Nabi Yusuf, ketika beliau berkata kepada raja Mesir :

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

“Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (QS. Yusuf : 55)

Nabi Yusuf meminta jabatan, (ini adalah syariat umat sebelum Nabi Muhammad) sedangkan syariat umat sebelum kita adalah syariat buat kita (umat Nabi Muhammad), selama tidak bertentangan dengan syariat kita.

Mereka juga berdalil dengan hadist Utsman bin Abil ‘Ash ketika berkata kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

اجْعَلْنِي إِمَامَ قَوْمِي ، قَالَ : أَنْتَ إِمَامُهُمْ

BACA JUGA  Komentari PMA Majelis Taklim, MUI Sumbar: Kenapa Umat Islam Selalu Ditarget?

“Jadikan aku sebagai pemimpin kaumku, Nabi menjawab : “Kamu adalah pemimpin mereka.” (HR. Ahmad no. 16270)

Sedang yang melarang meminta jabatan berdalil dengan hadist Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُوتِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا

“Janganlah kamu meminta jabatan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu karena engkau memintanya, engkau akan diberikan jabatan itu (tanpa pertolongan dari Allah). Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong (oleh Allah) dalam melaksanakan jabatan itu.” (HR. al-Bukhori no. 6622 dan Muslim no. 1652)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang meminta jabatan dan menjelaskan sebab larangannya bahwa siapa yang diberi jabatan lantaran memintanya, dia akan menanggung beratnya tugas sendirian tanpa pertolongan Allah, sedang siapa yang diberi jabatan tanpa memintanya, Allah pasti menolongnya dalam memikul jabatan tersebut.

Mereka berdalil juga dengan seorang laki-laki yang meminta kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadi gubernur, maka beliau bersabda :

إنَّا لاَ نُوَلِّى عَلَى هَذَا الْعَمَلِ أَحَدًا سَأَلَهُ وَلاَ أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya, Kami tak akan memberi amanah kekuasaan kepada seseorang yang memintanya, dan juga pada orang yang berambisi padanya.” (HR. Muslim no. 4821)

Hadist ini menunjukkan larangan meminta jabatan, jika ada orang yang memintanya maka dia bukanlah orang yang ahli untuk mengembannya.

BACA JUGA  Pengamanan Reuni 212 Tahun Ini Lebih Ketat, Ada Metal Detector di Setiap Pintu Masuk Monas

Sedang ulama yang lain merincinya, mereka berkata jika seseorang memintanya untuk memperbaiki yang telah rusak, maka hal itu boleh selama dia mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan itu, namun jika tidak mampu maka tidak boleh. Karena keselamatan itu bagi orang yang mencari aman.

Pendapat yang memerinci inilah yang tepat, karena dengannya terkumpul semua dalil. Sebagai contoh, seseorang jika melihat suatu jabatan diduduki oleh seseorang yang bukan ahlinya, baik karena cacat agamanya, kurang amanahnya atau cara memimpinnya dan dia mengetahui dirinya mampu untuk mengembannya dengan baik, atau minimal lebih baik dari orang yang sedang mendudukinya saat itu, maka tidak mengapa dia meminta jabatan tersebut. Karena keinginannya dalam hal itu berdasarkan niat untuk beramal shalih dan melakukan perbaikan, bukan hasrat pribadi.

Adapun jika tidak ada sebab, atau seseorang yang mengetahui dirinya lemah dan tidak mampu mengembannya, maka tidak boleh meminta jabatan. Wallahu a’lamu bissowab

Sumber: http://majles.alukah.net/t4/
Penerjemah: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wawancara

[Wawancara] Pernyataan Tidak Intervensi Hukum Timbulkan Efek Buruk Bagi Jokowi

Di era pemerintahan Jokowi ada bagian-bagian tertentu yang malah memperlemah proses penegakan hukum

Ahad, 20/01/2019 21:51 0

Konsultasi

Hukum Memindahkan Kuburan, Bolehkah?

Assalamualaikum, kepada redaksi Kiblat.net, apa hukumnya memindahkan kuburan karena perbedaan pilihan politik, sebagaimana yang ramai diberitakan?

Ahad, 20/01/2019 21:16 0

Opini

Formulasi Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

Dihubungkan dengan kenyataan usia ABB yang telah menginjak 80 (delapan puluh) tahun dan dengan kondisi kesehatan tidak stabil, menjadi relevan pertimbangan kemanusiaan untuk dijadikan alasan adanya kepentingan Negara

Ahad, 20/01/2019 19:53 0

Suriah

Brigade Abu Amara Kembali Bergerak, Koyak Benteng Assad di Damaskus

Abu Amara juga mengumumkan telah meledakkan gudang utama milisi Syiah Brigade Al-Quds, yang berperang bersama milisi Assad di Aleppo.

Ahad, 20/01/2019 16:38 0

Editorial

Menapaki Jejak Politik Yusuf Alaihissalam

Yusuf alaihissalam telah mengambil peluang jabatan di sebuah sistem yang tidak menerapkan hukum Allah.

Ahad, 20/01/2019 16:01 0

Afghanistan

Hekmatyar Maju dalam Pencalonan Presiden Afghanistan

"Situasi negara kita membutuhkan pemerintahan pusat yang kuat yang dipimpin oleh presiden terpilih yang didukung oleh mayoritas orang," katanya dalam konferensi pers di Kabul.

Ahad, 20/01/2019 15:12 0

Indonesia

Jawab Tudingan Alumni Suriah, ACT: Sangat Tidak Berdasar

"Mereka kan ada di Damaskus, mungkin mereka cukup nyaman berada di wilayah kekuasaan Assad, sehingga kita paham juga kondisi mereka," kata Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur.

Ahad, 20/01/2019 14:30 3

Indonesia

Muslim Uighur Donasikan 5 Kapal untuk Nelayan Korban Tsunami di Lampung

Bantuan uang tunai ini diterima oleh AQL Peduli yang kemudian mempercayakan kepada One Care Lampung untuk pendistribusiannya.

Ahad, 20/01/2019 13:54 0

Malaysia

Malaysia Tegas Larang Semua Orang Israel Masuki Negaranya

Mahathir mengatakan bahwa mayoritas rakyat Israel mendukung pemerintah mereka.

Ahad, 20/01/2019 13:31 0

Indonesia

Kapan Sebenarnya Ust. ABB Akan Dibebaskan? Ini Jawaban TPM

Ustadz Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor, dalam waktu dekat.

Ahad, 20/01/2019 12:08 0

Close