... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bentuk Tim Gabungan Ungkap Teror Novel Baswedan, Surat Tugas Kapolri Berlaku 6 Bulan

Foto: Novel Baswedan saat menjalani perawatan seusai diserang dengn disiram air keras

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah sekian lama mendapatkan desakan dari masyarakat, tim gabungan untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dibentuk. Selain anggota kepolsian, tim yang dibentuk berdasarkan surat tugas Kepala Kepolisian RI (Kapolri) itu melibatkan unsur KPK dan tokoh masyarakat.

Pembentukan tim gabungan tersebut tertuang dalam surat tugas Kapolri nomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019, yang diterbitkan pada 8 Januari 2019. Dilansir Antara, tim terdiri atas elemen kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tokoh masyarakat, hingga pakar DNA.

“Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Kepolisian Republik Indonesia dalam mengusut kasus penyiraman air keras,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal di Jakarta, Jumat (11/01/2019).

Surat tugas Kapolri terkait tim gabungan itu berlaku selama enam bulan mulai 8 Januari 2019 sampai 7 Juli 2019. Kepolisian dalam tim gabungan bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kekerasan yang terjadi kepada Novel Baswedan. Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian menjadi penanggung jawab tim ini.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan jadi target teror orang tak dikenal yang menyiramnya dengan air keras seusai melaksanakan shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, 11 April 2017 lalu. Teror yang dilakukan dua orang dengan mengendarai sepeda motor itu menyebabkan mata kiri Novel rusak.

BACA JUGA  Dua Paslon Diharapkan Komitmen Usut Tuntas Kasus Novel

Pascateror itu, Komnas HAM memberikan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri untuk membentuk tim gabungan, dengan melibatkan unsur Polri, KPK, pakar, dan beberapa tokoh masyarakat.

Selain itu rekomendasi juga ditujukan kepada KPK untuk melakukan langkah-langkah hukum atas peristiwa penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan. Serangan di waktu subuh itu patut diduga sebagai langkah menghalangi jalannya proses peradilan atau “obstruction of justice” oleh pihak-pihak yang sedang disidik oleh Novel Baswedan dan kawan-kawan serta mengembangkan sistem keamanan bagi seluruh jajaran KPK. Komnas HAM merekomendasikan Presiden untuk melakukan pengawasan, pemantauan, dan memastikan bahwa tim gabungan tersebut bekerja.

Sumber: Antara
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Hamas: Israel Terjunkan Pasukan Intelijen Khusus di Gaza

Hamas menjanjikan hadiah jutaan dolar bagi siapa saja yang dapat mengungkapkan identitas tim pasukan khusus Israel

Ahad, 13/01/2019 15:07 0

Yaman

Kebakaran Dahsyat di Kilang Minyak Aden, Pelakunya Hutsi?

Sebuah tangki penyimpanan yang menampung 7.000 ton diesel terbakar di kilang minyak utama Aden di kota Al Buraika.

Ahad, 13/01/2019 14:35 0

Afghanistan

8 Miliar Dolar AS untuk AU Afghanistan Belum Cukup Hentikan Taliban

Beberapa pakar penerbangan mengatakan Afghanistan akan bergantung pada Amerika dan dukungan lainnya selama bertahun-tahun.

Ahad, 13/01/2019 11:30 0

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Malaysia

Tegas, Malaysia Larang Atlit Renang Israel Ikuti Kejuaraan Dunia di Negaranya

ini karena Malaysia memiliki kebijakan luar negeri yang jelas terhadap Israel.

Sabtu, 12/01/2019 10:59 0

Asia

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

"Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,"kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Sabtu, 12/01/2019 10:18 0

Amerika

AS Mulai Tarik Peralatan Militer dari Suriah

"Kami belum menarik pasukan sejauh ini," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sabtu, 12/01/2019 08:07 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Amerika

Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Rentan Jadi Korban Hoaks

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung berbagi berita palsu daripada yang berusia lebih muda.

Jum'at, 11/01/2019 15:00 0

Close