... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kasus Uighur, Pemerintah Indonesia Didesak Beri Sanksi Ekonomi ke Cina

Foto: Almuzzammil Yusuf, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota DPR RI, Al Muzammil Yusuf meminta pemerintah Indonesia secara tegas membela etnis Muslim Uighur yang tertindas. Salah satunya dengan cara mendesak pemerintah Cina menjelaskan kondisi Uighur yang sesungguhnya.

“Satu kesimpulan, telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh pemerintah Cina kepada Muslim Uighur. Dari data yang dipaparkan. Kalau merujuk pada konstitusi kita, pasal 28a sampai j, berbagai jenis pelanggaran HAM telah terjadi terhadap Muslim Uighur,” ujarnya di Jakarta pada Sabtu (12/01/2019).

Bentuk pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur, lanjut dia, adalah penyiksaan fisik, ditahan di kamp konsentrasi, pernikahan paksa, penghapusan etnis dan dilarang beribadah.

“Cina mulai mencampur kawin bangsa Uighur, bahkan pemerintah memasukkan orang Cina ke rumah mereka, untuk tinggal menjadi keluarga mereka, yang bahkan tidak terjadi di penjajahan Israel ke Palestina,” ujarnya.

“Hak bebas berkeluarga telah dinistai, bangsa Uighur telah dicampur. Bahkan tadi hak yang paling esensial, hak beragama. Orang disebut teroris cukup karena shalat, karena puasa,” imbuh Muzammil.

Muslim Uighur dipaksa untuk berbuka puasa di siang hari, dipaksa minum-minuman keras, 90% masjidnya dihancurkan, dilarang shalat dimanapun. Muslim Uighur tidak boleh punya Al-Quran ataupun menyimpan ayat Al-Quran di handphone.

Menurutnya, fakta tersebut jelas merupakan pelanggaran HAM. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus minta kejelasan Cina atas apa yang terjadi terhadap Muslim Uighur.

BACA JUGA  Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Terbakar

“Dari kejelasan para saksi langsung, yang sangat kompeten menjelaskan, kesimpulannya sangat jelas, kejahatan HAM luar biasa telah terjadi di Uighur. Oleh karena itu Indonesia atas perintah konstitusi pembukaan UUD 45 berperan aktif menjaga perdamaian dunia, harus menyuarakan tentang ini di PBB, ASEAN, AIPA, dan forum internasional lainnya,” jelasnya.

Muzammil juga menyebut bahwa kasus Uighur adalah pelanggaran HAM terberat di dunia dan harus dijawab bersama-sama oleh dunia internasional. Apabila Cina tidak mengindahkan, maka ia menyarankan pemerintah Indonesia memberikan sanksi perdagangan maupun hubungan diplomatik internasional.

“Itu yang harus kita lakukan, karena UUD 45 mengatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, kita menuntut Palestina untuk merdeka, karena mereka dijajah oleh Israel. Dan Uighur, di tahun 1944 dan 1949 adalah negara merdeka, dan sekarang dijajah,” ujarnya.

Muzammil menuturkan pihaknya telah meminta pimpinan DPR untuk mengunjungi Muslim Uighur di Kazakhstan, Tajkistan, Turki, Uzbekistan, Kirgistan.

“Mudah-mudahan kita bisa melihat ke sana, sebagai bagian dari konstitusi, karena amanat konstitusi maka pemerintah, DPR dan rakyat harus bersama Uighur,” ucapnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Malaysia

Tegas, Malaysia Larang Atlit Renang Israel Ikuti Kejuaraan Dunia di Negaranya

ini karena Malaysia memiliki kebijakan luar negeri yang jelas terhadap Israel.

Sabtu, 12/01/2019 10:59 0

Asia

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

"Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,"kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Sabtu, 12/01/2019 10:18 0

Amerika

AS Mulai Tarik Peralatan Militer dari Suriah

"Kami belum menarik pasukan sejauh ini," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sabtu, 12/01/2019 08:07 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Amerika

Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Rentan Jadi Korban Hoaks

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung berbagi berita palsu daripada yang berusia lebih muda.

Jum'at, 11/01/2019 15:00 0

Rusia

Rusia Pertanyakan Keseriusan AS Tarik Pasukan dari Suriah

Ryabkov mengaku sulit untuk percaya bahwa AS akan menarik diri dari Suriah sepenuhnya dalam keadaan saat ini.

Jum'at, 11/01/2019 14:30 0

Suriah

Hindari Bentrok Lanjutan, Faksi Oposisi Suriah Buat Kesepakatan di Idlib

Kesepakatan ini dinilai memperkuat dominasi HTS di wilayah Idlib dan sekitarnya.

Jum'at, 11/01/2019 13:46 0

Arab Saudi

Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Jum'at, 11/01/2019 10:08 0

Close