... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty International: Pelanggaran HAM kepada Muslim Uighur Terjadi Secara Sistematis

Foto: Juru bicara Amnesty International Indonesia, Haeril Halim (jundi/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Juru bicara Amnesty International Indonesia, Haeril Halim mengungkapkan apa yang terjadi di Xinjiang terhadap bangsa Uighur adalah persoalan hak asasi manusia (HAM). Maka, apapun agamanya harus dibela. Haeril memuji langkah yang telah dilakukan bangsa Indonesia. Menurutnya, aksi solidaritas untuk membela bangsa Uighur sudah tepat.

Amnesty International telah merilis laporan lengkap atas pelanggaran HAM terhadap bangsa Uighur di Xinjiang. Laporan sepanjang 20 halaman itu merekam testimoni sekitar 100 orang Uighur yang kehilangan anggota keluarganya, atau mereka yang telah keluar dari kamp konsentrasi. Laporan itu telah dipublikasikan sejak bulan September 2018 lalu.

“Kita perlu melihat poin besar yang ada di Xinjiang/Turkistan timur. Ada sejarah panjang kekerasan yang dialami oleh bangsa Uighur. Pada tahun 2009 ada letupan kekerasan yang mengakibatkan kematian ratusan orang,” terang Haeril.

Ia menambahkan, Partai Komunis Cina mengambil kesempatan tersebut untuk melakukan aksi perlawanan yang disebutnya sebagai perang terhadap terorisme dan ekstrimisme.

“Implementasi kebijakan tersebut seharusnya tidak boleh melanggar HAM. Namun implementasi yang ada justru brutal,” tambahnya.

Amnesty International menyebut bangsa Uighur yang tidak terkait terorisme pun banyak yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi. Implementasi kebijakan pemerintah Cina jadi tidak proporsional.

“Interview yang kami lakukan banyak mereka yg tidak terkait jadi sasaran,” tambah laporan Amnesty.

BACA JUGA  Hendak Pulang Pasca Aksi 21-22 Mei, Pria Ini Malah Ditangkap dan Didakwa Melawan Petugas

Ada lima hak privat yang dilanggar oleh pemerintah Cina terhadap Muslim Uighur. Diantaranya ialah hak untuk berkeyakinan, Hak untuk berpikir dan kebebasan berekspresi, kebebasan bekumpul, kebebasan berorganisasi dan Hak untuk bergerak.

“Banyak mereka yang melakukan perjalanan ke Negara-negara Islam juga ditangkap,” pungkas dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Seyit Tumturk menegaskan bahwa ada perbedaan makna teroris yang diyakini masyarakat dunia dan Pemerintah Cina. Bagi Partai Komunis Cina semua Muslim adalah teroris.

“Semua bentuk ibadah dilarang. Kaum Ughur juga dilarang shalat, memiliki janggut dan semacamnya. Bahkan, 90% masjid di Xinjiang sudah dihancurkan,” kata Seyit.

Reporter: Fajar Sadiq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Malaysia

Tegas, Malaysia Larang Atlit Renang Israel Ikuti Kejuaraan Dunia di Negaranya

ini karena Malaysia memiliki kebijakan luar negeri yang jelas terhadap Israel.

Sabtu, 12/01/2019 10:59 0

Asia

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

"Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,"kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Sabtu, 12/01/2019 10:18 0

Amerika

AS Mulai Tarik Peralatan Militer dari Suriah

"Kami belum menarik pasukan sejauh ini," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sabtu, 12/01/2019 08:07 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Amerika

Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Rentan Jadi Korban Hoaks

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung berbagi berita palsu daripada yang berusia lebih muda.

Jum'at, 11/01/2019 15:00 0

Rusia

Rusia Pertanyakan Keseriusan AS Tarik Pasukan dari Suriah

Ryabkov mengaku sulit untuk percaya bahwa AS akan menarik diri dari Suriah sepenuhnya dalam keadaan saat ini.

Jum'at, 11/01/2019 14:30 0

Suriah

Hindari Bentrok Lanjutan, Faksi Oposisi Suriah Buat Kesepakatan di Idlib

Kesepakatan ini dinilai memperkuat dominasi HTS di wilayah Idlib dan sekitarnya.

Jum'at, 11/01/2019 13:46 0

Arab Saudi

Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Jum'at, 11/01/2019 10:08 0

Close