... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemuda Muhammadiyah Berharap Tim Gabungan Novel Baswedan Bukan Dagelan Politik

Foto: Novel Baswedan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah mempertanyakan pembentukan tim gabungan oleh Mabes Polri untuk mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan. Sebab, pembentukan ini sangat dekat waktunya dengan debat Capres.

“Ini adalah ujian integritas Polri, apakah pembentukan tim gabungan itu sungguh-sungguh untuk menuntaskan kasus yang menimpa Novel atau hanya sekedar dagelan politik untuk kepentingan debat Capres seperti penilaian sebagian kalangan,” ujar Razikin, Ketua Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah melalui rilisnya, Ahad, (13/01/2019).

Pihaknya meminta tim gabungan untuk bekerja secara maksimal, karena ini kesempatan yang sangat baik bagi Polri dan beberapa akademisi yang ada dalam tim gabungan untuk membuktikan keperpihakan pada kebenaran, yaitu dengan membongkar pelaku aktor dibalik peristiwa yang menimpa Novel Baswedan.

“Sebab jika tidak, kasus Novel Baswedan akan menjadi catatan buruk dan sejarah buram penegakan di Republik ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Mabes Polri telah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pembentukan itu tertuang dalam surat yang ditandatangi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 tertanggal 8 Januari 2019.

“Secara normatif patut diapresiasi dan didukung karena dengan adanya tim gabungan tersebut setidaknya membuktikan ada keinginan untuk menyelesaikan kasus Novel,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundi
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Al-Shabaab Serbu Kantor Cabang Telekomunikasi Terbesar di Kenya

Kantor itu berhasil diruntuhkan sebelum pasukan Kenya turun tangan, yang memaksa pejuang menarik diri.

Senin, 14/01/2019 09:24 0

Myanmar

Myanmar Gunakan Taktik Baru untuk Usir Muslim Rohingya

Taktik itu dengan membangun pagar beton yang dapat menyebabkan banjir di dekat kamp-kamp yang dihuni oleh Muslim Arakan (Rohingya) di perbatasan dengan Bangladesh.

Senin, 14/01/2019 08:05 0

Turki

Media Turki Mulai Sebut HTS Organisasi “Teroris”

AA mengatakan, berdasarkan keterangan sumber keamanan, pasukan keamanan Turki menangkap 13 anggota organisasi “teroris” HTS di Adana pada Sabtu

Senin, 14/01/2019 07:28 0

Suriah

Hikmat Walid Kembali Pimpin IM Suriah

"Dewan Syura Jamaah memilih kembali Dr. Muhammadd Hikmat Walid sebagai Muraqib Aam untuk empat tahun ke depan," kata pernyataan resmi IM Suriah melalui akun Twitter pada Ahad.

Senin, 14/01/2019 06:50 0

Artikel

Tak Ada Lagi Uighur di Xinjiang

Xinjiang juga menjadi penting dengan posisi mereka dalam proyek ambisius Jalur Sutra Baru. Oleh sebab itu penting bagi Cina untuk menjaga Xinjiang tetap stabil, meski itu artinya melakukan genosida kultural bagi muslim Uighur.

Ahad, 13/01/2019 22:35 0

Artikel

Merunut Jejak Intervensi AS

Trump memandang “kehebatan” AS telah lama hilang, dan menjadi tugasnya untuk merestorasi kembali

Ahad, 13/01/2019 19:29 0

Palestina

Hamas: Israel Terjunkan Pasukan Intelijen Khusus di Gaza

Hamas menjanjikan hadiah jutaan dolar bagi siapa saja yang dapat mengungkapkan identitas tim pasukan khusus Israel

Ahad, 13/01/2019 15:07 0

Yaman

Kebakaran Dahsyat di Kilang Minyak Aden, Pelakunya Hutsi?

Sebuah tangki penyimpanan yang menampung 7.000 ton diesel terbakar di kilang minyak utama Aden di kota Al Buraika.

Ahad, 13/01/2019 14:35 0

Afghanistan

8 Miliar Dolar AS untuk AU Afghanistan Belum Cukup Hentikan Taliban

Beberapa pakar penerbangan mengatakan Afghanistan akan bergantung pada Amerika dan dukungan lainnya selama bertahun-tahun.

Ahad, 13/01/2019 11:30 0

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Close