... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sergap Tentara PBB, AQIM: Ini Reaksi untuk Kunjungan Netanyahu ke Chad

Foto: Pejuang AQIM di Afrika/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Bomako – Organisasi Al-Qaidah Wilayah Islam Maghrib (AQIM), Ahad (20/01), mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 10 tentara pasukan PBB berkewarganegaraan Chad di Mali. AQIM menegaskan bahwa serangan tersebut sebagai “reaksi” atas kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Chad.

“Serangan itu terjadi sebagai tanggapan atas kunjungan perdana menteri Israel (pada Ahad) ke Chad,” kata pernyataan AQIM seperti dilansir AFP.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterich, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sedikitnya 10 tentara Chad dari pasukan PBB tewas dan 25 lainnya luka-luka dalam serangan jihadis pada Ahad di timur laut Mali.

Guterich mengecam serangan terhadap pangkalan PBB di Agelhoek dekat Kidal itu. Daerah tersebut merupakan kawasan yang paling rentan dari ancaman pejuang jihadis meskipun pasukan internasional telah diterjunkan.

Netanyahu tiba di ibukota Chad, N’Djamena, pada Ahad dan menggelar pertemuan dengan presiden. Kedua Negara sepakat dimulainya kembali hubungan diplomatik antara kedua negara sejak 1972.

Lebih dari 13.000 pasukan penjaga perdamaian dikerahkan di Mali sebagai bagian dari misi PBB. PBB mengintervensi Mali setelah pejuang Islam mengambil kendali Mali utara pada 2002.

Pemerintah Bamako dan kelompok-kelompok bersenjata menandatangani perjanjian damai pada 2015 yang bertujuan memulihkan stabilitas Mali, menyusul kembalinya Mali utara ke tangan pemerintah.

Namun kesepakatan itu gagal menghentikan kekerasan oleh militan Islam yang juga melancarkan serangan di Burkina Faso dan Niger. Kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaidah dan kelompok-kelompok Islamis lainnya menilai kesepakatan itu penjajahan.

BACA JUGA  Tujuh Tentara PBB Tewas dan Terluka Dalam Dua Serangan Berbeda di Mali

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Teknis Kepulangan Ustadz Abu Bakar Baasyir Ada di Pemerintah

"Ini semua ketentuan Allah, jika saya bebas ini ketentuan, kalau gak jadi, maka ini juga ketentuan Allah. Saya akan terima dengan sabar," kata Ustadz Abu.

Senin, 21/01/2019 20:07 0

Indonesia

TPM: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Tidak Pernah Dipidana Kasus Bom

"Jika dikaitkan degan Bom Bali, saya katakan Ustadz tidak pernah terbukti dalam bom mana pun. Jika tuduhan sudah, didakwa sudah, tapi tidak terbukti"

Senin, 21/01/2019 19:32 0

Indonesia

TPM Tegaskan Kabar Ustadz ABB Minta Dibebaskaan Usai Pilpres Hoaks

Ustadz Abu hanya meminta waktu pembebasannya diundur satu sampai dua hari, untuk membereskan barang-barang pribadinya di Lapas

Senin, 21/01/2019 18:31 0

Feature

Tahun 2018, Pendapatan App Store Ungguli Google Play

Namun pertumbuhan Google Play lebih pesat.

Senin, 21/01/2019 17:07 0

Indonesia

Bicara Diskriminasi Hukum, Mudzakir Singgung Kasus Bendera Tauhid

Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Mudzakir menilai bahwa penindakan pidana umum di era kepemimpinan Joko Widodo terjadi diskriminasi.

Senin, 21/01/2019 16:37 0

Video News

Kiblat Review: Nafsu Kekuasaan

KIBLAT.NET- Isu yang hangat di media pemberitaan dan media social saat ini adalah terkait dengan...

Senin, 21/01/2019 14:34 0

Indonesia

ISAC Sambut Baik Pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Tindakan mengubah status bebas bersyarat menjadi bebas murni terhadap UABB adalah langkah yang berani.

Senin, 21/01/2019 14:19 0

Indonesia

Ahli Hukum Pidana: Penyiraman Novel Baswedan Adalah Kasus Serius

Prof. Mudzakir mengatakan, ada masalah dalam penegakan hukum di era pemerintahan Joko Widodo.

Senin, 21/01/2019 14:09 0

Suara Pembaca

Pangan Impor Petani Tekor

Impor bahan pangan di saat negara surplus bahan pangan dinilai mencekik petani.

Senin, 21/01/2019 13:35 0

Indonesia

Ustadz ABB kepada Yusril: Saya Hanya Setia dan Patuh kepada Allah

"Saya hanya setia kepada Allah, saya hanya patuh kepada Allah, jadi tidak akan patuh kepada selain itu.

Senin, 21/01/2019 13:15 0

Close