... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesaksian Muslimah Kazakhstan 16 Bulan Disiksa di Kamp Konsentrasi Cina

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslimah asal Kazakhstan, Gul Bahar Jaliloa menceritakan kezaliman yang dialaminya selama 16 bulan di kamp konsentrasi milik Pemerintah Cina. Hingga akhirnya ia terbebas lantaran mendapatkan pertolongan dari pemerintah di negeri asalnya Kazakhstan.

“Apa salah saya ketika ditangkap oleh pemerintah Cina, padahal saya warga Kazakhstan dan memiliki paspor. Saya biasa berniaga di wilayah Xinjiang. Tetapi mereka memenjarakan saya lantaran saya dituduh sebagai teroris,” katanya dalam kunjungannya di AQL Islamic Center, Jakarta, Kamis (10/01/2019).

Ia mengungkapkan ketika ditangkap dirinya ditempatkan bersama tahanan wanita lainnya yang berusia 14-80 tahun. Dalam satu ruangan penjara berisi 40 orang. Ruangan tersebut tidak ada ventilasi dan jendela, dengan satu kamera yang memantau tahanan dan satu televisi.

“Tahanan dipermalukan dengan tidak diberikan fasilitas WC yang layak. Ketika tahanan buang hajat, dipaksa untuk disaksikan oleh tahanan lainnya,” ungkapnya sembari terisak menangis mengingat masa sulit itu.

Bahkan Gul Bahar mengatakan bahwa para tahanan tidak diperbolehkan bergerak. Jika diketahui bergerak menoleh ke kanan dan ke kiri akan dikira sedang melakukan ibadah shalat. Akibatnya mereka dipaksa untuk keluar dan mendapatkan perlakuan zalim.

Mereka akan dibawa ke sebuah ruangan yang sangat gelap dan di dalamnya banyak tikus. Begitupun bagi tahanan perempuan yang hamil dan melahirkan di sana, anaknya akan diambil dan sang ibu tidak dapat mengasuhnya.

BACA JUGA  Majelis Pertubuhan Islam Malaysia: Rezim Mesir Bertanggungjawab Atas Wafatnya Mursi

“Ketika saya tanya alasan para tahanan ini dipenjara rata-rata jawabannya adalah di rumahnya didapati memiliki Al-Quran dan memiliki pisau lebih dari satu. Peraturan di sana satu rumah hanya diperbolehkan memiliki satu pisau saja,” ujarnya.

Gul Bahar kemudian mengungkapkan siksaan lainnya. Yakni kaki tahanan diborgol dengan berat 5 kg selama 24 jam setiap harinya di penjara. Setiap sepekan sekalinya tahanan disiksa untuk melepas seluruh busananya.

Begitupun apabila diketahui ada gerakan dari wudhu dengan mengusap salah satu anggota badan maka akan disiksa. Akhirnya banyak tahanan yang mengalami gatal-gatal, rambut yang berkutu dan sakit lainnya.

Ketika rambut tahanan sudah terlihat memutih maka akan diwarnai. Selain itu setiap harinya tahanan diberikan krim agar terlihat segar wajahnya.

“Tahanan juga dipaksa memakan obat yang tidak diketahui obat apa itu. Hingga menyebabkan tahanan-tahanan wanita di sana tidak mengalami datang bulan. Setelah meminum obat itu, seakan tubuh ini tidak merasakan apapun baik lapar atau haus,” tuturnya.

Banyak yang meninggal, tetapi naas tidak ada yang mengetahui siapakah dia. Sanak keluarga di luar pun tak mengetahuinya.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa siksaan ini saya rasakan di kamp pelatihan pemerintah komunis Cina. Saya tidak takut menyampaikan kebenaran ini agar seluruh dunia tahu atas kejahatan ini,” tukasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

BACA JUGA  Pemimpin yang Memedulikan Sholat Kaum Muslimin

 

Dokter Indonesia Beri Kesaksian Selama Tinggal di Xinjiang, Cina

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Kesaksian Muslimah Kazakhstan 16 Bulan Disiksa di Kamp Konsentrasi Cina”

  1. Yanyusuf

    BIADAB

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Jum'at, 11/01/2019 10:08 0

Turki

Erdogan Kecam AS Soal Rencana Penarikan Pasukan dari Suriah

Kunjungan penasehat keamanan nasional AS, John Bolton, ke Turki akhir pekan lalu sebagai utusan Presiden Trump dianggap gagal.

Jum'at, 11/01/2019 09:54 0

Rusia

Rusia Tuduh BBC Sebar Ide-ide ISIS

"Sedang diverifikasi apakah konten ini memenuhi kriteria hukum Rusia untik melawan ekstremisme," kata pernyataan Roskmanadzur seperti dilansir AFP.

Jum'at, 11/01/2019 08:19 0

Asia

Pria Australia Kirim Puluhan Paket Berbahaya ke Konsulat dan Kedutaan Asing

Paket-paket tersebut telah sampai di lebih dari 12 misi asing pada hari Rabu, termasuk misi AS dan Inggris di Melbourne.

Jum'at, 11/01/2019 07:50 0

Afghanistan

Taliban Luncurkan Serangan Serentak di Empat Provinsi

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan itu diluncurkan pada Kamis pagi (10/01). Target serangan pos-pos tentara di provinsi Kunduz, Baghlan, Tukhar dan Badghis.

Jum'at, 11/01/2019 06:56 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tiga Karakter Ulama Rabbani

Khutbah Jumat: Tiga Karakter Ulama Rabbani

Kamis, 10/01/2019 22:04 0

Video Kajian

Ust. Zamroni- Jerat Nafsu Media Sosial

KIBLAT.NET- Baru-baru ini heboh kabar prostitusi online, ini adalah akibat kurang bijaknya pengguna media sosial...

Kamis, 10/01/2019 19:13 0

Feature

Ada Banyak Manfaat di Setiap Seruput Kopi

Ternyata kopi juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Kamis, 10/01/2019 19:09 0

Editorial

Editorial: Gaduh KPU

Sejak masa kampanye bergulir, publik hanya disuguhi ujaran-ujaran kontroversi tanpa isi.

Kamis, 10/01/2019 17:59 0

Wawancara

[Wawancara] Pakar Komunikasi UI: Media Harus Hindari Disfungsi Pemberitaan Prostitusi

Dua minggu pertama tahun 2019, ranah maya masyarakat Indonesia diramaikan dengan pemberitaan prostitusi artis. Berbeda dari sebelumnya, kini artis yang terkena masalah kabarnya dihargai puluhan juta.

Kamis, 10/01/2019 16:51 0

Close