... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Ancam Mundur dari Perundingan dengan AS

Foto: Delegasi Taliban saat menghadiri konferensi di Moskow [foto: Reuters]

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan atau lebih dikenal Taliban, Selasa (15/01), mengancam mundur dari perundingan damai dengan Amerika Serikat jika negara itu menolak penarikan pasukan asing dari Afghanistan. Ini merupakan tuntutan utama yang diajukan Taliban untuk mengakhiri perang 17 tahun.

Dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Taliban mengatakan Washington harus melanjutkan pembicaraan damai dengan niat tulus. Jika tidak, pembicaraan dan negosiasi akan berhenti sampai AS mengakhiri tekanan dan melangkah menuju perdamaian nyata.

Ancaman ini keluar sehari setelah pejuang Taliban meledakkan sebuah bom mobil di luar kompleks yang dijaga ketat di Kabul. Kompleks tersebut terdiri dari kantor-kantor diplomat asing dan penginapan yang biasa ditinggali tamu-tamu asing.

Pekan lalu, para pemimpin senior Taliban membatalkan putaran keempat perundingan damai dengan Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk perdamaian di Afghanistan. Pembatalan itu disebut-sebut karena tidak ada kesepakatan mengenai jadwal negosiasi.

Khalilzad merupakan mantan duta besar AS untuk Kabul dan kelahiran Afghanistan. Ia ditunjuk untuk mengawasi upaya perdamaian Washington di Afghanistan, tahun lalu. Dia bertemu dengan para pemimpin Taliban setidaknya tiga kali untuk membahas penarikan pasukan asing dan jadwal untuk gencatan senjata.

Amerika Serikat juga menekankan bahwa penyelesaian akhir harus dipimpin oleh rakyat Afghanistan sendiri.

“Tujuannya adalah untuk mendukung dialog di antara warga Afghanistan tentang cara mengakhiri konflik dan mendorong semua pihak untuk duduk di meja perundingan untuk mencapai transisi politik yang mewakili seluruh warga Afghanistan. Mereka memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam aturan hukum,” kata kedutaan AS dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA  Al-Qaidah Rilis Video Pertegas Aliansi dengan Taliban

Akan tetapi, Taliban menolak permintaan dari Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan regional untuk berurusan langsung dengan pemerintah di Kabul. Hal itu karena pemerintah Kabul dianggap tidak sah dan hanya boneka asing.

Taliban berusaha mengubah markas besar perundingan dari Arab Saudi ke Qatar dalam upaya untuk menggagalkan upaya Riyadh untuk melibatkan pemerintah Afghanistan.

Gerakan itu menekankan bahwa Amerika Serikat adalah musuh utama mereka dalam perang dan menuntut pembicaraan bilateral.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Harga Tiket Pesawat Hanya Turun Setengah Tiang

Namun setidaknya dompet kita tidak terlalu terkuras.

Selasa, 15/01/2019 23:56 0

Indonesia

Proyek LRT Mahal, KAMMI Khawatir Pemerintah Tak Mampu Kembalikan Biaya Pembangunan

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) turut angkat suara mengkritisi pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

Selasa, 15/01/2019 20:46 1

Feature

Nasib Uighur dan Jerat Investasi Cina di Pakistan

"Ada bahaya bagi kita semua di Pakistan sekarang. Siapa pun yang mulai mengatakan saya Uighur, saya orang Turkistani, berada dalam bahaya."

Selasa, 15/01/2019 19:12 0

Indonesia

Sri Bintang Pamungkas: Ada Mafia Peradilan di Indonesia

Aktivis Sri Bintang Pamungkas menyebut adanya mafia peradilan di Indonesia. Ia mengatakan, praktik tersebut sudah terjadi sejak era Presiden Soeharto.

Selasa, 15/01/2019 18:35 0

Indonesia

Rezim Jokowi Dinilai Otoriter karena Membiarkan Pelanggaran HAM dan Kriminalisasi

aringan Aktivis Kemanusiaan International (JAKI)/ International Humanitarian Activist Network (IHAN) menggelar Kaukus Korban Hak Azasi Manusia Dan Kriminalisasi Rezim Jokowi.

Selasa, 15/01/2019 18:30 0

Indonesia

Novel Sayangkan Pejabat yang Anggap Teror ke KPK Hanya Kasus Biasa

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menyayangkan adanya pajabat negara yang berstatemen bahwa penyerangan pegawai KPK adalah kasus biasa

Selasa, 15/01/2019 18:23 0

Indonesia

Soal Tim Gabungan dari Polri, Novel: Ungkap Saja, Jangan Hanya Formalitas

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel baswedan mengkritisi pembentukan tim gabungan dari Polri untuk menuntaskan kasus yang menimpa dirinya.

Selasa, 15/01/2019 17:57 0

Indonesia

Ada Aparat Hukum yang Dianggap Terlibat Teror Pimpinan KPK

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi, Asfinawati pihaknya mempunyai temuan bahwa teror terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki lima aktor.

Selasa, 15/01/2019 17:44 1

Indonesia

WP KPK Tegaskan Teror kepada Pimpinan Seharusnya Mudah Diungkap

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengeluhkan pemerintah dan aparat negara dalam menyikapi teror-teror yang menimpa pegawai-pegawai KPK.

Selasa, 15/01/2019 17:34 0

Indonesia

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sampaikan Temuan Terkait Teror kepada Pimpinan KPK

KIBLAT. NET, Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi hari ini menyambangi gedung Komisi Pemberantasan...

Selasa, 15/01/2019 17:11 0

Close