... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Kedubes Cina Didemo, Sejumlah Ormas Islam Diajak ke Cina Diperlihatkan Kamp Uighur Tapi Palsu

Foto: Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Seyit Tumturk

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) pada Sabtu, (12/01) menggelar acara diskusi kemanusiaan. Diskusi yang bertajuk “Kesaksian dari Balik Penjara Uighur” itu turut menghadirkan Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Seyit Tumturk.

Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan bahwa bangsa Uighur telah melihat solidaritas yang ditunjukkan masyarakat Indonesia. Bahkan, Seyit sendiri mengaku kagum dengan pembelaan kaum muslimin di Indonesia.

“Masyarakat muslim Indonesia turun ke jalan dan di Jakarta digelar aksi solidaritas untuk bangsa Uighur. Inilah salah satu sebab saya datang ke Jakarta. Kami kagum dengan Muslim Indonesia yang menyatakan sikapnya secara tegas berada di sisi masyarakat Uighur,” terang Seyit.

Sebagaimana diketahui, pada 21 Desember 2018 lalu, sejumlah aktivis dan orma Islam menggelar aksi di depan Kedubes Cina di Mega Kuningan, Jakarta.

Setelah aksi itu dilakukan, pihak kedutaan Cina di Indonesia ternyata mengajak ormas Islam datang ke Cina guna memanipulasi ormas dan tokoh Islam yang diajak ke sana bahwa kamp itu hanya kamp pelatihan biasa. Mereka diajak dan ditunjukkan ke kamp yang disebut kamp untuk kaum Uighur tapi bukan kamp yang sebenarnya.

“Partai Komunis Cina mengingkari kekerasan dan kezaliman yang terjadi di dalam kamp itu. Namun, PBB dan lembaga internasional sudah meneliti secara langsung apa yang terjadi di sana. Hanya saja jumlah pengungsi kamp yang disebut PBB sangat sedikit yaitu satu juta, padahal jumlahnya mencapai 3 juta lebih,” tandasnya.

BACA JUGA  Peneror Dua Pimpinan KPK Diduga Satu Jaringan

Pemerintah Cina hingga kini bersikeras menyebut bahwa kamp thanan khusus bangsa Uighur itu sebagai kamp pelatihan dan reedukasi.

“Kalau betul apa yang mereka katakan bahwa itu adalah kamp pelatihan untuk edukasi, kami siap duduk satu meja untuk membeberkan bukti-bukti kezaliman yg ada di hadapan pemerintah Cina,” jelas Seyit Tumturk.

Secara ringkas, pendiri Asosiasi Solidaritas dan Budaya Turkistan Timur yang berbasis di Kayseri, Turki ini menambahkan bahwa Turkistan Timur pernah berdaulat dan merdeka di tahun 1949. Kemudian kembali dijajah oleh Cina dan diubah namanya menjadi wilayah otonomi Xinjiang.

Secara demografi, pada tahun 1943, etnis Cina (Han) hanya berjumlah 3% di wilayah tersebut. Namun kini sekitar 70% yang menguasai wilayah Urumqi adalah etnis Han.

Reporter: Fajar Shadiq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Malaysia

Tegas, Malaysia Larang Atlit Renang Israel Ikuti Kejuaraan Dunia di Negaranya

ini karena Malaysia memiliki kebijakan luar negeri yang jelas terhadap Israel.

Sabtu, 12/01/2019 10:59 0

Asia

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

"Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,"kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Sabtu, 12/01/2019 10:18 0

Amerika

AS Mulai Tarik Peralatan Militer dari Suriah

"Kami belum menarik pasukan sejauh ini," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sabtu, 12/01/2019 08:07 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Amerika

Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Rentan Jadi Korban Hoaks

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung berbagi berita palsu daripada yang berusia lebih muda.

Jum'at, 11/01/2019 15:00 0

Rusia

Rusia Pertanyakan Keseriusan AS Tarik Pasukan dari Suriah

Ryabkov mengaku sulit untuk percaya bahwa AS akan menarik diri dari Suriah sepenuhnya dalam keadaan saat ini.

Jum'at, 11/01/2019 14:30 0

Suriah

Hindari Bentrok Lanjutan, Faksi Oposisi Suriah Buat Kesepakatan di Idlib

Kesepakatan ini dinilai memperkuat dominasi HTS di wilayah Idlib dan sekitarnya.

Jum'at, 11/01/2019 13:46 0

Arab Saudi

Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Jum'at, 11/01/2019 10:08 0

Close