... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Sunnatullah Pembebasan Ust. ABB

Foto: Ustadz Abu Bakar Baasyir di RSCM.

Penulis: Tony Syarqi

 

Ustadz ABB bebas itu sudah ketentuan Allah. Usia yang sudah sepuh membuat kondisi kesehatan beliau menurun. Masa hukuman yang beliau jalani memang sudah cukup membuat beliau bebas. Tapi bebas bersyarat. Ada syaratnya, yaitu ikrar kesetiaan kepada Pancasila.

Ustadz ABB berpandangan ikrar seperti itu mengganggu akidah tauhid dan prinsip yang selama ini ia pegang. Ia memilih tetap meringkuk dalam dinginnya sel super maximum security ketimbang main “cincay” dalam masalah akidah. Sudah sunnatullah, Allah akan menyisakan manusia seteguh (sebagian orang membaca: se-radikal) Ust. ABB di akhir zaman yang penuh fitnah ini.

Lalu Pak Yusril melobi Presiden Jokowi agar beliau dibebaskan tanpa syarat dan ikrar seperti itu. Pak Jokowi setuju. Alasan yang dikemukakan: kemanusiaan. Meski mereka berdua yakin banyak orang yang tidak percaya dengan alasan itu. Keyakinan itu pun terbukti. Media sosial penuh cibiran dan nyinyiran. Mungkin karena ada catatan sebelumnya tentang kiprah Pak Jokowi.

Itu juga sudah sunnatullah di tahun politik seperti sekarang ini. Sebagaimana sunnatullah juga, akidah tauhid pasti bakal menang. Apalagi kok cuma berhadapan dengan ikrar-ikraran buatan manusia seperti di atas. Caranya beragam dan bisa tak terduga seperti “kemenangan” Yusuf alaihissalam atas makar saudara-saudaranya. Cuma perlu waktu dan pengorbanan saja.

Pihak keluarga menyambut gembira. Sudah sekian lama usaha membebaskan suami, ayah dan kakek mereka atas alasan kemanusiaan, mentok di tembok birokrasi yang penuh kecurigaan. Sebagai manusia (apalagi Muslim), mereka mengucapkan terimakasih kepada pemerintah.

BACA JUGA  Kematian Mengintai Para Tahanan Politik di Penjara Mesir, Ini Sebabnya

Wajar saja. Dulu, Abdullah bin Khudzafah mau cium kening Kaisar Romawi ketika ia bersama sejumlah tawanan Muslim dibebaskan. Ya, cuma cium kening saja, tak ada deal-deal khusus memilih kaisar untuk periode berikutnya. Jadi berterimakasih kepada siapapun yang memberikan kebaikan adalah sunnatullah pada diri manusia normal.

Kalau Australia dan negara-negara tertentu marah atas putusan bebas ini, ya sunnatullah juga. Mereka hanya orang-orang kafir yang sedang memainkan peran sebagai lawan Islam dan para tokohnya. Dalih dan kedoknya bisa beragam: ya teroris, lah… radikal, lah… atau istilah lain. Istilah yang sering dipakai Al-Quran: Asmaa’ sammaitumuha antum wa abaa’ukum.

Sebagaimana sudah sunnatullah juga kelompok yang gerah dengan upaya penegakan syariat Islam pasti bermuram durja atas keputusan ini. Mereka lalu membandingkan dengan sederet terdakwa penista agama yang masih meringkuk di jeruji besi. Sayang, hingga tulisan ini dibuat, penulis belum tahu kabar Pak Luhut, Pak Tito dan Pak Yasonna terkait hal ini.

Bisa jadi turut bermuram durja, tapi bisa juga tidak. Sebab, bapak-bapak di atas punya perkiraan bebasnya Ust. ABB tidak akan menumbuhkan aksi (yang mereka sebut) terorisme. Mungkin karena, bagi bapak-bapak tersebut, JAT selaku organisasi Ust. ABB sudah divonis terlarang. Kantong-kantong jihadis melemah, dan menyisakan kelompok tanpa kepemimpinan yang solid dan jelas. Mungkin, lho ya…

BACA JUGA  Jejak Perjuangan Syaikh Ahmad Surkati di Tanah Betawi

Jadi, mari rayakan semua sunnatullah ini. Ayo sertai keluarga besar Ust. ABB dan Pondok Al-Mukmin Ngruki dalam kegembiraan yang kini sedang tumbuh mekar dalam diri mereka. Rayakan, tanpa khawatir dampaknya pada #2019GantiPresiden maupun #2019TetapJokowi. Karena bebasnya Ust. ABB ini memberi pelajaran penting: Kalau Allah berkehendak, siapa bisa menolak?

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Menyibak Mitos Milenial

Demikian berpengaruhnya daya sihir milenial dengan segala atributnya, membuat politisi berakrobat memikat simpati millenial. Hal-hal yang tak masuk akal pun dilakukan demi mendekati mereka.

Sabtu, 19/01/2019 21:45 0

Video News

BEM SI Tuntut Debat Capres-Cawapres Digelar di Kampus

KIBLAT.NET- Badan Eksekutif Mahasiswa-Seluruh Indonesia (BEM-SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta...

Sabtu, 19/01/2019 14:22 0

Video News

Densus 88: Radikalisme Ada di Semua Agama

KIBLAT.NET- Kabagbanops Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. R. Ahmad Nurwahid SE. M.M mengatakan bahwa...

Sabtu, 19/01/2019 14:14 0

Manhaj

Ambisi Kekuasaan dalam Perspektif Islam

Sepekan yang lalu kita dikejutkan dengan adanya seorang caleg yang meminta kepada keluarganya untuk memindahkan kuburan.

Sabtu, 19/01/2019 10:07 0

Amerika

PBB Intensif Pantau Perkembangan Idlib Pasca Perluasan Kontrol HTS

“Belum jelas saat ini pengaruh kontrol penuh HTS atas Idlib,” kata Dujarric dalam konferensi pers di kantornya di New York.

Sabtu, 19/01/2019 07:14 0

Suriah

Gudang Amunisi HTS Jadi Sasaran Bom Mobil

SOHR melaporkan bahwa ledakan tersebut bersumber dari bom yang diletakkan di mobil. Diduga bom itu untuk menargetkan gudang senjata HTS.

Sabtu, 19/01/2019 06:12 0

Indonesia

Sempat Tuai Kontroversi, Dina Sulaeman Tetap Hadir di Bedah Buku Prahara Suriah

Meski sempat menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai masyarakat, Dinna Y Sulaiman tetap hadir dalam acara bedah buku "Prahara Suriah"

Sabtu, 19/01/2019 01:39 1

Indonesia

Kabagbanops Densus 88: Radikal Itu Mindset, Disebut Teroris Kalau Lakukan Teror

Jadi kalau kita bicara radikal, radikal itu mindset, ideologi yang ada di kepala.

Sabtu, 19/01/2019 00:26 0

Indonesia

Tak Tangani OPM sesuai UU Anti Terorisme, Densus 88: Undang-undangnya Ada Sendiri

ia juga menyebut OPM tidak tepat bila diterapkan UU Anti Terorisme.

Sabtu, 19/01/2019 00:00 0

Amerika

Selamat dari Serangan 9/11, Pria AS Ini Bernasib Tewas di Tangan Al-Shabaab

Ia selamat karena kereta bawah tanah yang ia naiki saat itu mengalami keterlambatan.

Jum'at, 18/01/2019 21:10 0

Close