... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kontribusi Ma’ruf Amin Terhadap Elektabilitas Jokowi Sangat Minim

Foto: Pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin

KIBLAT.NET, Jakarta – Sudah lima bulan sejak ditunjuk sebagai Calon Wakil Presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019, Ma’ruf Amin ternyata belum memberikan kontribusi signifikan terhadap elektabilitas pasangan capres cawapres no urut 01. Berdasarkan hasil survei Charta Politika, hanya 0,2% responden yang mengaku memilih Jokowi-Ma’ruf karena suka dengan Ketua MUI nonaktif tersebut.

Dikutip dari Katadata.co.id, Survei Charta Politika menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf saat ini sebesar 53,2% alias stagnan sejak Oktober 2018. Dan sumbangan elektabilitas paling besar masih disumbangkan oleh Jokowi dengan porsi 53%.

“Masih kecil pengaruh Ma’ruf menjadi insentif elektotal,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut Yunarto, Ma’ruf Amin hanya bisa disosokkan sebagai ulama sehingga tidak bisa menyasar segmen pemilih lainnya. Hal ini berimbas pada minimnya kontribusi elektabilitas Ma’ruf Amin.

“Dia tidak bisa dipaksakan menjadi orang yang berbicara data ekonomi, berbicara di kalangan milenial,” ujarnya.

Yunarto menilai, Ma’ruf Amin sejak awal memang tidak diposisikan sebagai pendongkrak elektabilitas Jokowi. Posisi Ma’ruf sebagai cawapres hanya untuk menjaga suara Jokowi saat ini dari terpaan isu-isu negatif. Dengan memasangkan label ulama kepada Ma’ruf, Jokowi dapat menepis berbagai isu-isu anti-Islam yang kerap disematkan kepadanya.

“Itu minimal memperkecil peluang serangan negatif terhadap Jokowi,” tegasnya.

Dan status Jokowi sebagai petahana sebenarnya memiliki modal elektabilitas yang cukup besar di masyarakat. Hal ini berbeda dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menjadi penantangnya dalam Pilpres 2019.

BACA JUGA  Pakar Psikologi Forensik: RUU P-KS Banyak Masalah, Jangan Buru-buru Disahkan

Menurut Yunarto, Prabowo membutuhkan calon wakil presiden yang dapat mendongkrak elektabilitasnya dalam Pilpres 2019. Terlebih, elektabilitas Prabowo sulit naik lantaran pernah dua kali kalah mengikuti Pilpres, yakni pada 2009 dan 2014.

“Otomatis membutuhkan faktor baru bagaimana memaksa wakil memiliki efek besar,” tandasnya.

Atas dasar itu, Yunarto menilai sudah tepat langkah Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden mendampinginya. Pasalnya, Sandiaga memiliki citra baru yang cukup baik dan bisa menyasar berbagai segmen, mulai dari kalangan perempuan hingga anak muda.

Sumber: Katadata
Editor: Azzam

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Sri Bintang Pamungkas Bandingkan Kejahatan HAM Era Jokowi dan Era Sebelumnya

KIBLAT.NET – Sri Bintang Pamungkas Bandingkan Pelanggaran HAM Era Jokowi dan Era Soeharto, Habibie,Gusdur, Megawati, dan...

Rabu, 16/01/2019 16:17 0

Suriah

Rusia Kirim 500 Tentara Tambahan ke Idlib Suriah

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah memutuskan untuk mengurangi kehadiran militernya di Suriah dan penarikan sejumlah unit.

Rabu, 16/01/2019 14:34 0

Suriah

Kurang Perawatan Medis, 15 Bayi Suriah Tewas Kedinginan

Delapan dari mereka tewas akibat kedinginan di kamp Rukban di Suriah tenggara, dan tujuh lainnya tewas ketika akan mengungsi dari Hajin.

Rabu, 16/01/2019 14:05 0

Suriah

Fatah Perkuat Hubungan dengan Bashar Assad

Otoritas Palestina (PA) memperkuat hubungan dengan rezim Suriah Bashar Assad dengan membuka Radio dan TV Palestina di Damaskus.

Rabu, 16/01/2019 13:11 0

Suriah

Manuver HTS dan Upaya Mediasi Antar Oposisi di Suriah

Koalisi oposisi jihadis Haiah Tahrir Syam (HTS) dilaporkan semakin memperkuat posisi di bagian barat laut Suriah dalam beberapa pekan terakhir.

Rabu, 16/01/2019 10:37 0

Afrika

Al-Shabaab Somalia Kembali Gelar Operasi di Ibukota Kenya

Juru bicara gerakan, Syaikh Abu Mush’ab, saat dikonfirmasi Reuters mengatakan bahwa pihaknya akan mengeluarkan rincian operasi tersebut.

Rabu, 16/01/2019 09:10 0

Afghanistan

Taliban Ancam Mundur dari Perundingan dengan AS

Ancaman itu dikeluarkan untuk menekan AS menarik pasukannya dari Afghanistan

Rabu, 16/01/2019 07:58 0

Turki

Erdogan dan Trump Bahas Zona Penyangga di Suriah

Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa kemudian daerah itu dapat diperluas hingga lebih dari 20 mil tetapi tidak menentukan jaraknya.

Rabu, 16/01/2019 07:14 0

Suara Pembaca

Harga Tiket Pesawat Hanya Turun Setengah Tiang

Namun setidaknya dompet kita tidak terlalu terkuras.

Selasa, 15/01/2019 23:56 0

Feature

Nasib Uighur dan Jerat Investasi Cina di Pakistan

"Ada bahaya bagi kita semua di Pakistan sekarang. Siapa pun yang mulai mengatakan saya Uighur, saya orang Turkistani, berada dalam bahaya."

Selasa, 15/01/2019 19:12 0

Close