... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

Foto: Bendera India.

KIBLAT.NET, New Delhi – Pemerintah India sedang mempersiapkan undang-undang yang memberikan kewarganegaraan kepada imigran minoritas yang teraniaya di negara-negara Muslim, tetapi kewarganegaraan tersebut tidak termasuk bagi imigran Muslim. Banyak pengamat menilai ini merupakan sikap terang-terangan anti-Muslim dan upaya partai penguasa memperkuat basis Hindu sebagai pendekatan pemilu.

Departemen Dalam Negeri India, Selasa lalu (08/01), mengatakan bahwa negaranya ingin memberikan kewarganegaraan kepada imigran dari agama minoritas yang telah dianiaya di negara-negara Muslim tetangga termasuk Pakistan.

Para pengamat mengkritik Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut, yang termasuk bagian dari amandemen UU kewarganegaraan tahun 2019. RUU tersebut menggambarkannya sebagai anti-Muslim dan upaya Partai Bharatiya Janata, partai Perdana Menteri Narendra Modi, untuk memperkuat konstituensi Hindu menjelang pemilihan umum Mei.

RUU itu akan memberikan kewarganegaraan kepada pengikut Hindu, Sikh, Jain, Budha, Kristen, dan Persia dari Afghanistan, Pakistan, dan Bangladesh, yang bermigrasi ke India sebelum 31 Desember 2014, mengecualikan Muslim.

“Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,”kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Tetapi ada oposisi yang cukup besar terhadap proposal tersebut, terutama di negara bagian Assam di timur laut, di mana penduduk telah mengeluh selama bertahun-tahun bahwa imigran Bangladesh telah membebani sumber daya.

Singh mencoba meyakinkan orang Assam bahwa negara tidak akan menanggung beban sendirian.

BACA JUGA  India Sahkan RUU Kewarganegaraan yang Mendiskriminasi Muslim

“Beban migran tertindas akan ditanggung bersama oleh seluruh Negara, bukan hanya pemerintah Assa,” pungkas Singh.

Sumber: France24
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bantah Pernyataan Moeldoko Soal Novel, PAHAM: Dianiaya kok Bukan Pelanggaran HAM

Ketua Dewan Pembina Pusat Hak Asasi Manusia (PAHAM), Heru Susetyo membantah pernyataan Moeldoko yang mengatakan bahwa kasus Novel Baswedan bukan pelanggaran HAM.

Jum'at, 11/01/2019 19:18 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Indonesia

Moeldoko Sebut Kasus Novel Baswedan Bukan Pelanggaran HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengklaim bahwa kasus yang menimpa Penyidik KPK Novel...

Jum'at, 11/01/2019 16:45 0

Indonesia

Kenali Lembaga Survei yang Tidak Kredibel dari Ciri Berikut Ini

Analis Politik Indo Strategi, Arif Nurul Imam mengatakan, kesalahan hasil survei bisa disebabkan dua hal disengaja dan tidak disengaja.

Jum'at, 11/01/2019 16:09 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Indonesia

Peneror Dua Pimpinan KPK Diduga Satu Jaringan

"Kami menarik kesimpulan hipotesis semenara, bisa jadi ini (pelakunya.red) adalah orang dan jaringan yang sama," kata Yudi Purnomo

Jum'at, 11/01/2019 13:50 0

Indonesia

Enam Anak Tertimpa Longsor di Lokasi Pembangunan Jalur Kereta Api Sukabumi

Satu anak meninggal dunia, tiga anak luka-luka, dan dua anak lainnya selamat.

Jum'at, 11/01/2019 13:21 0

Indonesia

Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda Rp700 Juta Lebih

Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda Rp700 Juta Lebih

Jum'at, 11/01/2019 11:26 1

Indonesia

Kesaksian Muslimah Kazakhstan 16 Bulan Disiksa di Kamp Konsentrasi Cina

Dalam satu ruangan penjara berisi 40 orang tanpa ventilasi dan jendela, dengan satu kamera pemantau.

Jum'at, 11/01/2019 10:30 1

Indonesia

KPAI Sebut Pelanggaran Hak Anak Terus Meningkat

Potret kasus pelanggaran hak anak dari tahun ke tahun terjadi secara fluktuatif.

Kamis, 10/01/2019 22:43 0

Close