... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Hukum Memindahkan Kuburan, Bolehkah?

Foto: Memindahkan Kuburan

Pertanyaan: Assalamualaikum, kepada redaksi Kiblat.net, apa hukumnya membongkar kuburan karena perbedaan pilihan politik, sebagaimana yang ramai diberitakan?

Jawaban:

Saudara penanya yang dirahmati Allah, dalam Islam perlakuan terhadap mayit harus dijaga dan ada adab-adabnya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كَسْرُ عَظْمِ اْلمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

Memecahkan (merusak) tulang seorang yang telah meninggal sama seperti memecahkannya (merusak) ketika masih hidup. (HR. Ibn Majah no. 1616)

Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan dalam Fathul Bari :

يُستفاد من هذا الحديث أنَّ حرمة المؤمن بعد موته باقية كما كانت في حياته

“Faidah dari hadist ini bahwa kehormatan seorang mukmin tetap (tidak hilang) seperti saat masih hidup.” (Fathul Bari, 9/113)

Di antara adab terhadap mayit adalah tidak memindahkan kuburannya., Jumhur Ulama berpendapat bahwa hukum memindahkan kubur mayit adalah haram. Disebutkan dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah bahwa Madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hanbali secara mutlak tidak membolehkan memindahkan mayit yang telah dikuburkan. (Mausu’ah Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 21/9).

Boleh Membongkar Kuburan dengan Syarat

Namun, jika terpaksa dipindahkan maka boleh saja. Hal ini tentunya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Karena memindahkan mayit yang telah dikubur juga pernah terjadi pada masa sahabat :

عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ دُفِنَ مَعَ أَبِي رَجُلٌ فَلَمْ تَطِبْ نَفْسِي حَتَّى أَخْرَجْتُهُ فَجَعَلْتُهُ فِي قَبْرٍ عَلَى حِدَةٍ

“Dari Abu Nadhrah, dari Jabir ia berkata, seorang laki-laki dikuburkan bersama dengan bapakku, namun  perasaanku tidak enak, hingga akhirnya aku keluarkan beliau dari kuburan dan aku kuburkan beliau dalam satu liang kubur sendiri.” (HR. al-Bukhari no. 1352)

Mazhab Maliki membolehkannya dengan syarat tertentu. Sebagaimana disebutkan dalam Fiqh ‘Ala Madzahibil Arba’ah :

الْمَالِكِيِّةُ قَالُوْا: يَجُوْزُ نَقْلُ الْمَيِّتِ قَبْلَ الدَّفْنِ وَبَعْدَهُ مِنْ مَكَانٍ إِلَى أَخَرَ بِشَرُوْطٍ ثَلَاثَةٍ: أَوَّلُهَا اَنْ لَا يَنْفَجِرَ حَالَ نَقْلِهِ. ثَانِيْهَا اَنْ لَا تُهْتَكَ حُرْمَتُهُ بِأَنْ يُنْقَلَ عَلَى وَجْهٍ يَكُوْنُ فِيْهِ تَحْقِيْرٌ لَهُ. ثَالِثُهَا اَنْ يَكُوْنَ نَقْلُهُ بِمَصْلَحَةٍ … فَإِنْ فَقِدَ شَرْطٌ مِنْ هَذِهِ الشُّرُوْطِ الثَّلاَثِ حَرُمَ نَقْلُهُ

BACA JUGA  Pengamanan Reuni 212 Tahun Ini Lebih Ketat, Ada Metal Detector di Setiap Pintu Masuk Monas

“Madzhab Maliki berpendapat boleh memindahkan mayat sebelum dan sesudah dikubur dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan tiga syarat :1) Mayat tidak pecah (rusak) ketika dipindah, 2) Tidak sampai menodai kehormatannya, misalnya memindahkan dengan cara yang dapat menghinakannya, 3)  Kepindahan itu karena ada sesuatu kepentingan… Jika satu syarat dari ketiga syarat ini tidak terpenuhi, maka haram memindahkannya. (al-Fiqh ‘alal Madzahibil Arba’ah, 1/537, Mausu’ah Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 21/9).

