... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Khawatir Dipulangkan India, Pengungsi Rohingya Lari ke Bangladesh

Foto: Warga Muslim Rohingya.

KIBLAT.NET, Dhaka – Keputusan India untuk mendeportasi lima orang Rohingya ke Myanmar membuat lusinan Rohingya lari ke Bangladesh. Badan Pengungsi PBB menyesali keputusan India tersebut, yang memicu kekhawatiran dari badan-badan hak asasi manusia.

“Ini adalah insiden kedua sejak Oktober 2018, ketika India mengembalikan tujuh Rohingya ke Negara Bagian Rakhine di Myanmar, di mana kondisinya tidak kondusif untuk kembali,” kata Badan Pengungsi PBB awal Januari lalu.

Abul Khayer, penanggung jawab kantor polisi Ukhiya, mengatakan bahwa mereka menerima 48 orang Rohingya, termasuk wanita dan anak-anak. Mereka akhirnya dipindahkan ke kamp pengungsi di Cox’s Bazar.

Abul Kalam, Kepala Komisi Pengungsi dan Pemulihan Bangladesh (RRRC), mengatakan bahwa mereka memiliki informasi tentang “gelombang baru” Rohingya, yang telah tiba dari India. Dia mengatakan para pejabat tinggi komisi berada di Cox’s Bazar untuk melihat perkembangan baru.

Bangla Tribune, outlet media lokal, melaporkan bahwa setidaknya 468 Rohingya telah melintasi perbatasan India untuk memasuki Bangladesh selama 10 hari terakhir.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat akan serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

BACA JUGA  Lagi, Puluhan Pengungsi Rohingya Mendarat di Malaysia

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut sebuah laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA).

Masih menurut laporan OIDA, lebih dari 34.000 Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli. Sekitar 18.000 perempuan dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak.

PBB juga telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan -termasuk bayi dan anak kecil- pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Benarkah Jokowi Wujudkan Keadilan Hukum? Begini Pandangan Ahli

"Ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Contoh dalam kasus-kasus yang signifikan, kasus tentang penodaan agama," kata Dr. Abdul Chair Ramadhan.

Jum'at, 18/01/2019 11:18 0

Indonesia

Jubir BPN: Kasus Novel Jadi Prioritas di 100 Hari Awal Pemerintahan Prabowo

"Kasus novel ini adalah kasus penting yang akan jadi perhatian Prabowo dan Sandi, Kasus ini akan menjadi prioritas di 100 hari awal kepemimpinan"

Jum'at, 18/01/2019 10:20 0

Video News

KH. Ma’ruf Amin Sedikit Bicara di Debat Perdana, Ini Jawaban Erick Tohir

KIBLAT.NET- KH. Ma’ruf Amin terlihat tak banyak bicara pada debat perdana capres tadi malam. Kenapa?...

Jum'at, 18/01/2019 10:16 1

Video News

Tanggapan Dahnil Anzar Soal Debat Perdana, Mengapa Tak Mengangkat Isu Novel Baswedan ?

KIBLAT.NET- Inilah jawaban Jubir Timses Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak tentang kenapa tak angkat isu Novel...

Jum'at, 18/01/2019 10:06 0

Indonesia

Ditanya Soal Caleg Mantan Koruptor, Prabowo Joget

Capres no. urut 02, Prabowo Subianto malah berjoget saat ditanya mengenai Caleg partai Gerindra yang merupakan mantan napi koruptor.

Jum'at, 18/01/2019 02:00 0

Indonesia

Komentari Debat Capres, Fahri Hamzah: Mirip Cerdas Cermat SMP

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku kecewa dengan debat Pilpres 2019 sesi pertama.

Jum'at, 18/01/2019 01:42 0

Indonesia

Selesai Debat Capres, Dua Paslon Tak Saling Apresiasi

Debat Capres-Cawapres pertama telah usai. Di akhir acara, moderator meminta kepada kedua Paslon untuk memberikan closing statement.

Jum'at, 18/01/2019 00:49 0

Indonesia

Soal Hukuman Bagi Koruptor, Prabowo: Kita Taruh ke Pulau Terpencil

Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo-Sandi mengatakan bahwa korupsi akan ditindak tegas bila mereka menang dalam Pilpres mendatang.

Kamis, 17/01/2019 23:46 0

Indonesia

Sama-sama Anti Terorisme, Begini Konsep Deradikalisasi Dua Paslon Pilpres 2019

Dua Capres-cawapres, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo-Sandi setuju dengan deradikalisasi.

Kamis, 17/01/2019 23:30 0

Indonesia

Debat Pilpres, Prabowo: Saya Menolak Radikal Dicap kepada Orang Islam

Joko Widodo mengatakan untuk menangani terorisme aparat harus mendapatkan pembekalan mengenai HAM

Kamis, 17/01/2019 22:38 0

Close