... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Majelis Nasional Turkistan Timur: 3,5 Juta Muslim Uighur di Kamp Penyiksaan Cina

Foto: Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Seyit Tumturk (oleh: Jundi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Seyit Tumturk berterimakasih kepada seluruh masyarakat Indonésia, Ormas Islam, dan lembaga-lembaga atas solidaritasnya kepada muslim Uighur. Ia mewakili 35 juta masyarakat Uighur, menyampaikan salam keselamatan kepada Indonésia.

Dalam diskusi bertajuk “Kesaksian dari Balik Penjara Uighur”, yang dinisiasi Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Seyit Tumturk menjelaskan bahwa sudah sejak lama Turkistan Timur ditindas oleh Pemerintah Komunis China. Atas alasan itu, ia dan beberapa perwakilan masyarakat Uighur datang ke Indonesia.

“Dalam hitungan PBB, angka masyarakat Uighur ditahan dalam Kamp Reedukasi China sebanyak satu juta orang. Akan tetapi, menurut data yang kami kumpulkan ada sekitar 3,5 juta orang. Mereka mendapat siksaan lebih dari yang dilakukan oleh Nazi,” ujar Seyit dengan bahasa Turki di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/01/2018).

Seyit menjelaskan kamp penindasan terhadap muslim Uighur disebut oleh pemerintah Komunis Cina sebagai proyek Persaudaraan Keluarga, padahal sejatinya itu adalah sebuah kamp genosida terhadap muslim Uighur. Muslim Uighur yang ditahan di sana pun karena dituduh sebagai teroris, radikalis.

“Amat kita sayangkan, 35 juta muslim di Uighur dizalimi, tapi dunia buta dan tuli terhadap apa yang terjadi di sana. Dan atas semua penindasan itu, Alhamdulillah masyarakat muslim Indonesia turun kej alan menyuarakan pembebasan berislam Uighur,” ujarnya.

BACA JUGA  Mursi Meninggal, LBH Pelita Umat Serukan Penyelidikan Internasional

Sikap Muslim Indonesia tersebutlah yang menyebabkan perwakilan Uighur datang ke Indonesia, karena Muslim Indonesia menentukan sikap untuk menyuarakan kebebasan Uighur.

“Setelah aksi itu dilakukan, efeknya kedutaan Cina langsung memohon Ormas Islam untuk mendatangi Uighur, supaya kabar penindasan itu terkesan tidak benar” ujarnya.

Seyit mengungkapkan, dua tahun lalu, Cina juga mengingkari penindasan yang dilakukanya. Namun, tiga bulan terakhir ini, Perserikatan Bangsa-bangsa dan Parlemen Eropa melakukan penelitian, dari angkasa terungkap fakta yang membenarkan adanya kamp penindasan itu.

Setelah parlemen Eropa dan PBB mendesak Cina untuk mengatakan itu, China mengatakan benar adanya kamp tersebut, tapi tidak mengakui penindasan yang dilakukannya.

“Setelah dikeluarkan angka satu juta muslim Uighur ditahan, Cina tetap berusaha mengelak. Setelah seperti Gulbakhar yang baru keluar dan mengalami penindasan, kita bawa kehadapan media, pemerintah Cina tetap saja mengelak, Cina berdalih kamp penindasan itu adalah kamp konsentrasi dan pelatihan kerja untuk warga,” jelasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Malaysia

Tegas, Malaysia Larang Atlit Renang Israel Ikuti Kejuaraan Dunia di Negaranya

ini karena Malaysia memiliki kebijakan luar negeri yang jelas terhadap Israel.

Sabtu, 12/01/2019 10:59 0

Asia

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

"Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,"kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Sabtu, 12/01/2019 10:18 0

Amerika

AS Mulai Tarik Peralatan Militer dari Suriah

"Kami belum menarik pasukan sejauh ini," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sabtu, 12/01/2019 08:07 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Amerika

Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Rentan Jadi Korban Hoaks

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung berbagi berita palsu daripada yang berusia lebih muda.

Jum'at, 11/01/2019 15:00 0

Rusia

Rusia Pertanyakan Keseriusan AS Tarik Pasukan dari Suriah

Ryabkov mengaku sulit untuk percaya bahwa AS akan menarik diri dari Suriah sepenuhnya dalam keadaan saat ini.

Jum'at, 11/01/2019 14:30 0

Suriah

Hindari Bentrok Lanjutan, Faksi Oposisi Suriah Buat Kesepakatan di Idlib

Kesepakatan ini dinilai memperkuat dominasi HTS di wilayah Idlib dan sekitarnya.

Jum'at, 11/01/2019 13:46 0

Arab Saudi

Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Jum'at, 11/01/2019 10:08 0

Close