Dengan demikian, jika sekiranya ada pertimbangan yang mendorong untuk memindahkan jenazah yang telah dimakamkan, maka hal itu dibolehkan dalam keadaan dharurat dan ada alasan-alasan yang dibenarkan oleh syariat. Di antara alasan-alasan tersebut disebutkan oleh Dr. Ahmad Najeeb dalam saaid.net adalah :

  • Untuk Kemaslahatan Mayat

Seperti keluar air di kuburan, tanahnya becek, atau di daerah tersebut banyak binatang buas yang sering membongkar kuburan, atau alasan lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :

لا ينبش الميت من قبره إلا لحاجة ؛ مثل أن يكون المدفن الأول فيه ما يؤذي الميت فينقل إلى غيره كما نقل بعض الصحابة في مثل ذلك

“Tidak boleh mengeluarkan mayat dari kuburannya kecuali karena kebutuhan mendesak, misalnya ada sesuatu yang mengganggu mayat sehingga harus dipindahkan ke tempat lain. Sebagaimana pada sebagian sahabat, jenazahnya dipindahkan karena sebab semacam ini.” (Majmu’ Al-Fatawa, 24/303)

  • Tanah Kuburan Bukan Hak Mayit

Seperti tanah yang sudah dimiliki seseorang dan orangnya tidak merelakannya. Dalam kondisi ini maka wajib mengeluarkan mayat yang ada di dalamnya untuk dipindahkan ke tempat yang lain.

  • Tanah Kuburan Digunakan untuk Kemaslahatan Umum

Seperti perluasan masjid atau pelebaran jalan yang mengharuskannya memakan tanah pemakaman tersebut, atau kemaslahatan lain yang sangat dibutuhkan khalayak umum.

BACA JUGA  Habib Rizieq Sampaikan Lima Amanat Perjuangan di Reuni 212

أَنَّهُ أَمَرَ بِبِنَاءِ المَسْجِدِ، فَأَرْسَلَ إِلَى مَلَإٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ فَقَالَ: «يَا بَنِي النَّجَّارِ ثَامِنُونِي بِحَائِطِكُمْ هَذَا»، قَالُوا: لاَ وَاللَّهِ لاَ نَطْلُبُ ثَمَنَهُ إِلَّا إِلَى اللَّهِ، فَقَالَ أَنَسٌ: فَكَانَ فِيهِ مَا أَقُولُ لَكُمْ قُبُورُ المُشْرِكِينَ…، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقُبُورِ المُشْرِكِينَ، فَنُبِشَتْ،

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid. Beliau mengutus seseorang untuk menemui Bani Najjar dan menanyakan berapa harga tanahnya. Masyarakat Bani Najjar mengatakan, ‘Demi Allah, kami tidak menginginkan uang sedikit pun dari tanah tersebut, selain Allah.’” Anas mengatakan, “Di tanah tersebut terdapat kuburan orang musyrik.., kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membongkar kuburan tersebut ….” (HR. Bukhari no. 428)

Dengan demikian, memindahkan kubur asalnya tidak diperbolehkan. Namun jika ada hal-hal yang mendesak agar mayat dipindahkan maka boleh saja, dengan mempertimbangkan maslahat dan madharat yang ada serta terjaganya mayat. Jika alasan pemindahan mayat tersebut tidak dibenarkan oleh syariat, maka hukumnya haram.

Kasus pemindahan kuburan karena berbeda pilihan politik, maka perlu dikaji terlebih dahulu secara komprehensif. Di antara aspek yang perlu diketahui adalah apakah tanah kuburan tadi sudah dihibahkan sebelumnya atau tidak. Karena jika sudah dihibahkan untuk kuburan namun diminta kembali karena perbedaan pilihan politik, maka ini hukumnya seperti orang yang membatalkan hibahnya dan ini terlarang dalam agama.

