... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muslim Uighur Donasikan 5 Kapal untuk Nelayan Korban Tsunami di Lampung

Foto: Perwakilan dari AQL Peduli dan One Care menyalurkan bantuan dari Muslim Uighur untuk korban tsunami di Lampung.

KIBLAT.NET, Lampung- Muslim Uighur yang berada Turki menyalurkan bantuan kepada korban tsunami di Lampung pada Sabtu (19/01/2019). Difasilitasi AQL Peduli yang bekerjasama dengan One Care, Uighur menyerahkan bantuan tunai yang digunakan untuk mendanai pembuatan 5 unit kapal nelayan berukuran besar disertai perlengkapan yang dibutuhkan.

Kapal-kapal itu akan diserahkan kepada lima kelompok nelayan di 5 titik yaitu Desa Way Muli Induk, Desa Wai Muli Timur, Desa Kunjir dan Desa Sukaraja, Kabupaten Lampung Selatan. Kelima daerah tersebut merupakan kawasan terdampak tsunami di Lampung.

Bantuan uang tunai ini diterima oleh AQL Peduli yang kemudian mempercayakan kepada One Care Lampung untuk pendistribusiannya.

Perlu diketahui, nasib Muslim Uighur saat ini mengalami penindasan dari negara Cina. Sekelompok kecil dari mereka telah tinggal dan menetap di Turki demi keselamatan.

Perwakilan AQL Peduli, Firman menuturkan,”Kita ketahui bersama bahwa Muslim Uighur sekarang sedang tertindas dan terzalimi. Tapi mereka justru memberikan donasi kepada masyarakat Indonesia yang terkena dampak tsunami Selat Sunda. Mereka dengan komunitasnya 35 juta orang memberikan donasi sebesar 50.000 USD, yang mana 30.000 lewat kami.”

Sementara itu, perwakilan One Care Lampung, Ridwan Ababil berharap, rakyat Indonesia tidak melupakan Muslim Uighur. Ia meminta agar selalu mendoakan Muslim Uighur dan korban tsunami di Selat Sunda.

“Semoga Muslim Uighur setiap kehidupannya diberikan kebaikan, senantiasa terjaga aktifitasnya. Semoga pula para nelayan korban tsunami Selat Sunda dapat menikmati bantuan dari Muslim Uighur,” tukasnya.

BACA JUGA  Dapat Tekanan, Korban Tragedi 21-22 Mei Melapor ke LPSK

Reporter: Syafei Irman
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Malaysia Tegas Larang Semua Orang Israel Masuki Negaranya

Mahathir mengatakan bahwa mayoritas rakyat Israel mendukung pemerintah mereka.

Ahad, 20/01/2019 13:31 0

Opini

Sunnatullah Pembebasan Ust. ABB

Ustadz ABB bebas itu sudah ketentuan Allah.

Ahad, 20/01/2019 10:21 0

Artikel

Menyibak Mitos Milenial

Demikian berpengaruhnya daya sihir milenial dengan segala atributnya, membuat politisi berakrobat memikat simpati millenial. Hal-hal yang tak masuk akal pun dilakukan demi mendekati mereka.

Sabtu, 19/01/2019 21:45 0

Video News

BEM SI Tuntut Debat Capres-Cawapres Digelar di Kampus

KIBLAT.NET- Badan Eksekutif Mahasiswa-Seluruh Indonesia (BEM-SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta...

Sabtu, 19/01/2019 14:22 0

Video News

Densus 88: Radikalisme Ada di Semua Agama

KIBLAT.NET- Kabagbanops Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. R. Ahmad Nurwahid SE. M.M mengatakan bahwa...

Sabtu, 19/01/2019 14:14 0

Manhaj

Ambisi Kekuasaan dalam Perspektif Islam

Sepekan yang lalu kita dikejutkan dengan adanya seorang caleg yang meminta kepada keluarganya untuk memindahkan kuburan.

Sabtu, 19/01/2019 10:07 0

Amerika

PBB Intensif Pantau Perkembangan Idlib Pasca Perluasan Kontrol HTS

“Belum jelas saat ini pengaruh kontrol penuh HTS atas Idlib,” kata Dujarric dalam konferensi pers di kantornya di New York.

Sabtu, 19/01/2019 07:14 0

Suriah

Gudang Amunisi HTS Jadi Sasaran Bom Mobil

SOHR melaporkan bahwa ledakan tersebut bersumber dari bom yang diletakkan di mobil. Diduga bom itu untuk menargetkan gudang senjata HTS.

Sabtu, 19/01/2019 06:12 0

Amerika

Selamat dari Serangan 9/11, Pria AS Ini Bernasib Tewas di Tangan Al-Shabaab

Ia selamat karena kereta bawah tanah yang ia naiki saat itu mengalami keterlambatan.

Jum'at, 18/01/2019 21:10 0

Eropa

Peraturan Jabat Tangan untuk Dapat Kewarganegaraan Denmark Mulai Diterapkan

Para ahli hukum menilai bahwa "keputusan untuk berjabat tangan" sangat mirip dengan hukum pelarangan kerudung.

Jum'at, 18/01/2019 20:34 0

Close