... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

8 Miliar Dolar AS untuk AU Afghanistan Belum Cukup Hentikan Taliban

Foto: Pesawat tempur AS.

KIBLAT.NET, Kabul – Sebelas tahun setelah Amerika Serikat mulai membangun angkatan udara untuk Afghanistan, biaya yang dihabiskan sekarang ini mendekati $ 8 miliar. Kendati demikian, perang masih terlihat tanpa akhir dengan banyak pekerjaan yang membuat frustasi.

Demikian menurut laporan New York Times pada Jumat (11/01/2019) yang dikutip situs Pajhwok.com. Beberapa pakar penerbangan mengatakan Afghanistan akan bergantung pada Amerika dan dukungan lainnya selama bertahun-tahun.

Menurut pensiunan Brigadir Angkatan Udara, Jenderal John E. Michel, ketergantungan seperti itu dapat mempersulit langkah Presiden Trump dalam perang selama 17 tahun melawan Taliban.

“Ini akan menjadi home run jika kita mencapai 60 hingga 65 persen swasembada untuk Angkatan Udara Afghanistan,” ujarnya. “Anda harus memiliki pandangan yang realistis tentang betapa sulitnya ini.”

Selama bertahun-tahun dimulai dengan pemerintahan Obama, bagian dari strategi luar negeri Amerika adalah membangun dan melatih militer Afghanistan termasuk angkatan udara untuk melawan Taliban.

Strategi itu tampaknya dirusak pada bulan Desember ketika Trump memerintahkan persiapan penarikan setengah dari 14.000 pasukan Amerika di Afghanistan. Pada saat yang sama, para pejabat militer Amerika telah memperingatkan bahwa Afghanistan tetap tidak siap.

“Jika kita pergi dengan cepat sekarang, saya tidak percaya mereka akan berhasil mempertahankan negara mereka,” kata Letnan Marinir Kenneth Mckenzie Jr., yang dinominasikan untuk memimpin Komando Pusat Amerika Serikat bulan lalu.

BACA JUGA  Taliban Lancarkan Serangan Besar ke Provinsi Farah

Pesawat koalisi pimpinan AS yang melakukan misi serangan udara lima kali lebih banyak daripada Angkatan Udara Afghanistan. Ketika gerilyawan menyerbu pos-pos atau distrik-distrik, biasanya dibutuhkan pesawat tempur AS dan unit komando terlatih AS untuk menghadapi mereka.

“Angkatan Udara Afghanistan, ketika sedang membaik, dalam arti apa pun tidak mengimbangi kebutuhan akan semakin banyak kehadiran udara AS, dan itu sedikit mengecewkan,” kata Anthony H. Cordesman, seorang analis keamanan dengan Pusat Strategis dan Internasional Belajar di Washington.

“Belum ada rencana untuk menciptakan Angkatan Udara Afghanistan yang dapat menggantikan peran komponen udara AS,” katanya.

Penerjemah: Fathan
Sumber: Pajhwok
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Usung Tema “Bendera Tauhid”, PA 212 Gelar Tabligh Akbar di Solo

Kapolresta Solo, Ribut Hari W menuturkan sekitar tiga ribuan anggota kepolisian dibantu Satpol PP dan TNI yang dikerahkan untuk mengamankan aksi.

Ahad, 13/01/2019 10:54 0

Indonesia

Kasus Uighur, Pemerintah Indonesia Didesak Beri Sanksi Ekonomi ke Cina

Anggota DPR RI, Al Muzammil Yusuf meminta pemerintah Indonesia secara tegas membela etnis Muslim Uighur yang tertindas.

Ahad, 13/01/2019 10:30 0

Indonesia

Kader HMI LIPIA Dilantik Menjadi Direktur LDMI PB HMI Periode 2018-2020

LDMI merupakan sayap dakwah dari HMI.

Ahad, 13/01/2019 08:02 0

Indonesia

BNPB Ajak Masyarakat Kurangi Risiko Bencana Alam

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengajak tokoh-tokoh masyarakat dan agama untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pengurangan risiko bencana

Sabtu, 12/01/2019 21:40 0

Indonesia

Amnesty Internasional Minta Cina Beri Jalur Independen Selidiki Diskriminasi Muslim Uighur

Haeril Halim, Juru Bicara Amnesty International Indonesia meminta pemerintah Cina membuka jalur independen untuk melakukan investigasi terhadap Muslim Uighur.

Sabtu, 12/01/2019 21:25 0

Indonesia

Pemilih Bakal dihadapkan Lima Warna Surat Suara di Pemilu 2019

Pemilih Bakal dihadapkan Lima Warna Surat Suara di Pemilu 2019

Sabtu, 12/01/2019 21:18 0

Indonesia

Amnesty International: Pelanggaran HAM kepada Muslim Uighur Terjadi Secara Sistematis

Juru bicara Amnesty International Indonesia, Haeril Halim mengungkapkan apa yang terjadi di Xinjiang terhadap bangsa Uighur adalah persoalan hak asasi manusia (HAM).

Sabtu, 12/01/2019 21:03 0

Indonesia

640 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Rancaekek Bandung, Tanggap Darurat 7 Hari

untuk memudahkan penanganan darurat maka Bupati Bandung telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari yaitu 12/1/2019 hingga 18/1/2019.

Sabtu, 12/01/2019 20:47 0

Indonesia

Majelis Nasional Turkistan Timur: 3,5 Juta Muslim Uighur di Kamp Penyiksaan Cina

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Seyit Tumturk berterimakasih kepada seluruh masyarakat Indonésia,

Sabtu, 12/01/2019 20:40 0

Close