Namun apabila tanah tersebut masih dimiliki si pemilik tanah secara syar’i, maka pembongkaran kuburan diperbolehkan dengan alasan tersebut. Sebagaimana dijelaskan pada nukilan dari Dr Najib di atas.

Hal lain yang perlu dipahami adalah, meskipun memindahkan kuburan diperbolehkan dengan alasan di atas, namun jika benar kasusnya seperti yang ramai diberitakan, maka ini adalah contoh bagaimana dampak buruk dari nafsu kekuasaan yang jauh-jauh hari oleh Nabi diingatkan akan dampak negatifnya. Wallahu ‘alam bish showab.

Dijawab oleh Ust Zamroni

Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Formulasi Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

Dihubungkan dengan kenyataan usia ABB yang telah menginjak 80 (delapan puluh) tahun dan dengan kondisi kesehatan tidak stabil, menjadi relevan pertimbangan kemanusiaan untuk dijadikan alasan adanya kepentingan Negara

Ahad, 20/01/2019 19:53 0

Suriah

Brigade Abu Amara Kembali Bergerak, Koyak Benteng Assad di Damaskus

Abu Amara juga mengumumkan telah meledakkan gudang utama milisi Syiah Brigade Al-Quds, yang berperang bersama milisi Assad di Aleppo.

Ahad, 20/01/2019 16:38 0

Editorial

Menapaki Jejak Politik Yusuf Alaihissalam

Yusuf alaihissalam telah mengambil peluang jabatan di sebuah sistem yang tidak menerapkan hukum Allah.

Ahad, 20/01/2019 16:01 0

Afghanistan

Hekmatyar Maju dalam Pencalonan Presiden Afghanistan

"Situasi negara kita membutuhkan pemerintahan pusat yang kuat yang dipimpin oleh presiden terpilih yang didukung oleh mayoritas orang," katanya dalam konferensi pers di Kabul.

Ahad, 20/01/2019 15:12 0

Indonesia

Jawab Tudingan Alumni Suriah, ACT: Sangat Tidak Berdasar

"Mereka kan ada di Damaskus, mungkin mereka cukup nyaman berada di wilayah kekuasaan Assad, sehingga kita paham juga kondisi mereka," kata Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur.

Ahad, 20/01/2019 14:30 3

Indonesia

Muslim Uighur Donasikan 5 Kapal untuk Nelayan Korban Tsunami di Lampung

Bantuan uang tunai ini diterima oleh AQL Peduli yang kemudian mempercayakan kepada One Care Lampung untuk pendistribusiannya.

Ahad, 20/01/2019 13:54 0

Malaysia

Malaysia Tegas Larang Semua Orang Israel Masuki Negaranya

Mahathir mengatakan bahwa mayoritas rakyat Israel mendukung pemerintah mereka.

Ahad, 20/01/2019 13:31 0

Indonesia

Kapan Sebenarnya Ust. ABB Akan Dibebaskan? Ini Jawaban TPM

Ustadz Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor, dalam waktu dekat.

Ahad, 20/01/2019 12:08 0

Indonesia

Densus 88 Bicara Soal Suriah, dari Intervensi Israel Hingga Isu Sunni-Syiah

"Karena Suriah itu paling berani melawan Israel. Jadi kalau Indonesia mau aman salah satunya jangan terlalu keras sama Israel, barangkali," kata Kabagbanops Densus 88, Kombes Pol. Ahmad Nurwahid.

Ahad, 20/01/2019 11:30 0

Indonesia

Alumni Suriah Tuding 14 NGO Tak Salurkan Bantuan untuk Warga

Sekjen Alumni Suriah, Najih Arromadhoni menuding bahwa hampir semua bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke Suriah tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Ahad, 20/01/2019 10:48 0

Close