... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rezim Assad Kembali Langgar Zona De-Ekskalasi, Satu Warga Tewas

Foto: Serangan senjata kimia pasukan Assad di Khan Shaikhoun, Idlib.

KIBLAT.NET, Idlib – Setidaknya seorang warga sipil tewas dalam serangan yang dilakukan rezim Suriah dan milisi-milisi pro Bashar Assad di Idlib barat laut Suriah yang masuk zona de-ekskalasi. Serangan di zona de-eskalasi Idlib melanggar perjanjian gencatan senjata yang dibangun Turki dan Rusia.

Pasukan Rezim dan milisi-milisi yang didukung Iran telah menembakkan artileri ke desa-desa yang terletak di dalam zona de-eskalasi pada Ahad (13/01/2019).

Mustafa Hajj Youssef, Direktur Badan Pertahanan Sipil White Helmet, mengatakan serangan yang menargetkan desa-desa tersebut juga menyebabkan dua warga sipil terluka. Korban luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Setelah pertemuan di kota pantai Sochi pada 17 September 2018, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Presiden Rusia Vladimir Putin, sepakat untuk membentuk zona penyangga, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Menurut kesepakatan itu, kelompok oposisi di Idlib akan tetap di berada di wilayahnya, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama untuk mencegah dimulainya kembali pertempuran.

Suriah mengalami konflik yang dahsyat ketika rezim Bashar Assad menindak keras demonstran pada 2011.

Penerjemah: Fatha
Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Muhammadiyah Terima Kunjungan Diaspora Muslim Uighur

Diaspora Uighur berharap agar Muhammadiyah bisa mengambil langkah diplomatis untuk menanggapi persoalan tersebut.

Selasa, 15/01/2019 12:15 0

Indonesia

Fahri ke Dubes Cina: Kalau Gak Mau Dituduh Langgar HAM, Buka Diri!

"Kalau pemerintah Cina menutup, tidak boleh ada orang masuk ke Xinjiang, tidak boleh foto atau ngirim gambar ya pastilah akan menjadi masalah," kata Fahri.

Selasa, 15/01/2019 11:37 0

Video News

Di Launching Buku Amien Rais, Natalius Pigai Kritik Revolusi Mental Jokowi

KIBLAT.NET- Pada 11 Januari 2019, Bapak Amien Rais meluncurkan buku terbarunya dengan tajuk “Hijrah: Selamat...

Selasa, 15/01/2019 09:59 0

Video News

Bersama Ust. Bachtiar Nasir, Ketua Majelis Nasional Turkistan Ungkap Fakta Muslim Uighur

KIBLAT.NET- Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur yang berkedudukan di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk mengungkap perlakuan...

Selasa, 15/01/2019 09:29 0

Wawancara

Penjelasan Abu Jabir Al-Syaikh Soal Konstelasi HTS dengan Faksi-faksi di Idlib

Perkumpulan HTS kurang ikhlas dan saling percaya antarfaksi-faksinya sehingga berakhir pada kegagalan

Selasa, 15/01/2019 08:27 0

Indonesia

Ditemui Diaspora Uighur, Wakil Ketua DPR RI: Indonesia Akan Bela Uighur!

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkapkan Indonesia akan membela HAM bangsa Uighur, karena HAM adalah universal dan merupakan amanat pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.

Selasa, 15/01/2019 00:06 0

Indonesia

Fahri Hamzah Mendadak Dikunjungi Dubes Cina, Sebelum Kedatangan Tamu Uighur

Sebelum menerima diaspora Uighur, Fahri terlebih dahulu menerima kunjungan delegasi Republik Rakyat Cina (RRC) yang dipimpin oleh Duta Besar RRC untuk Indonesia, Xiao Qian di Ruang Kerjanya Lantai 4 Gedung Nusantara III DPR RI, Senin (14/1/2018).

Selasa, 15/01/2019 00:00 0

Suara Pembaca

Herika Muhamad Taki, Penerima Gelar Doktor Pertama Dalam Bidang Urban and Regional Planning di Arab Saudi

Herika Muhamad Taki menjadi penerima gelar Doktor (PhD) pertama dalam bidang Urban and Regional Planning atau Perencanaan Wilayah dan Kota dari King Abdulaziz University, Saudi Arabia

Senin, 14/01/2019 22:45 0

Feature

Perzinaan Berisiko Mengganggu Kesehatan Mental

Perzinaan bisa berefek pada kesehatan psikis.

Senin, 14/01/2019 22:33 0

Indonesia

MUI: Kebijakan Sertifikat Layak Kawin Sebelum Menikah di Jakarta Bagus

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan warganya yang hendak menikah untuk mempunyai sertifikat layak kawin terlebih dahulu

Senin, 14/01/2019 21:18 0

Close