... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Abdurrahim Baasyir: Ustadz ABB Tidak Berpihak pada Capres-cawapres Tertentu

Foto: Abdurrahim Baasyir

KIBLAT.NET, Jakarta – Putra Ustadz Abu Bakar Baasyir, Ustadz Abdurrahim Baasyir mengungkapkan bahwa ayahnya tidak tidak berpihak pada Capres-cawapres manapun. Menurutnya, Ustadz Abu Bakar selalu menekankan bahwa siapapun pemimpinnya harus menerapkan syariat Islam.

“Terkait dengan pemilu, Ustadz Abu Bakar Baasyir memiliki sikap yang tegas. Tidak berpihak pada pasangan capres atau cawapres manapun,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (14/01/2019).

“Yang beliau tegaskan adalah siapapun yang menjadi presiden, maka dia wajib untuk menerapkan syariat Islam di Indonesia,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa Ustadz Abu selalu mengatakan, negara ini adalah amanah dari Allah SWT. Maka, seorang pemimpin menerapkan syariat Allah karena sebagai pemilik negeri ini, bahkan dunia ini.

“Dan beliau selau tegaskan itu kepada siapapun pemimpin negara ini, bahkan sejak zaman Megawati, SBY, saat ini Jokowi. Semua pernah beliau kirimi surat untuk menerapkan syariat Allah,” sambungnya.

Ustadz Iim memaparkan bahwa penerapan syariat Islam supaya negeri ini mendapat keberkahan dan keridhoan Allah ta’ala, sehingga menjadi baldatun toyyibatun wa Robbun ghofur.

“Dan beliau tidak ikut pemilu dan demokrasi. Banyak sekali rekaman beliau yang menegaskan seputar masalah ini,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Inilah Kelemahan Lembaga Survei Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Dalam sebuah forum Diskusi Rutin Mingguan Aliansi Pencerah Indonesia (API): ” Menyorot Kredibilitas Lembaga...

Senin, 14/01/2019 13:39 0

Manhaj

Syariat Islam, Mencegah Zina dari Hulu ke Hilir

Jika praktek-praktek perzinaan dilegalkan dan pelakunya dilindungi maka apa lagi yang menghalangi seseorang untuk melakukan zina. Sebagaimana kita lihat, perbuatan zina menjadi bisnis dan orang mulai tertarik untuk menekuninya seolah-olah professional.

Senin, 14/01/2019 13:11 0

Afrika

Al-Shabaab Serbu Kantor Cabang Telekomunikasi Terbesar di Kenya

Kantor itu berhasil diruntuhkan sebelum pasukan Kenya turun tangan, yang memaksa pejuang menarik diri.

Senin, 14/01/2019 09:24 0

Myanmar

Myanmar Gunakan Taktik Baru untuk Usir Muslim Rohingya

Taktik itu dengan membangun pagar beton yang dapat menyebabkan banjir di dekat kamp-kamp yang dihuni oleh Muslim Arakan (Rohingya) di perbatasan dengan Bangladesh.

Senin, 14/01/2019 08:05 0

Turki

Media Turki Mulai Sebut HTS Organisasi “Teroris”

AA mengatakan, berdasarkan keterangan sumber keamanan, pasukan keamanan Turki menangkap 13 anggota organisasi “teroris” HTS di Adana pada Sabtu

Senin, 14/01/2019 07:28 0

Suriah

Hikmat Walid Kembali Pimpin IM Suriah

"Dewan Syura Jamaah memilih kembali Dr. Muhammadd Hikmat Walid sebagai Muraqib Aam untuk empat tahun ke depan," kata pernyataan resmi IM Suriah melalui akun Twitter pada Ahad.

Senin, 14/01/2019 06:50 0

Artikel

Tak Ada Lagi Uighur di Xinjiang

Xinjiang juga menjadi penting dengan posisi mereka dalam proyek ambisius Jalur Sutra Baru. Oleh sebab itu penting bagi Cina untuk menjaga Xinjiang tetap stabil, meski itu artinya melakukan genosida kultural bagi muslim Uighur.

Ahad, 13/01/2019 22:35 0

Artikel

Merunut Jejak Intervensi AS

Trump memandang “kehebatan” AS telah lama hilang, dan menjadi tugasnya untuk merestorasi kembali

Ahad, 13/01/2019 19:29 0

Palestina

Hamas: Israel Terjunkan Pasukan Intelijen Khusus di Gaza

Hamas menjanjikan hadiah jutaan dolar bagi siapa saja yang dapat mengungkapkan identitas tim pasukan khusus Israel

Ahad, 13/01/2019 15:07 0

Yaman

Kebakaran Dahsyat di Kilang Minyak Aden, Pelakunya Hutsi?

Sebuah tangki penyimpanan yang menampung 7.000 ton diesel terbakar di kilang minyak utama Aden di kota Al Buraika.

Ahad, 13/01/2019 14:35 0

Close