... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Internasional Minta Cina Beri Jalur Independen Selidiki Diskriminasi Muslim Uighur

Foto: Muslim Uighur.

KIBLAT.NET, Jakarta – Haeril Halim, Juru Bicara Amnesty International Indonesia meminta pemerintah Cina membuka jalur independen untuk melakukan investigasi terhadap Muslim Uighur. Menurutnya, kunjungan yang difasilitasi Cina, diragukan kebenaran informasinya.

“Kita lakukan (wawancara di luar Cina) karena belum ada akses ke sana. Pemerintah Cina mengorganisir kunjungan diplomat ke sana, mungkin itu kunjungan yang sudah diatur. Tapi untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi di sana, harus ada jalur independen dari pihak luar. Jadi bukan akses yang diatur pihak Cina,” ujar Haeril dalam diskusi “Kesaksian dari Balik Penjara Uighur”, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/01/2019).

Dalam diskusi yang diinisasi Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) itu, Haeril meminta Pemerintah Indonesia untuk lebih proaktif terhadap kondisi Muslim Uighur.

“Indonesia sudah ada pertemuan dengan Menlu Cina, kami berharap ada langkah lebih proaktif dari Indonesia untuk mendapatkan informasi yang independen. Apa yang terjadi di Uighur,” ujarnya.

Haeril menjelaskan bahwa karena akses yang ada dari Cina saat ini tidak bisa dipercaya, Amnesti Internasional mewawancarai 100 orang yang memiliki informasi tentang Penindasan terhadap Muslim Uighur.

“Kami mewawancarai 100 orang, bukan hanya keluarga, tapi ada jg yang berhasil keluar dari kamp, ada dari keluarga, anggota keluarga yang hilang, dan juga ada yang mantan tahanan. Kita lakukan karena belum ada akses ke sana,” ujarnya.

BACA JUGA  Muslim United Murni untuk Persatuan Umat Islam

Dalam wawancara itu, keluarga Muslim Uighur yang di luar Cina mengaku tidak mendapat informasi tentang keluarganya, dan mereka sudah berfikir hal yang paling buruk telah menimpa keluarga mereka di Cina, karena penindasan yang dilakukan pemerintah Komunis Cina.

“Kami menamai ini sebagai Zona tanpa HAM. Pemerintah Cina menamai ini sebagai kamp-kamp konsentrasi,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundi
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kesaksian Seorang Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16...

Sabtu, 12/01/2019 20:17 0

Malaysia

Tegas, Malaysia Larang Atlit Renang Israel Ikuti Kejuaraan Dunia di Negaranya

ini karena Malaysia memiliki kebijakan luar negeri yang jelas terhadap Israel.

Sabtu, 12/01/2019 10:59 0

Asia

India Akan Akui Kewarganeraan Imigran Tertindas Kecuali Muslim

"Mereka tidak memiliki tempat lain selain India. Mereka bisa tinggal di negara bagian manapun,"kata Menteri Dalam Negeri, Raj Nath Singh, kepada parlemen.

Sabtu, 12/01/2019 10:18 0

Amerika

AS Mulai Tarik Peralatan Militer dari Suriah

"Kami belum menarik pasukan sejauh ini," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sabtu, 12/01/2019 08:07 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Malu dan Keutamaannya – Ust. Eko Febrianto

KIBLAT.NET- Biasanya, tatkala kita melihat orang yang mempunyai sifat malu mungkin kita akan merendahkan orang...

Jum'at, 11/01/2019 17:41 0

Tazkiyah

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Di sebuah video, Ustaz Abdul Somad (UAS) menceritakan sebuah kisah yang menyentuh ketika menyampaikan ceramah di Aceh

Jum'at, 11/01/2019 15:26 0

Amerika

Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Rentan Jadi Korban Hoaks

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung berbagi berita palsu daripada yang berusia lebih muda.

Jum'at, 11/01/2019 15:00 0

Rusia

Rusia Pertanyakan Keseriusan AS Tarik Pasukan dari Suriah

Ryabkov mengaku sulit untuk percaya bahwa AS akan menarik diri dari Suriah sepenuhnya dalam keadaan saat ini.

Jum'at, 11/01/2019 14:30 0

Suriah

Hindari Bentrok Lanjutan, Faksi Oposisi Suriah Buat Kesepakatan di Idlib

Kesepakatan ini dinilai memperkuat dominasi HTS di wilayah Idlib dan sekitarnya.

Jum'at, 11/01/2019 13:46 0

Arab Saudi

Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Jum'at, 11/01/2019 10:08 0

Close