Rachland Nashidik: Pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel Cacat Konseptual

KIBLAT.NET, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengapresiasi pembentukan tim gabungan untuk kasus Novel Baswedan. Meski demikian, Rachland tetap memberikan catatan terhadap pembentukan tim ini.

Menurutnya, sejak awal sudah ada kesalahan dalam pembentukan. Ia mengkritisi sikap Komnas HAM yang justru meminta Polisi untuk membentuk tim ini. Padahal, Komnas HAM seharusnya memberikan desakan pembentukan tim kepada Presiden.

“Tugas Komnas HAM itu menggebrak meja Presiden, bukan menggebrak meja Kapolri. Dalam sejarah Komnas HAM menggebrak meja presiden, baru kali ini Komnas HAM memberikan rekomendasi ke Kapolri,” ujarnya dalam acara ILC Tv One pada Selasa (15/01/2019).

Ia memaparkan bahwa tugas Komnas HAM memastikan kinerja Polri tugasnya sesuai dengan hak asasi manusia, bukan memastikan ini kasus tertangani atau tidak. “Itu tugasnya Kompolnas, bukan Komnas HAM. Maka ada cacat konseptual dalam pembentukan tim,” tuturnya.

Ia menejelaskan, pelanggaran HAM bisa terjadi apabila polisi tidak mengusut pelaku dan membawanya ke pengadilan sehingga hak asasi diperlakukan setara di muka hukum itu tidak terpenuhi. Rachland lantas mempertanyakan niat rekomendasi dari Komnas HAM untuk membentuk tim ini.

“Komnas HAM memberikan rekomendasi kepada Kapolri karena kerja Polda tidak maksimal, kalau beigitu berarti polisi bekerja. Kalau bekerja pelanggaran HAM nya di mana? Untuk apa rekomendasi ini?,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat