... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Shabaab Somalia Kembali Gelar Operasi di Ibukota Kenya

Foto: AFP

KIBLAT.NET, Nairobi – Baku tembak sengit antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata, Selasa sore (15/01), terjadi di komplek hotel berbintang di ibukota Kenya, Nairobi. Sampai berita ini diturunkan France24 pada Rabu (16/01) dini hari, pertempuran yang disertai ledakan masih berlangsung.

Gerakan Al-Shabaab Somalia mengatakan bahwa kelompok bersenjata itu pejuangnya. Juru bicara gerakan, Syaikh Abu Mush’ab, saat dikonfirmasi Reuters mengatakan bahwa pihaknya akan mengeluarkan rincian operasi tersebut.

Wartawan foto AFP yang berada di lokasi melaporkan, sedikitnya lima jasad tergeletak di balkon restoran di kompleks yang didalamnya juga terdapat kantor-kantor penting. Jasad tersebut tergeletak terpisah. Wartawan itu juga mengaku melihat jasad yang tubuhnya terkoyak, yang diduga penyerang dengan “bom bunuh diri”.

Seorang saksi mata mengatakan dalam wawancara dengan TV lokal, pihaknya melihat lima jasad yang sampai saat ini belum diketahui identitas. Ia mengaku termasuk korban yang berhasil diselamatkan oleh polisi.

Kepala polisi Kenya, Joseph Point, mengatakan bahwa serangan ini merupakan “serangan terkoordinasi.” Dia mengatakan, seorang “pembom bunuh diri” meledakkan dirinya tidak jauh dari pintu masuk Hotel Dusit. Point meyakinkan enam dari tujuh lantai dari 100 kamar hotel Dusit berhasil diamankan oleh aparat. Dia mengharapkan bangunan lain di sekitarnya juga. Hotel ini memiliki koleksi Thai Dusit Thani.

Wartawan AFP yang berada di lokasi melaporkan, baku tembak masih terdengar hingga waktu enam jam sejak serangan dimulai. Terlihat banyak orang-orang Barat bersenjata berada di barisan pasukan keamanan Kenya. Diduga mereka tentara asing bertugas di kedutaan-kedutaan asing di Nairobi.

BACA JUGA  Prancis Benarkan Rudal yang Disita dari Kamp Militer Haftar Miliknya

Serangan dimulai pada pukul 15.30 sore waktu setempat di kompleks Dusit D-2 di kawasan paling asri dengan pepohonan rindang ibukota Kenya. Kompleks ini sendiri terdiri dari beberapa hotel dan kantor. Di dekat merupakan universitas.

Simon Crump, seorang karyawan yang bekerja di salah satu kantor di komplesk tersebut, mengatakan para karyawan bersembunyi di dalam kantor masing-masing setelah terdengar “banyak” ledakan. “Kami tidak tahu apa yang terjadi,” katanya, seraya menambahkan bahwa orang-orang ketakutan.

Sirene polisi terdengar di kota sementara sebuah helikopter terdengar terbang di langit.

Pasukan anti-teroris bergegas ke tempat kejadian menggunakan kendaraan lapis baja. Penyerang masih bersembunyi dan terlibat baku tembak.

Al-Shabaab mulai meluncurkan operasi di Kenya setelah Negara itu ikut dalam pasukan Uni Afrika menghadapi gerakan member Al-Qaidah tersebut. Setidaknya sudah dua kali, pada 2013 dan 2015, Al-Shabaab beroperasi di Nairobi. Lokasi yang ditargetkan pun tempat-tempat strategis berada di pusat kota.

Sumber: France24, Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Harga Tiket Pesawat Hanya Turun Setengah Tiang

Namun setidaknya dompet kita tidak terlalu terkuras.

Selasa, 15/01/2019 23:56 0

Indonesia

Proyek LRT Mahal, KAMMI Khawatir Pemerintah Tak Mampu Kembalikan Biaya Pembangunan

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) turut angkat suara mengkritisi pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

Selasa, 15/01/2019 20:46 1

Feature

Nasib Uighur dan Jerat Investasi Cina di Pakistan

"Ada bahaya bagi kita semua di Pakistan sekarang. Siapa pun yang mulai mengatakan saya Uighur, saya orang Turkistani, berada dalam bahaya."

Selasa, 15/01/2019 19:12 0

Indonesia

Sri Bintang Pamungkas: Ada Mafia Peradilan di Indonesia

Aktivis Sri Bintang Pamungkas menyebut adanya mafia peradilan di Indonesia. Ia mengatakan, praktik tersebut sudah terjadi sejak era Presiden Soeharto.

Selasa, 15/01/2019 18:35 0

Indonesia

Rezim Jokowi Dinilai Otoriter karena Membiarkan Pelanggaran HAM dan Kriminalisasi

aringan Aktivis Kemanusiaan International (JAKI)/ International Humanitarian Activist Network (IHAN) menggelar Kaukus Korban Hak Azasi Manusia Dan Kriminalisasi Rezim Jokowi.

Selasa, 15/01/2019 18:30 0

Indonesia

Novel Sayangkan Pejabat yang Anggap Teror ke KPK Hanya Kasus Biasa

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menyayangkan adanya pajabat negara yang berstatemen bahwa penyerangan pegawai KPK adalah kasus biasa

Selasa, 15/01/2019 18:23 0

Indonesia

Soal Tim Gabungan dari Polri, Novel: Ungkap Saja, Jangan Hanya Formalitas

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel baswedan mengkritisi pembentukan tim gabungan dari Polri untuk menuntaskan kasus yang menimpa dirinya.

Selasa, 15/01/2019 17:57 0

Indonesia

Ada Aparat Hukum yang Dianggap Terlibat Teror Pimpinan KPK

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi, Asfinawati pihaknya mempunyai temuan bahwa teror terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki lima aktor.

Selasa, 15/01/2019 17:44 1

Indonesia

WP KPK Tegaskan Teror kepada Pimpinan Seharusnya Mudah Diungkap

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengeluhkan pemerintah dan aparat negara dalam menyikapi teror-teror yang menimpa pegawai-pegawai KPK.

Selasa, 15/01/2019 17:34 0

Indonesia

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sampaikan Temuan Terkait Teror kepada Pimpinan KPK

KIBLAT. NET, Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi hari ini menyambangi gedung Komisi Pemberantasan...

Selasa, 15/01/2019 17:11 0

Close