... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jerman Blokir Maskapai Iran Karena Diduga untuk Bantu Assad

Foto: Maskapai Iran, Mahan Air.

KIBLAT.NET, Berlin – Jerman melarang sebuah maskapai penerbangan Iran terbang di wilayahnya karena digunakan untuk mengangkut senjata dan penasihat bagi Presiden Bashar Assad di Suriah.

Sumber senior pemerintah Jerman mengatakan, bahwa Berlin telah mencabut hak pendaratan Mahan Air karena dicurigai telah digunakan untuk tujuan militer oleh Garda Revolusi Iran dan juga dengan alasan keselamatan.

“Tindakan itu bukan merupakan pengenaan sanksi umum terhadap Iran,” kata sumber itu kepada Reuters, Senin (21/01/2019).

Penarikan lisensi operasi Marhan, pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Sueddeutsche Zeitung dan penyiar publik NDR dan WDR. Pemblokiran ini mengikuti kampanye Amerika Serikat, yang pertama kali mendaftarkan maskapai menjadi target sanksi pada tahun 2011.

Pada bulan September, Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell, mengaku keberatan karena maskapai tersebut terus beroperasi di Jerman. “Mahan Air secara rutin menerbangkan para pejuang dan material ke Suriah untuk menopang rezim Assad,” katanya melalui cuitan di Twitter.

Negara-negara Eropa berusaha mengikuti sanksi AS yang berkelanjutan terhadap Iran sejak Presiden Donald Trump tahun lalu menarik Washington dari perjanjian non-proliferasi nuklir yang telah dicapai dengan Teheran di bawah pendahulunya Barack Obama.

Bersama dengan Iran, para penandatangan perjanjian lainnya -Jerman, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina- berusaha untuk menjalin hubungan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

TPM Tegaskan Kabar Ustadz ABB Minta Dibebaskaan Usai Pilpres Hoaks

Ustadz Abu hanya meminta waktu pembebasannya diundur satu sampai dua hari, untuk membereskan barang-barang pribadinya di Lapas

Senin, 21/01/2019 18:31 0

Feature

Tahun 2018, Pendapatan App Store Ungguli Google Play

Namun pertumbuhan Google Play lebih pesat.

Senin, 21/01/2019 17:07 0

Indonesia

Bicara Diskriminasi Hukum, Mudzakir Singgung Kasus Bendera Tauhid

Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Mudzakir menilai bahwa penindakan pidana umum di era kepemimpinan Joko Widodo terjadi diskriminasi.

Senin, 21/01/2019 16:37 0

Video News

Kiblat Review: Nafsu Kekuasaan

KIBLAT.NET- Isu yang hangat di media pemberitaan dan media social saat ini adalah terkait dengan...

Senin, 21/01/2019 14:34 0

Indonesia

ISAC Sambut Baik Pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Tindakan mengubah status bebas bersyarat menjadi bebas murni terhadap UABB adalah langkah yang berani.

Senin, 21/01/2019 14:19 0

Indonesia

Ahli Hukum Pidana: Penyiraman Novel Baswedan Adalah Kasus Serius

Prof. Mudzakir mengatakan, ada masalah dalam penegakan hukum di era pemerintahan Joko Widodo.

Senin, 21/01/2019 14:09 0

Suara Pembaca

Pangan Impor Petani Tekor

Impor bahan pangan di saat negara surplus bahan pangan dinilai mencekik petani.

Senin, 21/01/2019 13:35 0

Indonesia

Ustadz ABB kepada Yusril: Saya Hanya Setia dan Patuh kepada Allah

"Saya hanya setia kepada Allah, saya hanya patuh kepada Allah, jadi tidak akan patuh kepada selain itu.

Senin, 21/01/2019 13:15 0

Video News

Ust. Abu Bakar Ba’asyir Dibebaskan Tanpa Syarat, Ini Penjelasan Yusril

KIBLAT.NET- Penjelasan dari Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra terkait Ust. Abu...

Senin, 21/01/2019 12:37 0

Fikih

Syaikh Utsaimin: Boleh Meminta Jabatan, Asalkan…

di dalam Islam larangan meminta jabatan tidak berlaku mutlak, ada kondisi di mana seseorang diperbolehkan meminta jabatan, dan ini dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin

Senin, 21/01/2019 04:18 0

Close