... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Diaspora Uighur Temui MUI, Ini yang Dibahas

Foto: Rombongan diaspora muslim Uighur bertemu perwakilan MUI (Qoid/kiblat).

KIBLAT.NET, Jakarta – Rombongan diaspora muslim Uighur menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) siang ini (14/01/2019). Rombongan tersebut diterima oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyiddin Junaidi. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut merupakan rangkaian dari agenda kunjungan diaspora muslim Uighur di Indonesia, sebelum bertolak ke Banten besok (15/1/2019) untuk menyalurkan bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda.

Saat ditemui Kiblat.net usai pertemuan, Muhyiddin menyebut bahwa dalam pertemuan tertutup tersebut, diaspora Uighur banyak menyampaikan cerita tentang tindakan represif pemerintah Cina terhadap etnis Uighur.

“Yang disampaikan oleh diaspora Uighur, tentang bagaimana kebijakan pemerintah Cina yang represif, penyiksaan, kemudian berbagai macam tuduhan yang dialamatkan kepada umat Islam Uighur tanpa ada proses legal dan penangkapan yang semena-mena dengan tuduhan yang dibuat-buat,” ungkap Muhyiddin.

Muhyiddin menambahkan bahwa MUI menyatakan simpatinya kepada muslim Uighur, dan nantinya MUI juga akan menentukan langkah dalam rangka membantu Uighur. Oleh karena itu, dalam pertemuan tersebut pihak MUI meminta agar diaspora Uighur memberikan data-data yang lebih lengkap terkait apa yang terjadi di Uighur.

“Agar kita bisa membantu mereka semaksimal mungkin. Kedepan akan datang lagi utusan berikutnya dengan tujuan ingin memberikan informasi lebih lengkap tentang nasib umat Islam di Uighur,” ujar Muhyiddin.

Diakhir, ia pun berharap agar pemerintah Cina memberikan akses kepada masyarakat Internasional untuk bertemu dan mewawancarai sendiri masyarakat Uighur di Xinjiang. Muhyiddin juga berkomentar terkait kamp palsu yang ditunjukkan pemerintah Cina kepada beberapa ormas di Indonesia.

BACA JUGA  Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

“Maka pemerintah (Cina, red.) harus jujur, berikan kebebasan kepada masyarakat Internasional untuk mewawancarai masyarakat Uighur secara bebas,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki Jika Serang Kurdi

"(AS) akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka menghantam suku Kurdi," tulis Trump di Twitter.

Senin, 14/01/2019 16:25 0

Video News

Inilah Kelemahan Lembaga Survei Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Dalam sebuah forum Diskusi Rutin Mingguan Aliansi Pencerah Indonesia (API): ” Menyorot Kredibilitas Lembaga...

Senin, 14/01/2019 13:39 0

Manhaj

Syariat Islam, Mencegah Zina dari Hulu ke Hilir

Jika praktek-praktek perzinaan dilegalkan dan pelakunya dilindungi maka apa lagi yang menghalangi seseorang untuk melakukan zina. Sebagaimana kita lihat, perbuatan zina menjadi bisnis dan orang mulai tertarik untuk menekuninya seolah-olah professional.

Senin, 14/01/2019 13:11 0

Afrika

Al-Shabaab Serbu Kantor Cabang Telekomunikasi Terbesar di Kenya

Kantor itu berhasil diruntuhkan sebelum pasukan Kenya turun tangan, yang memaksa pejuang menarik diri.

Senin, 14/01/2019 09:24 0

Myanmar

Myanmar Gunakan Taktik Baru untuk Usir Muslim Rohingya

Taktik itu dengan membangun pagar beton yang dapat menyebabkan banjir di dekat kamp-kamp yang dihuni oleh Muslim Arakan (Rohingya) di perbatasan dengan Bangladesh.

Senin, 14/01/2019 08:05 0

Turki

Media Turki Mulai Sebut HTS Organisasi “Teroris”

AA mengatakan, berdasarkan keterangan sumber keamanan, pasukan keamanan Turki menangkap 13 anggota organisasi “teroris” HTS di Adana pada Sabtu

Senin, 14/01/2019 07:28 0

Suriah

Hikmat Walid Kembali Pimpin IM Suriah

"Dewan Syura Jamaah memilih kembali Dr. Muhammadd Hikmat Walid sebagai Muraqib Aam untuk empat tahun ke depan," kata pernyataan resmi IM Suriah melalui akun Twitter pada Ahad.

Senin, 14/01/2019 06:50 0

Artikel

Tak Ada Lagi Uighur di Xinjiang

Xinjiang juga menjadi penting dengan posisi mereka dalam proyek ambisius Jalur Sutra Baru. Oleh sebab itu penting bagi Cina untuk menjaga Xinjiang tetap stabil, meski itu artinya melakukan genosida kultural bagi muslim Uighur.

Ahad, 13/01/2019 22:35 0

Artikel

Merunut Jejak Intervensi AS

Trump memandang “kehebatan” AS telah lama hilang, dan menjadi tugasnya untuk merestorasi kembali

Ahad, 13/01/2019 19:29 0

Palestina

Hamas: Israel Terjunkan Pasukan Intelijen Khusus di Gaza

Hamas menjanjikan hadiah jutaan dolar bagi siapa saja yang dapat mengungkapkan identitas tim pasukan khusus Israel

Ahad, 13/01/2019 15:07 0

Close