Pemasukan Negara Lewat Pajak Meningkat di 2018

KIBLAT.NET – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah merilis penerimaan pajak 2018 melalui situs resminya di awal tahun ini. Dalam rilis tersebut, Kemenkeu mencatat penerimaan pajak mencapai Rp 1.315,9 triliun, meningkat 14,3% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2012, yakni sebesar 12,5%.

Menurut Kemenkeu, capaian realisasi penerimaan pajak ini merupakan hasil kombinasi dari dua hal, yaitu membaiknya perekonomian (meningkatnya konsumsi dan impor, red.) serta meningkatnya kemampuan memungut pajak. Hal ini juga menunjukkan semakin tingginya kepatuhan wajib pajak serta intensifikasi pajak yang berjalan efektif.

Pada tahun 2018, penerimaan pajak dari sejumlah sektor tumbuh sangat pesat. Salah satunya adalah PPh Migas yang menyumbang Rp 64,7 triliun, naik 28,6% dari 2017. Selain PPh Migas, berikut sumber pemasukan lainnya dalam realisasi anggaran pendapatan negara:

  1. Penerimaan pajak sektor industri pengolahan Rp 363,60 triliun (naik 11,2%).
  2. Penerimaan pajak sektor perdagangan Rp 234,46 triliun (23,72%).
  3. Penerimaan pajak sektor jasa keuangan dan asuransi Rp 162,15 triliun (11,91%).
  4. Penerimaan pajak sektor konstruksi dan real estate Rp 83,51 triliun (6,62%).
  5. Penerimaan pajak sektor pertambangan Rp 80,55 triliun (51,15%).
  6. Penerimaan pajak sektor pertanian Rp 20,69 triliun (21,03%).

Dari rincian penerimaan tersebut, disimpulkan bahwa rasio pajak 2018 mencapai 11,5% dari produk domestik bruto (PDB), lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya 10,7% dari PDB.

BACA JUGA  Polri Tolak Keluarkan Izin Reuni 212

Kemenkeu menegaskan bahwa pencapaian ini tak lepas dari kinerja pemerintah yang terus menggalakkan kepatuhan pajak dengan program reformasi pajaknya. Di samping itu, terdapat beberapa penyedia jasa aplikasi perpajakan yang turut memberikan kemudahan khususnya generasi milenial dalam melakukan administrasi perpajakan.

Penulis: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat