Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tujuh Persen

KIBLAT.NET, Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah mempublikasikan statistik utang luar negeri (ULN) terbaru pada Selasa (15/1/2019) di Jakarta. Berdasar publikasi tersebut, ULN Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per November 2018. Angka tersebut setara dengan Rp 5.220 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000 per satu dolar.

ULN tersebut merupakan utang pemerintah dan bank sentral sebesar 183,5 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN 189,3 miliar dolar AS.

BI menilai bahwa struktur utang Indonesia masih masuk dalam kategori sehat. Parameternya adalah rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang konsisten di 34 persen.

“Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers (negara dengan kapasitas ekonomi serupa, red.),” tulis BI.

Disamping itu ULN Indonesia didominasi ULN berjangka panjang dengan porsi 84,8 persen dari total ULN. Secara rinci, dalam ULN Indonesia, ULN pemerintah adalah 180,5 miliar dolar AS atau tumbuh 4,4 persen secara tahunan pada akhir November 2018.

Posisi ULN pemerintah tersebut bertambah 5,1 miliar dolar AS dibandingkan posisi Oktober 2018 karena masuknya dana investor asing di pasar Surat Berharga Negara domestik selama November 2018.

Sementara ULN swasta naik 10,1 persen pada November 2018, ULN tersebut bertambah 7,1 miliar dolar dibandingkan Oktober 2018 dan sebagian besar didorong masuknya dana ke surat utang korporasi.

BACA JUGA  Milad ke 108, Muhammadiyah Angkat Tema 'Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri'

Reporter: Azzam
Editor: Rusydan

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat